Selasa, 18 Januari 2011

AIK V : Pembaharuan dalam dunia Islam

BAB I
PENDAHULUAN

Modernisasi mengandung pengertian pemikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk mengubah paham-paham, adat istiadat, institusi-institusi lama dan sebagainya. Agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat-pendapat dan keadan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern.
Namun bukan berarti pembaharuan mengubah isi Al-Quran dan Hadits. Mulai abad pertengahan merupakan abad gemilang bagi umat Islam.


Lahirnya gerakan-gerakan pembaharuan atau reformasi dalam Islam mulai muncul terutama pada zaman dinasti Umayyah, yang melahirkan bermacam aksi dan protes sosial politik. Salah satu reaksi terhadap ketidak-adilan sosial dan degenerasi moral pada waktu itu adalah gerakan sufi yang mencoba menangkap kedalaman dan spiritualitas Islam.
Munculnya ide pembaharuan setelah dua setengah abad sepeninggalan Nabi Muhammad SAW dipelopori oleh Ibnu Taimiyah dianggap sebagai bapak Tajdid (Pembaharuan) yang melalukan kritik tajam terhadap teologi Asya’ari yang cenderung pasrah terhadap kehendak Tuhan. Kritik Ibnu Taimiyyah dibarengi dengan seruannya agar umat Islam kembali kepada Qur’an dan Sunnah dan memahami kembali kedua sumber itu dengan alasan ijtihad.
Untuk lebih jelasnya pemakalah akan membahas mengenai apa pengertian pembaharuan dan apa saja yang melatarbelakangi lahirnya pembaharuan pemikiran dalam Islam.






BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pembaharuan dalam Dunia Islam
1. Pembaharuan dapat dianalogikan dengan “modernisme”, karena istilah ini mengandung arti pikiran, aliran, gerakan, dan usaha mengubah paham-paham, adat-istiadat, institusi lama, dan sebagainya unutk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
2. Revivalisasi. Menurut paham ini, “pembaharuan adalah “membangkitkan” kembali Islam yang “murni” sebagaimana pernah dipraktekkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan kaum Salaf.
3. Kebangkitan Kembali ( Resugence ) Dalam kamus Oxford, resurgence didefinisikan sebagai “kegiatan yang muncul kembali” (the act of rising again ). Jejak hidup nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dan para pengikutnya memberikan pengaruh besar terhadap pemikiran orang-orang yang menaruh perhatian pada jalan hidup Islam saat ini.

B. Latar Belakang Pembaharuan dalam Islam
Mulai abad pertengahan merupakan abad gemilang bagi umat Islam. Abad inilah daerah-daerah Islam meluas di barat melalui Afrika Utara sampai Spanyol, di Timur Melalui Persia sampai India.
Daerah-daerah ini kepada kekuasaan kholifah yang pada mulanya berkedudukan di Madinah, kemudian di Damaskus, dan terakhir di Bagdad. Di abad ini lahir para pemikir dan ulama besar seperti ;Maliki, Syafi’i, Hanafi, dan Hambali.
Dengan lahirnya pemikiran para ulama besar itu, maka ilmu pengetahuan lahir dan berkembang dengan pesat sampai ke puncaknya, baik dalam bidang agama, non agama maupun dalam bidang kebudayaan lainnya.
Memasuki benua Eropa melalui Spanyol dan Sisilia, dan inilah yang menjadi dasar dari ilmu pengetahuan yang menguasai alam pikiran orang barat (Eropa) pada abad selanjutnya. Di pandang dari segi sejarah kebudayaan, maka maka tugas memelihara dan menyebarkan ilmu pengetahuan itu tidaklah kecil nilainya dibanding dengan mencipta ilmu pengetahuan.

Di antara yang mendorong timbulnya pembaharuan dan kebangkitan Islam adalah:

Pertama, paham tauhid yang dianut kaum muslimin telah bercampur dengan kebiasaan-kebiasaan yang dipengaruhi oleh tarekat-tarekat, pemujaan terhadap orang-orang yang suci dan hal lain yang membawa kepada kekufuran.

Kedua, sifat jumud membuat umat Islam berhenti berfikir dan berusaha, umat Islam maju di zaman klasik karena mereka mementingkan ilmu pengetahuan, oleh karena itu selama umat Islam masih bersifat jumud dan tidak mau berfikir untuk berijtihad, tidak mungkin mengalami kemajuan, untuk itu perlu adanya pembaharuan yang berusaha memberantas kejumudan.

Ketiga, umat Islam selalu berpecah belah, maka umat Islam tidaklah akan mengalami kemajuan. Umat Islam maju karena adanya persatuan dan kesatuan, karena adanya persaudaran yang diikat oleh tali ajaran Islam. Maka untuk mempersatukan kembali umat Islam bangkitlah suatu gerakan pembaharuan.

Keempat, hasil dari kontak yang terjadi antara dunia Islam dengan Barat. Dengan adanya kontak ini umat Islam sadar bahwa mereka mengalami kemunduran dibandingkan dengan Barat,


C. Landasan Bagi Pembaharuan Islam
Di antara landasan dasar yang dapat dijadikan pijakan bagi upaya pembaruan Islam adalah landasan teologis, landasan normatif dan landasan historis.
• Landasan Teologis
Menurut Achmad Jainuri dikatakan bahwa ide tajdid berakar pada warisan pengalaman sejarah kaum muslimin. Warisan tersebut adalah landasan teologis yang mendorong munculnya berbagai gerakan tajdid (pembaruan Islam).
• Landasan Normatif
Landasan normatif yang dimaksud dalam kajian ini adalah landasan yang diperoleh dari teks-teks nash, baik al-Qur’an maupun al-Hadis.
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar Rad : 11)
• Landasan Historis
Sebagai pijakan bagi kontinuitas gerakan pembaruan Islam kini dan yang akan datang.

