Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2014

Nikah Siri dan Nikah Mut'ah

“NIKAH SIRI DAN NIKAH MUT’AH”


PEMBAHASAN

1. Nikah Siri
a. Pengertian Nikah Siri

Nikah secara bahasa adalah berkumpul atau bercampur, sedangkan menurut syariat secara hakekat adalah akad (nikah) dan secara majaz adalah al-wath’u (hubungan seksual) menurut pendapat yang shahih, karena tidak diketahui sesuatupun tentang penyebutan kata nikah dalam kitab Allah -Subhanahu wa ta’ala- kecuali untuk makna at-tazwiij (perkawinan). Kata “siri” berasal dari bahasa Arab “sirrun” yang berarti rahasia, atau sesuatu yang disembunyikan. Melalui akar kata ini Nikah siri diartikan sebagai Nikah yang dirahasiakan, berbeda dengan Nikah pada umumnya yang dilakukan secara terang-terangan.
Nikah siri sah secara agama dan atau adat istiadat, namun tidak diumumkan pada masyarakat umum, dan juga tidak dicatatkan secara resmi dalam lembaga pencatatan negara, yaitu Kantor Urusan Agama (KUA) bagi yang beragama Islam dan Kantor Catatan Sipil (Capil) bagi yang beragama non Islam. Ada kerena faktor biaya, tidak mampu membiayai administrasi pencatatan; ada juga disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri menikah lebih dari satu (poligami) tanpa seizin pengadilan, dan sebagainya. Ketiga; Nikah yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya karena takut menerima stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu Nikah siri atau karena pertimbangan-pertimbangan lain yang akhirnya memaksa seseorang merahasiakannya.
Nikah siri kadang-kadang diistilahkan dengan nikah “misyar”. Ada ulama yang menyamakan pengertian kedua istilah ini, tetapi tidak sedikit pula yang membedakannya. Nikah siri kadang-kadang diartikan dengan nikah “urfi”, yaitu Nikah yang didasarkan pada adat istiadat, seperti yang terjadi di Mesir. Namun nikah misyar dan nikah urfi jarang dipakai dalam konteks masyarakat Indonesia. Persamaan istilah-istilah itu terletak pada kenyataan bahwa semuanya mengandung pengertian sebagai bentuk Nikah yang tidak diumumkan (dirahasiakan) dan juga tidak dicatatkan secara resmi melalui pejabat yang berwenang.
Nikah siri yang tidak dicatatkan secara resmi dalam lembaga pencatatan negara sering pula diistilahkan dengan Nikah di bawah tangan. Nikah di bawah tangan adalah Nikah yang dilakukan tidak menurut hokum negara. Nikah yang dilakukan tidak menurut hukum dianggap Nikah liar, sehingga tidak mempunyai akibat hukum, berupa pengakuan dan perlindungan hukum.

b. Nikah Siri Menurut Hukum Negara
Dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 pasal 2 [2] disebutkan, “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Sedang dalam PP No 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UU Perkawinan, pasal 3 disebutkan:
1. Setiap orang yang akan melangsungkan perkawinan memberitahukan kehendaknya kepada Pegawai Pencatat di tempat perkawinannya dilangsungkan.
2. Pemberitahuan tersebut dalam ayat (1) dilakukan sekurang-kurangnya 10 hari kerja sebelum perkawinan dilangsungkan.
3. Pengecualian dalam jangka tersebut dalam ayat 2 disebabkan sesuatu alasan yang penting diberikan oleh Camat (atas nama) Bupati Kepala Daerah.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa negara dengan tegas melarang adanya nikah siri dan setiap upacara pernikahan harus memberitahukan kepada pegawai negara yang berwenang. Bahkan negara akan memberikan sanksi pidana kepada para pelaku nikah siri dengan alasan pernikahan siri telah menimbulkan banyak korban, yang mana anak yang lahir dari pernikahan siri akan sulit mendapatkan surat lahir, kartu tanda penduduk, hak-hak hukum seperti hak waris, dan sebagainya.
Hanya dengan alasan itu pemerintah melarang sesuatu yang sah menurut syariat Islam, sementara disisi lain pemerintah seakan lupa berapa persen dari anak Indonesia yang lahir dari hubungan zina dalam setiap tahunnya. Dengan kata lain, perutaran pemerintah yang melarang nikah siri ini secara tidak langsung ikut berperan menyuburkan praktek zina di Indonesia.