D. Tujuan Pembaruan dalam Islam
Tujuan pokok dari pembaruan Islam adalah:

• Pertama, purifikasi ajaran Islam
• Kedua, menjawab tantangan jaman
Untuk mewujudkan kedua tujuan di atas, maka ijtihad dapat dipandang sebagai metode pokok untuk berjalannya gerakan pembaruan Islam (tajdid).

E. Ruang Lingkup Pembaharuan Dalam Dunia Islam
1. Dibidang aqidah dan ibadah, pembaharuan di maksudkan untuk memurnikan ajaran islam dari unsur-unsur asing dan kembali kepada ajaran yang murni dan utuh, sehingga iman menjadi suci karena terus diperbaharui. Ini sesuai dengan hadis Nabi :
Dari Abu Hurairah, bahwasannya Nabi Saw bersabda, Tuhanmu berfirman : “Jaddidu manakum”, perbaharuilah imanmu”(Hadist riwayat Ahmad).
2. Di bidang muamalah duniawiyah, pembaharuan dimaksudkan sebagai upaya modernisasi atau pengembangan dalam aspek social, ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan lain-lain sepanjang tidak bertentangan dengan dan di bawah panduan Al-Qur’an dan Hadis. Di sini umat islam bebas melakukan kreasi, inovasi, dan reformasi kehidupan masyarakat muslim dengan berbagai metode dan pendekatan.

F. Tokoh-Tokoh Pembaharu dan Ide-Ide Pembaharuannya
1. Ibnu Taimiyah (1263-1328)
Nama lengkapnya Taqiyuddin Abu Abbas Ahmad, lahir di Harran, turki pada 22 Januari 1263, dan meninggal pada 27 September 1328.
Adapun beberapa upaya pembaharuannya antara lain sebagai berikut.
Pertama, sebagian besar aktivitasnya diarahkan untuk memurnikan paham tauhid. Ia menentang segala bentuk bid’ah, takhyul dan khurafat. Menurutnya, aqidah tauhid yang benar adalah aqidah salaf aqidah yang bersumber dari teks al-Qur’an dan hadis, bukan diambil dari dalil-dalil rasional dan filosofis.
Kedua, ia menyampaikan seruan agar umat islam menghidupkan ruh kembali menggali ajaran-ajaran al-Qur’an dan hadis.
Ketiga, menentang taklid. Taklid adalah sikap yang membuat umat islam mundur, sebab taklid berarti menutup pintu ijtihad, membuat otak menjadi beku.
Keempat, di dalam berijtihad tidak terikat mazhab atau imam.
Kelima, dalam bidang hukum Islam Ibnu Taimiyah menawarkan suatu metode baru yaitu mempertimbangkan aspek-aspek hikmah dalam keputusan/ penerapan hukum Islam.

2. Muhammad Ibn Abdul Wahhab (1730-1791)
Nama lengkapnya Muhammad Abn Abdul Wahhab Ibn Sulayman Ibn Ali Ibn Muhammad Ibn Ahmad Ibn Rashid Al-Tamimi. Lahir di Uyaynah pada 1730 M/1115 H. Inti gerakan pembaharuannya sebagai berikut :
Pertama, pembaharuan islam yang paling utama disandarkan pada persoalan tauhid.
Kedua, Wahhab sangat tidak setuju dengan pendukung tawassul.
Ketiga, sumber-sumber syari’ah islam adalah al-Qur’an dan sunnah.
Keempat, pentingnya Negara dalam memberlakukan secara paksa syari’ah dalam masyarakat.

3. Jamaluddin al-Afghani (1838/1839-1897)
Gagasan pembaharuannya meliputi :
Pertama, dari sudut pandangan islam tradisional Jamaluddin mengemukakan pentingnya kepercayaan pada akal dan hukum alam, yang tidak bertentangan dengan kepercayaan pada Tuhan.
Kedua, ia berhasil mendukung kebangkitan nasionalisme di Mesir dan India.
Ketiga, Jamaluddin menyatakan ide tentang persamaan antara pria dan wanita dalam beberapa hal.

4. Muhammad Abduh (1848-1905)
Muhammad Abduh lahir pada 1848-1905 M di sebuah desa propinsi Gharbiyyah, Mesir. Ada tiga pranata yang menjadi sasaran pembaharuannya, yaitu pendidikan, hukum, dan wakaf.
Pertama, pembaharuan di bidang pendidikan dipusatkan di al-azhar
Kedua, pembaharuan di bidang hukum. Usahanya adalah memperbaiki kesalahan pandangan masyarakat. Bahkan pandangan para mufti sendiri tentang kedudukan mereka sebagai hakim.
Ketiga, ia membentuk majelis administrasi wakaf dan ia duduk sebagai anggota . Ia berhasil memasukkan perbaikan masjid sebagai salah satu sasaran rutin penggunaan dana wakaf.


G. Gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia
Gerakan pembaharuan di Indonesia mulai tumbuh pada awal abad ke 20. Organisasi pembaharuan pertama yang didirikkan adalah Jamiatul Khair pada 15 juli 1905. Kegiatan yang menjadi perhatian organisasi ini meliputi dua bidang yaitu pendirian dan pembinaan sekolah pada tingkat dasar dan pengiriman anak-anak muda ke turki untuk melanjutkan study.
Selanjutnya yaitu organisasi islam al-irsyad yang berjasa dalam mendirikkan banyak lembaga sekolah dari tinggkat dasar hingga sekolah guru. Ia juga menerbitkan buku-buku dan pamflet-pamflet.
Organisasi sosial Islam yang terpenting dan terbesar awal abad 20 hingga sekarang adalah Muhammadiyah yang didirikkan oleh K.H. Ahmad Dahlan tanggal 18 Nopember 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330.
. Muhammadiyah adalah gerakan dakwah islam yang dari semula gigih menentang praktek-praktek ke agamaan muslim yang menyimpang dari ajaran islam yang murni dan utuh, sesuai dengan Firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 105, yaitu:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS.Ali Imran : 105)
Oleh karena itu seluruh bentuk bid’ah takhayul dan khurafat, baik dalam bidang aqidah maupun ibadah di berantas oleh Muhammadiyah.
Sebagai gerakan yang berlandaskan agama, maka ide pembaharuan muhammadiyah di tekankan pada usaha untuk memurnikan Islam dari pengaruh tradisi dan kepercayaan lokal yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Upaya pembaharuan yang dilakukan antara lain Muhammadiyah gigih mempertahankan pendapat bahwa pintu ijtihad masih tetap terbuka, di bidang sosial muhammadiyah mempelopori pendayagunaan modal yang ada yang berasal dari zakat, infaq dan sedekah kedalam bentuk amal usaha seperti rumah sakit, panti asuhan, dan beberapa lembaga sosial yang lain.
Di bidang pendidikan muhammadiyah mendirikkan sekolah-sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak atau Aisyiyah Bustanul Athfal, SD atau Madrasah, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Sistem pendidikan yang diperkenalkan oleh Muhammadiyah adalah suatu bentuk pembaharuan yang memadukan antara unsur lama yaitu Islam sebagai dasar pembaharuan dengan unsur baru yaitu metodologi yang diambil dari sistem pendidikan modern.
Pada intinya gerakan pembaharuan yang dilakukan Muhammadiyah yakni memperbaharui cara pandang atau paham tentang Islam guna menjawab persoalan-persoalan yang bersifat kekinian.










BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Pembaharuan Islam adalah upaya untuk menyesuiakan paham keagamaan Islam dengan perkembangan dan yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan terknologi Modern. Dengan demikian pembaharuan dalam Islam ukan berarti mengubah, mengurangi atau menambahi teks Al-Quran maupun Hadits, melainkan hanya menyesuaikan paham atas keduanya.
Adapun yang mendorong timbulnya pembaharuan dan kebangkitan Islam adalah:
Pertama, paham tauhid yang dianut kaum muslimin telah bercampur dengan kebiasaan-kebiasaan yang dipengaruhi oleh tarekat-tarekat, pemujaan terhadap orang-orang yang suci dan hal lain yang membawa kepada kekufuran.
Kedua, sifat jumud membuat umat Islam berhenti berfikir dan berusaha, umat Islam maju di zaman klasik karena mereka mementingkan ilmu pengetahuan, oleh karena itu selama umat Islam masih bersifat jumud dan tidak mau berfikir untuk berijtihad, tidak mungkin mengalami kemajuan, untuk itu perlu adanya pembaharuan yang berusaha memberantas kejumudan.
Ketiga, umat Islam selalu berpecah belah, maka umat Islam tidaklah akan mengalami kemajuan.
Keempat, hasil dari kontak yang terjadi antara dunia Islam dengan Barat.

Adapun tujuan dari pembaharuan dalam dunia Islam yaitu :
a. Mengembalikan ajaran Islam kepada unsur aslinya, dengan bersumberkan Al-Qur’an dan Hadist, dan membuang segala bid’ah, khurafat, tahayul dan mistik.
b. Menyatakan dan membuka kembali pintu ijtihad.

B. Saran
Adapaun saran yang dapat kami sampaikan kepada pembaca melalui makalah ini yaitu. sebagai berikut:
Pertama, pembaruan Islam (tajdid) merupakan suatu keharusan karena ajaran Islam yang rahmah li al’alamin serta sebagai agama “pamungkas” menuntut adanya upaya rasionalisasi dan konteks-tualisasi sesuai dengan semangat jaman. Hal itu karena pada hakikatnya pembaruan Islam merupakan ikhtiar melakukan rasionalisasi dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam segala ranah kehidupan.
Kedua, keharusan bagi upaya tajdid setidaknya memiliki tiga landasan dasar yaitu landasan teologis, landasan normatif, dan landasan historis. Artinya bahwa gerakan tajdid dilaksanakan dengan dasar dan pijakan yang kuat.
Ketiga, agar tajdid dalam Islam dapat terimplementasikan dan teraktualisasikan, maka ijtihad harus dijalankan karena tajdid dan ijtihad hakikatnya merupakan dua hal yang saling terkait















DAFTAR PUSTAKA

Asmuni, Yusran. 1998. Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan dalam Dunia Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Dr. Murodi,MA, 2004, Sejarah Kebudayaan Islam, Semarang : Pt Karya Toha Putra.
Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar,. 2002. Umat Islam Menyongsong Peradaban Baru, Penerbit AMZAH
Drs. Mahsyar Idris,M,Ag,. 2007. Studi Tentang Muhammadiyah, Parepare : Lembaga Penerbitan Universitas Muhammadiyah Parepare.
Mulkhan, Abdul Munir. 1995. Teologi dan Demokrasi Modernitas Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mundzirin Yusuf, dkk. 2006. Sejarah Peradaban Islam di Indonesia, Yogyakarta: Penerbit Pustaka.
Nasution, Harun. 2003. Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Jakarta: Bulan Bintang.
Nata, Abuddin. 2008. Metodologi Studi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Suharsono, dkk, 1999. Pola Transformasi Islam, Jakarta : Inisiasi Press,.
http://muhtarom84.blogspot.com/2009/10/pengertian-dan-latar-belakang.html
http///ww.google.com. Gunawan’s Site, Gerakan Pembaharuan Islam
http://yayang08.wordpress.com/2009/02/17/al-islam-dan-kemuhammadiyahan/

More...