c. Nikah Siri Menurut Islam
Hukum nikah siri dalam Islam adalah sah sepanjang hal-hal yang menjadi dan rukun nikah terpenuhi, dimana rukun nikah dalam agama Islam adalah sebagai berikut :
1. Adanya calon mempelai pria dan wanita
2. Adanya wali dari calon mempelai wanita
3. Adanya dua orang saksi dari kedua belah pihak
4. Adanya ijab ; yaitu ucapan penyerahan mempelai wanita oleh wali kepada mempelai pria untuk dinikahi
5. Qabul; yaitu ucapan penerimaan pernikahan oleh mempelai pria (jawaban dari ijab)
Jika dalam pelaksanaan nikah siri rukun nikah yang tertera di atas terpenuhi, maka pernikahan seseorang dianggap sah secara syariat agama Islam, hanya saja tidak tercatat dalam buku catatan sipil. Dan proses nikah siri lainnya yang tidak memenuhi rukun-rukun diatas maka pernikahan tersebut tidak dianggap sah menurut syariat Islam, dalam hadits disebutkan :
“Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil”
(HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa’ no. 1839, 1858, 1860 dan Shahihul Jami’ no. 7556, 7557)

2. Nikah Mut’ah
a. Pengertian
Mut’ah secara bahasa diambil dari bahasa arab Al-Tamattu’ artinya bersenang-senang. Sedangkan Nikah Mut’ah menurut istilah adalah perkawinan yang dilakukan untuk waktu tertentu dengan memberikan sesuatu sesuai dengan kesepakatan dan berakhir sesuai waktu yang telah ditentukan tanpa adanya talak. Dinamakan Nikah Mut’ah karena laki-lakinya bermaksud untuk bersenang-senang sementara waktu saja.
Ada beberapa pendapat ulama mengenai defenisi nikah mut’ah ini, di antaranya yakni:

1. Ibnu Qudamah:
نِكَاحُ اْمُتْعَةِ اَنْ يَتَزَوَّجَ اْلمَرْأَةَمُدَّةً, مِثْلُ اَنْ يَقُوْلَ زَوَّجْتُكَ ابْنَتِى شَهْرًا اَوْسَنَةً اَوْاِلى انْقِضَاءِ اْمُوْسِمِ اَوْقُدُوْمِ اْلحَاجِّ وَشِبْهِهِ سَوَاءٌ كَانَتِ اْلمُدَّةُ مَعْلُوْمَةً اَوْ مَجْهُوْلَةً.
Artinya: “nikah mut’ah adalah adanya seseorang mengawini wanita (dengan terikat) hanya waktu yang tertentu saja; misalnya (seorang wali) mengatakan: saya mengawinkan putriku dengan engkau selama sebulan, atau setahun, atau sampai habis musim ini, atau sampai berakhir perjalan haji ini dan sebagainya. Sama halnya dengan waktu yang telah ditentukan atau yang belum.
2. Sayyid Saabiq mengatakan:
نِكَاحُ اْلمُتْعَةِ: اَنْ يَعْقِدَ الرَّجُلُ عَلَى اْلمَرْأَةِ يَوْمً اَوْ اُسْبُوْعًااَوْشَهْرًا. وَيُسَمّى بِالْمُتْعَةِ: لِاَنَّ الرَّجُلَ يَنْتْفِعُ وَيَتَبَلَّغُ بِالزَّوَاجِ وَيَتَمَتَّعُ اِلَى اْلاَجْلِ الَّذِىْ وَقَّتَهُ.
Artinya: “perkawinan mut’ah adalah adanya seseorang pria mengawini wanita selama sehari, atau seminggu, atau sebulan. Dan dinamakan mut’ah karena laki-laki mengambil manfaat serta merasa cukup dengan melangsungkan perkawinan dan bersenang-senang sampai kepada waktu yang telah ditentukannya.
Bertolak dari definisi di atas, maka pengertian nikah mutah adalah suatu ikatan perkawinan yang terikat dengan waktu tertentu, sehingga bila waktu tersebut sudah habis, maka



b. Nikah Mut’ah Menurut Hukum Islam
Untuk menentukan status hukum tentang nikah mut’ah maka dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam pendapat; yaitu:
1. Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Al-Laits dan Imam al-Auzaa’iy mengatakan; “Perkawinan mut’ah itu hukumnya haram”.