Jumat, 14 Januari 2011

Sungkyunkwan Scandal (Message Part 1)



Dia adalah sarjana yang terpelajar, tapi dia buta dalam mengurus orang, jika kau memberikan pisau pada orang itu, maka ia adalah tabib tidak berpengalaman yang membunuh manusia, mengapa orang yang menjual tulisan demi beras adalah pencuri, dan orang yang menjual tulisan untuk kekuasaan adalah warga negara yang baik. (Yoon Hee)



Jangan terlalu mudah menundukkan kepalamu, dan jangan berlutut di depan sembarang orang. Itu akan menjadi kebiasaan, dan sekali sudah menjadi kebiasaan, itu akan susah dihilangkan. (Jae Shin)



Malam pendek ini membuat malam panjang tidak ada artinya. Aku tidak akan menukar malam pendek ini untuk kesenangan malam yang terpanjang. (Cho Sun)


Tradisi inisiasi ini ditujukan persis untuk orang brengsek seperti dirimu. Orang yang lahir dengan hak istimewa yang tidak pernah menganggap siapapun. Tradisi ini diciptakan untuk bajingan rendah seperti dirimu. Mengapa? Karena ini Sungkyunkwan. Tidak peduli siapa ayahmu atau berapa banyak rumah yang dimiliki keluargamu, disini semuanya adalah siswa baru ketika mereka datang. Jadi berhenti bersikap arogan dan sombong, Itu pelajaran dari tradisi ini.(Yong Ha)



Seorang pahlawan tidak berpikiran tertutup, juga tidak keras kepala dan berprasangka. Berpikir kalau tidak ada yang bisa dipelajari dari Barat adalah contoh dari pikiran yang tertutup. Jika kau mengejar pengetahuan tapi membiarkan pengetahuan itu membatasi kalian, maka otak kalian akan kaku. Dengan kata lain orang dengan sedikit pengetahuan akan mudah sekali terperangkap dalam pemikiran sempit-nya. Jadi kalian harus belajar keras untuk mencari kebenaran. (Prof Jung)


Bergaul dan berteman-lah. Itulah yang harus kau lakukan jika ingin jadi pejabat pemerintah. Berhenti berlagak kalau kau terhormat dan mulia. (Jae Shin)


Yang bisa dibeli pria dengan kekuasaan-nya hanyalah semalam dengan wanita. Tapi pria yang tidak memiliki apa-apa tapi bisa mendapatkan hati wanita..pria itu bisa memiliki hati itu selamanya. (Cho Sun)


Menteri, orang tua yang percaya kalau putranya adalah kriminal menguburnya dalam hatinya. Tapi anak yang sudah kehilangan orang tuanya menghabiskan sepanjang hidupnya mencoba menemukan jejak apa saja yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Itu adalah cara manusia. (Raja Jeongjo)

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memilih orang tuanya atau terlahir seperti yang mereka inginkan. Hanya ada satu hal yang bisa kau pilih sendiri untuk dirimu. Bagaimana kau akan hidup hari ini. Apa kau pernah berkata kau tidak memiliki keluarga terkenal? Kau pasti merasa kalau dunia ini tidak adil! Aku yakin kau juga pasti ingin mengeluh. Jadi, apa kau akan menjalani sisa hidupmu dengan mengeluh dan mengasihani diri sendiri? Dunia memang tidak adil, tapi membebaskan diri dari ikatannya adalah pilihanmu. semua orang berdiri di depan sasaran mereka dan bertanggung jawab sampai panah terakhir ditembakkan. (Sun Joon)

thanks to : http://kadorama-recaps.blogspot.com

More...

Kamis, 13 Januari 2011

Fatimah Az-Zahra

Pada suatu hari di Madinah, ketika Nabi Muhammad berada di masjid sedang dikelilingi para sahabat, tiba-tiba anaknya tercinta Fatima, yang telah menikah dengan Ali –prajurit umat Islam yang terkenal– datang pada Nabi. Dia meminta dengan sangat kepada ayah nya untuk dapat meminjam seorang pelayan yang dapat membantunya dalam melaksanakan tugas pekerjaan rumah. Dengan tubuhnya yang ceking dan kesehatannya yang buruk, dia tidak dapat melaksanakan tugas menggiling jagung dan mengambil air dari sumur yang jauh letaknya, di samping juga harus merawat anak-anaknya.


Nabi tampak terharu mendengar permohonan si anak, tapi sementara itu juga Beliau menjadi agak gugup. Tetapi dengan menekan perasaan, Beliau berkata kepada sang anak dengan sinis, “Anakku tersayang, aku tak dapat meluangkan seorang pun di antara mereka ya ng terlibat dalam pengabdian ‘Ashab-e Suffa. Sudah semestinya kau dapat menanggung segala hal yang berat di dunia ini, agar kau mendapat pahalanya di akhirat nanti.” Anak itu mengundurkan diri dengan rasa yang amat puas karena jawaban Nabi, dan selanjutnya tidak pernah lagi mencari pelay an selama hidupnya.

Fatima Az-Zahra si cantik dilahirkan delapan tahun sebelum Hijrah di Mekkah dari Khadijah, istri Nabi yang pertama. Fatima ialah anak yang keempat, sedang yang lainnya: Zainab, Ruqaya, dan Ummi Kalsum.

Fatima dibesarkan di bawah asuhan ayahnya, guru dan dermawan yang terbesar bagi umat manusia. Tidak seperti anak-anak lainnya, Fatima mempunyai pembawaan yang tenang dan perangai yang agak melankolis. Badannya yang lemah, dan kesahatannya yang buruk men yebabkan ia terpisah dari kumpulan dan permainan anak-anak. Ajaran, bimbingan, dan aspirasi ayahnya yag agung itu membawanya menjadi wanita berbudi tinggi, ramah-tamah, simpatik, dan tahu mana yang benar.

Fatimah, yang sangat mirip dengan ayahnya, baik roman muka maupun dalam hal kebiasaan yang saleh, adalah seorang anak perempuan yang paling diayang ayahnya dan sangat berbakti terhadap Nabi setelah ibunya meninggal dunia. Dengan demikian, dialan yang sang at besar jasanya mengisi kekosongan yang ditinggalkan ibunya.

Pada beberapa kesempatan Nabi Muhammad SAW menunjukkan rasa sayang yang amat besar kepada Fatima. Suatu saat Beliau berkata, “O… Fatima, Allah tidak suka orang yang membuat kau tidak senang, dan Allah akan senang orang yang kau senangi.”

Juga Nabi dikabarkan telah berucap: “Fatima itu anak saya, siapa yang membuatnya sedih, berarti membuat aku juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga.”

Aisyah, istri Nabi tercinta pernah berkata, “Saya tidak pernah berjumpa dengan sosok probadi yang lebih besar daripada Fatima, kecuali kepribadian ayahnya.”

Atas suatu pertanyaan, Aisyah menjawab, “Fatima-lah yang paling disayang oleh Nabi.”

Abu Bakar dan Umar keduanya berusaha agar dapat menikah denga Fatima, tapi Nabi diam saja. Ali yang telah dibesarkan oleh Nabi sendiri, seorang laki-laki yang padanya tergabung berbagai kebajikan yang langka, bersifat kesatria dan penuh keberanian, kesal ehan, dan kecerdasan, merasa ragu-ragu mencari jalan untuk dapat meminang Fatima. Karena dirinya begitu miskin. Tetapi akhirnya ia memberanikan diri meminang Fatima, dan langsung diterima oleh Nabi. Ali menjual kwiras (pelindung dada dari kulit) milikn ya yang bagus. Kwiras ini dimenangkannya pada waktu Perang Badar. Ia menerima 400 dirham sebagai hasil penjualan, dan dengan uang itu ia mempersiapkan upacara pernikahannya. Upacara yang amat sederhana. Agaknya, maksud utama yang mendasari perayaan it u dengan kesederhanaa, ialah untuk mencontohkan kepada para Musllim dan Musllimah perlunya merayakan pernikahan tapa jor-joran dan serba pamer.

fatima hampir berumur delapan belas tahun ketika menikah dengan Ali. Sebagai mahar dari ayahnya yang terkenal itu, ia memperoleh sebuah tempat air dari kulit, sebuah kendi dari tanah, sehelai tikar, dan sebuah batu gilingan jagung.

Kepada putrinya Nabi berkata, “Anakku, aku telah menikahkanmu dengan laki laki yang kepercayaannya lebih kuat dan lebih tinggi daripada yang lainnya, dan seorang yang menonjol dalam hal moral dan kebijaksanaan.”

Kehidupan perkawinan Fatima berjalan lanjcar dalam bentuknya yang sangat sederhana, gigih, dan tidak mengenal lelah. Ali bekerja keras tiap hari untuk mendapatkan nafkah, sedangkan istrinya bersikap rajin, hemat, dan berbakti. Fatima di rumah melaksanak an tugas-tugas rumah tangga; seperti menggiling jagung dan mengambil air dari sumur. Pasangan suami-istri ini terkenal saleh dan dermawan. Mereka tidak pernah membiarkan pengemis melangkah pintunya tanpa memberikan apa saja yang mereka punyai, meskipun m ereka sendiri masih lapar.

Sifat penuh perikemanusiaan dan murah hati yang terlekat pada keluarga Nabi tidak banyak tandingannya. Di dalam catatan sejarah manusia, Fatima Zahra terkenal karena kemurahan hatinya.

Pada suatu waktu, seorang dari suku bani Salim yang terkenal kampiun dalam praktek sihir datang kepada Nabi, melontarkan kata-kata makian. Tetapi Nabi menjawab dengan lemah-lembut. Ahli sihir itu begitu heran menghadapi sikap luar biasa ini, hingga ia m emeluk agama Islam. Nabi lalu bertanya: “Apakah Anda berbekal makanan?” Jawab orang itu: “Tidak.” Maka, Nabi menanyai Muslimin yang hadir di situ: “Adakah orang yang mau menghadiahkan seekor unta tamu kita ini?” Mu’ad ibn Ibada menghadiahkan seekor unta. Nabi sangat berkenan hati dan melanjutkan: “Barangkali ada orang yang bisa memberikan selembar kain u ntuk penutup kepala saudara seagama Islam?” Kepala orang itu tidak memaki tutup sama sekali. Sayyidina Ali langsung melepas serbannya dan menaruh di a tas kepala orang itu. Kemudian Nabi minta kepada Salman untuk membawa orang itu ke tempat seseorang saudara seagama Islam yang dapat memberinya makan, karena dia lapar.

Salman membawa orang yang baru masuk Islam itu mengunjungi beberapa rumah, tetapi tidak seorang pun yang dapat memberinya makan, kearna waktu itu bukan waktu orang makan.

Akhirnya Salman pergi ke rumah Fatima, dan setelah mengetuk pintu, Salman memberi tahu maksud kunjungannya. Dengan air mata berlinang, putri Nabi ini mengatakan bahwa di rumahnya tidak ada makanan sejak sudah tiga hari yang lalu. Namun putri Nabi itu en ggan menolak seorang tamu, dan tuturnya: “Saya tidak dapat menolak seorang tamu yang lapar tanpa memberinya makan sampai kenyang.”

Fatima lalu melepas kain kerudungnya, lalu memberikannya kepada Slaman, dengan permintaan agar Salman membawanya barang itu ke Shamoon, seorang Yahudi, untuk ditukar dengan jagung. Salman dan orang yang baru saja memeluk agama Islam itu sangat terharu. Dan orang Yahudi itu pun sangat terkesan atas kemurahan hati putri Nabi, dan ia juga memeluk agama Islam dengan menyatakan bahwa Taurat telah memberitahukan kepada golongannya tentang berita akan lahirnya sebuah keluarga yang amat berbudi luhur.

Salman balik ke rumah Fatima dengan membawa jagung. Dan dengan tangannya sendiri, Fatima menggiling jagung itu, dan membakarnya menjadi roti. Salman menyarankan agar Fatima menyisihkan beberapa buath roti intuk anak-anaknya yang kelaparan, tapi dijawab bahwa dirinya tidak berhak untuk berbuat demikian, karena ia telah memberikan kain kerudungnya uitu untuk kepentinga Allah.

Fatima dianugerahi lima orang anak, tiga putra: Hasan, Husein, dan Muhsin, dan dua putri: Zainab dan Umi Kalsum. Hasan lahir pada tahun kegia dan Husein pada tahun keempat Hijrah. Muhsin meninggal dunia waktu masih kecil.

Fatima merawat luka Nabi sepulangnya dari Perang Uhud. Fatima juga ikut bersama Nabi ketika merebut Mekkah, begitu juga ia ikut ketika Nabi melaksanakan ibadah Haji Waqad, apda akhir tahun 11 Hijrah.

Dalam perjalanan haji terakhir ini Nabi jatuh sakit. Fatima tetap mendampingi beliau di sisi tempat tidur. Ketika itu Nabi membisikkan sesuatu ke kuping Fatima yang membuat Fatima menangis, dan kemudian Nabi membisikkan sesuatu lagi yang membuat Fatima tersenyum. Setelah nabi wafat, Fatima menceritakan kejadian itu kepada Aisyah. Ayahnya membisikkan bertia kematianya, itulah yang menyebabkan Fatima menangis, tapi waktu Nabi mengatakan bahwa Fatima-lah orang pertama yang akan berkumpul dengannya di ala m baka, maka fatima menjadi bahagia.

Tidak lama setelah Nabi wafat, Fatima meninggal dunia, dalam tahun itu juga, eman bulan setelah nabi wafat. Waktu itu Fatima berumur 28 tahun dan dimakamkan oleh Ali di Jaat ul Baqih (Medina), diantar dengan dukacita masyarakat luas.
Fatima telah menjadi simbol segala yang suci dalam diri wanita, dan pada konsepsi manusa yang paling mulia. Nabi sendiri menyatakan bahwa Fatima akan menjadi “Ratu segenap wanita yang berada di Surga.”

http://bai4.wordpress.com/2010/07/13/fatimah-az-zahra/

Sumber: “Seratus Muslim Terkemuka” oleh Jamil Ahmad.
More...

Sabtu, 08 Januari 2011

Ringkasan Buku Studi tentang Muhammadiyah (Drs. Mahsyar Idris, M. Ag)

BAB I. PEMBARUAN KH. AHMAD DAHLAN DAN GAGASAN
A. Latar Belakang Kehidupan Ahmad Dahlan
Ahmad Dahlan lahir pada tahun 1868 M / 1268 H, di Kauman Yogyakarta. Fase pendidikan yang ditempuh Ahmad Dahlan melalui tiga fase, yaitu:

- Fase kanak-kanak dan remaja (fase pembinaan), pendidikan Ahmad Dahlan tidak melalui pendidikan formal melainkan dididik langsung oleh orang tuanya dan melalui mengaji pada guru lain seperti ilmu fiqih, qiraah, dan ilmu hadist.
- Fase pemuda (memperluas ilmu), fase ini berlangsung di Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji pada usia 20 tahun, beliau bermukim beberapa tahun untuk menntut ilmu agama seperti : tafsir, Al-Quran, Teologi, Hukum Islam, dan stronomi.
- Fase pemantapan keilmuan, Pada usia 34 beliau melaksanakan haji kedua sekaligus memperdalam studi Islam tradisional kepada ulama termasyhur, seperti KH.Mahful Termas, KH.Muhtaram, Syaikh Said Yamani, Mufti Syafi’I, dsb. Beliau juga membaca karya-karya Ibn Taimiyah, Ibn Qayyim, Jamaluddin al Afghani, Muhammad Abduh, Muh Rasyid Ridha, dsb.
B. Gagasan Pemikiran dan Pembaharuan
Hasil konkrit dari studinya di Mekkah, setelah menuanaikan ibadah haji pertama dan kedua dapat dilihat dalam aktivitas keagamaan Ahmad Dahlan, misalnya pembenahan arah kiblat (1897), masalah pemberian garis shaf untuk shalat (1897), renovasi pembangunan mushala, namun kemudian dibakar masyarakat (1897), dan perluasan pembangunan dan pengembangan pesantren milik ayahnya.
Dalam rentang waktu 14 tahun (1889-1913), fokus aktivitas Ahmad Dahlan lebih pada tataran purifikasi ajaran Islam, mencakup pemurnian di bidang akidah dan ibadah.Pola masyarakat yang dituju Ahmad Dahlan ialah ingin membentuk masyarakat sekarang ini dengan mengislamkan aspek-aspek kehidupan yang belum Islam, dalam arti berpedoman pada Al Quran dan Sunnah sebagaimana pada masa Rasulullah.
Pada tahun 1911 Ahmad Dahlan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah yang menggabungkan system pendidikan pesantren dengan system pendidikan Barat. Dalam bidang hukum, Ahmad Dahlan menggunakan sumber Hukum Islam AlQur’andan Hadist, Ijma dan Qiyas atau penalaran. Ahmad Dahlan termasuk pembaharu yang gigih memperjuangkan nasib rakyat kecil dan kaum wanita.
BAB II. LATAR BELAKANG DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG KH. AHMAD DAHLAN MENDIRIKAN MUHAMMADIYAH
A. Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah.
1. Persentuhan KH. Ahmad Dahlan dengan pemikiran pembaharu dunia Islam
a. Pengertian dan ruang lingkup pembaharuan
Pembaharuan dalam Bahasa Arab disebut tajdid, yaitu mengembalikan ajaran agama sebagaiman yang dilakukan ulama salaf. Tajdid juga berarti mempersembahkan sesuatu yang benar-benar baru, kecenderungan reformasi dan modernisasi. Adapun ruang lingkuppembaharuan Islam meliputi bidang akidah dan ibadah, serta bidang muamalah duniawiyah.
b. Tokoh-tokoh pembaharu
1. Ibnu Taimiyah, sebagian besar aktivitasnya diarahkan untuk memurnikan paham tauhid, menggali ajaran-ajaran AlQuran dan Hadist, dan menentang taklid.
2. Muhammad Ibn Abdul Wahhab, inti gerakan pembaharuannya disandarkan pada persoalan tauhid, sumber-sumber syari’ah islam adalah al-Qur’an dan sunnah, serta memberlakukan syari’ah dalam masyarakat.
3. Jamaluddin al-Afghani, gagasan pembaharuannya meliputi pentingnya kepercayaan pada akal dan hukum alam, dan menyatakan ide tentang persamaan antara pria dan wanita dalam beberapa hal.
4. Muhammad Abduh, Ada tiga pranata yang menjadi sasaran pembaharuannya, yaitu pendidikan, hukum, dan wakaf.
c. Gerakan pembaharuan Islam di Indonesia
Gerakan pembaharuan di Indonesia mulai tumbuh pada awal abad ke 20, diantaranya Jamiatul Khair, organisasi islam al-irsyad, muhammadiyah yang didirikkan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Sebagai gerakan yang berlandaskan agama, maka ide pembaharuan muhammadiyah di tekankan pada usaha untuk memurnikan Islam dari pengaruh tradisi dan kepercayaan lokal yang bertentangan dengan ajaran Islam.
2. Dorongan aspirasi tentang nasib umat Islam ke depan
Dorongan ini merupakan akumulasi dari pengamatan terhadap realitas kehidupan masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di dorong oleh aspirasinya yang besar tentang masa depan Islam Indonesia.
B. Faktor-Faktor yang mendorong KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah
1. Pemahaman KH. Ahmad Dahlan terhadap ajaran Islam
Hasil Pemahaman Ahmad Dahlan terhadap ajaran Islam melalui kajian-kajian yang dilakukan member inspirasi tentang masa depan Islam Indonesia, Ahmad Dahlan berpendapat perlunya rekonstruksi menyeluruh masyarakat muslim Indonesia, mulai etos kerja, konstruksi keilmuan, samapi meodologi pemahaman Islam yang tepat.
2. Pengaruh kondisi internal dan eksternal umat Islam
Kondisi internal yakni ajaram Islam yang dipengaruhi oleh budaya local yang sebelumnya telah berkembang di Indonesia, banyak praktek-praktek keagamaan yang tidak lagi didasarkan pada Al Quran dan Sunnah yang mengarah kepada bid’ah, takhayul, dan khurafat.
Kondisi eksternal antara lain masyarakat Indonesia yang masih dijajah oleh pemerintah Kolonial Belanda, sehingga kebijakan-kebijakan seperti pendidikan, perekonomian, politik dan sebagainya diatur oleh pemerintah Kolonial Belanda

C. Proses Pendirian Muhammadiyah
- Langkah pertama, berdiskusi dengan guru Kweekschool yang menyetujui berdirinya persyarikatan dengan melibatkan SDM dan cendekiawan.
- Langkah kedua, mengadakan pertemuan dengan orang-orang dekat membahas nama, maksud, dan tujuan perkumpulan. Ahmad Dahlan member nama Muhammadiyah.
- Langkah ketiga, mengusulkan berdirinya Muhammadiyah kepada pemerintah Hindia Belanda. Pada 18 November 1912 / 18 Dzulhijjah 1330, permohonan dikabulkan.
- Langkah keempat, mengadakan rapat pengurus, dimana Ahmad Dahlan sebagai ketua.
- Langkah kelima, memproklamirkan berdirinya Muhammadiyah kepada masyarakat umum.
D. Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
Rumusan maksud dan tujuan Muhammadiyah pada Muktamar ke 44 di Jakarta pada tahun 2000 (rumusan ketujuh) yaitu “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
E. Penjelasan Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
- Menegakkan, berarti membuat dan mengupayakan agar tetap tegak dan tidak roboh.
- Menjunjung tinggi, menjunjung di atas segala-galanya, serta menghormatinya.
- Agama Islam, yaitu agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya, sebagai rahmat bagi umat manusia sepanjang zaman
- Terwujud, berarti menjadi kenyataan
- Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, artinya bersumber pada Al-Quran dan Hadist.
BAB III. IDENTITAS GERAKAN MUHAMMADIYAH
A. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam
Untuk melaksanakan dan memperjuangkan keyakinan dan cita-cita hidupnya, Muhammadiyah selalu mendasarkan pada prinsip-prinsip ajaran Islam, karena adanya keyakinan bahwa hanya Islamlah ajaran yang mampu mengatur kehidupan manusia.
B. Muhammadiyah sebagai gerakan Dakwah
Dalam mewujudkan cita-cita dan keyakinan, Muhammadiyah melakukan dakwah Islam, yaitu seruan dan ajakan kepada seluruh umat manusia untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam meliputi amar ma’ruf nahi mungkar.
C. Muhammadiyah sebagai gerakan Tajdid
Muhammadiyah dikenal sebaga gerakan tajdid karena selalu berupaya melakukan koreksi dan evaluasi terhadap berbagai pemikiran dan pengamalan keagamaan yang disesuaikan dengan Al Quran dan Sunnah.
BAB IV. LANDASAN NORMATIF DAN OPERASIONAL MUHAMMADIYAH
A. Landasan Normatif Muhammadiyah
1. Mukaddimah anggaran dasar
Mukaddimah anggaran dasar Muhammadiyah merupakan rumusan konsepsi dari perintah dan ajaran Al Quran dan Sunnah tentang pengabdian manusi kepada Allah, amal dan perjuangan setiap manusia muslim.
2. Kepribadian muhammadiyah
Matan Rumusan kepribadian muhammadiyah mencakup 4 hal, yakni : apakah muhammadiyah itu?, dasar amal usaha muhammadiyah, pedoman amal usaha dan perjuangan muhammadiyah, dan sifat muhammadiyah.
3. Matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah
Rumusan MKCH Muhammadiyah ditetapkan dalam siding tanwir tahun 1969 di Ponorogo. Rumusan tersebut sebenarnya merupakan kesadaran beragama dan berbangsa di kalangan Muhammadiyah.

B. Landasan Operasional Muhammadiyah
1. AD/ART Muhammadiyah
Anggaran Dasar Muhammadiyah merupakan anggaran pokok yang mneyatakan dasar, maksud dan tujuan, peraturan pokok organisasi, dan usaha yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Penjelasan Anggaran Dasar dicantumkan dalam Anggaran Rumah Tangga.
2. Khitah perjuangan Muhammadiyah
Khitah Perjuangan Muhammadiyah yaitu :
- Hakikat Muhammadiyah
- Muhammadiyah dan Masyarakat
- Muhammadiyah dan Politik
- Muhammadiyah dan Ukhuwah Islamiyah
- Dasar Program Muhammadiyah
3. Visi-Misi Muhammadiyah
Visi Muhammadiyah adalah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan As- Sunnah.
Misi Muhammadiyah yakni :
- Menegakkan keyakinan tauhid yang murni
- Memahami agama dengan menggunakan akal pikiran sesuai jiwa ajaran Islam
- Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Quran
- Mewujudkan amalan-amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.
4. Keputusan- Keputusan Muhammadiyah
Di antara keputusan Muktamar Muhammadiyah antara lain adalah terciptanya kualitas dan keunggulan sumber daya manusia, amal usaha, dan gerakan Muhammadiyah disertai dengan peranan Muhammadiyah dalam pemberdayaan umat Islam dan reformasi kehidupan bangsa menuju terwujudnya “Masyarakat Utama yang Diridhai Allah Swt”.

Ela Nurellah Masti..
TI 08 A2
More...

Senin, 03 Januari 2011

Facebook Aplication : Ramalan Shiomu di tahun 2011


Shio anda adalah Ular. Berikut adalah prediksi kehidupan anda di tahun 2011:
Anda selalu menganggap hidup sebagai komedi daripada tragedi, dan ini mempertahankan diri anda dari pesimisme dan keputusasaan. Oleh karenaitu anda akan menikmati diri di tahun ini, walaupun melakukan hal-hal bodoh, tetapi selalu akan batas-batas yang waja...r. Selain itu, anda akan mempelajari filsuf, khususnya agar tahu bagaimana membuat filsafat yang menyenangkan, seperti Montaigne dan Pascal.
Jika anda terus di jalan ini, anda akan memiliki kesempatan untuk menghabiskan tahun ini secara menguntungkan. Hati-hati, walau bagaimanapun, anda tidak harus tetap percaya bahwa semua orang adalah bodoh kecuali diri anda sendiri. More...

Rabu, 22 Desember 2010

Makna Warna Hijau



Warna hijau sebagai simbol alam. Warna hijau adalah simbol dari keseimbangan kehidupan, pertumbuhan yang sehat dan kesuburan. Dalam gambar atau lukisan warna ini sering digunakan untuk menggambarkan alam. Efek dari warna alami ini adalah sejuk, teduh, santai, segar, menenangkan dan memberikan suasana harmonis .

Warna hijau dari sisi kepercayaan dan budaya. Dalam sejarah Cina warna hijau di lambangkan sebagai warna perempuan. Sedangkan dalam kepercayaan muslim warna hijau adalah warna yang suci. Warna hijau sering menjadi simbol dari keberuntungan, uang dan kemakmuran . Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa warna hijau itu melambangkan doa dan harapan atau juga satu sikap ketabahan akan sebuah penderitaaan

Warna hijau dan kepribadian pencinta warna hijau. Jika warna kesukaan seseorang itu hijau, maka orang itu adalah tipe orang yang sangat romantis dan menyukai keindahan, menyenangi alam dan udara yang sejuk. Penyuka warna hijau adalah orang yang cinta kebebasan dan penuh optimisme. Memiliki pribadi yang keras dan seseorang yang memegang prinsip. Katanya juga, pencinta warna hijau ini biasanya jadi pilihan yang tepat untuk mendapatkan nasehat atau sekedar curhat. Mudah bergaul dengan orang baru dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Bukan prinbadi yang pemalu, namun terkadang ucapannya bisa melukai hati orang lain.

Warna hijau dan percintaan. Dalam hal bercinta pencinta hijau mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat dipercaya. Unsur negatifnya adalah seseorang yang mudah cemburu. Mereka orang yang suka sekali diperhatikan dan disayang kekasihnya. Banyak individu yang terlahir dengan aura warna hijau ini memilih tetap single dan menunggu seseorang yang tepat dalam kehidupannya.

Source: http://simplyhapinessme.multiply.com/
More...