Pendapat ini didasarkan pada beberapa Hadits yang antara lain berbunyi:
اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّ اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ حَرَّمَ اْلمُتْعَلةَ فَقَالَ: يَااَيُّهَ النَّاسُ اِنِّى كُنْتُ اَذَّنْتُ لَكُمْ فِى الْاِسْتِمْتَاعِ, اَلاَوَاِنَّ اللهَ قَدْحَرَّمَهَا اِلَل ىَوْمِ الْقِيَامِةِ. رواه ابن ماجه.
Artinya: “bahwasanya Rasulullah SAW mengharamkan kawin mut’ah, maka ia berkata: hai manusia, sesungguhnya aku pernah mengizinkan kamu sekalian kawin mut’ah. Maka sekarang ketahuilah, bahwa Allah mengharamkannya sampai hari kiamat”. (H.R. Ibnu Majjah).

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ يَوْمَ خَيْبَرَ وَعَنْ لحُوُمِ اْلحُرُوْمِ اْلاَهْلِيَّةِ. رواه النسائى.
Artinya: “bahwasanya Rasulullah SAW telah melarang perkawinan mut’ah terhadap wanita pada peperangan Khaibar dan (melarang pula) makan daging keledai peliharaan”. (H.R. An-Nasaa’i)

2. Imam Zufar berkata: perkawinan mutah hukumnya sah, meskipun syaratnya batal. Oleh karena itu, dibolehkan dalam ajaran Islam. Dikatakan sah karena keterangan hadits yang dikemukakan oleh pengikut kaum Syi’ah (“bahwasanya ‘Umar berkata: dua macam perkawinan mut’ah (yang pernah terjadi) di masa Rasulullah SAW. Maka dapatkah aku melarangnya dan memberikan sangsi hukum terhadap pelakunya? (keduanya itu) adalah perkawinan mut’ah terhadap wanita (diwaktu tidak bepergian) dan kawin mut’ah (pada waktu bepergian) menunaikan ibadah hajji. Karena hal itu, merupakan perkawinan yang berguna (pada saat tertentu), maka perlu menentukan waktu berlakunya seperti halnya sewa-menyewa.), tetapi syaratnya batal karena tidak disertai dengan niat kawin untuk selama-lamanya, kecuali hanya waktu sementara saja.
Bertolak dari beberapa pendapat di atas, maka penulis mengikuti pendapat Imam Abu hanifah beserta Imam Madzhab yang sependapat dengannya, karena memandang bahwa kebolehan kawin mut’ah telah dihapus oleh larangan melakukannya, sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah dan An-Nasaa’i di atas.


KESIMPULAN
Nikah secara bahasa adalah berkumpul atau bercampur, sedangkan menurut syariat secara hakekat adalah akad (nikah) dan secara majaz adalah al-wath’u (hubungan seksual) menurut pendapat yang shahih, karena tidak diketahui sesuatupun tentang penyebutan kata nikah dalam kitab Allah -Subhanahu wa ta’ala- kecuali untuk makna at-tazwiij (perkawinan). Kata “siri” berasal dari bahasa Arab “sirrun” yang berarti rahasia, atau sesuatu yang disembunyikan. Melalui akar kata ini Nikah siri diartikan sebagai Nikah yang dirahasiakan, berbeda dengan Nikah pada umumnya yang dilakukan secara terang-terangan.
Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 pasal 2 [2] dan pasal 3 PP No 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UU Perkawinan, pemerintah melarang pernikahan siri. Namun, Islam sebagai agama yang di anut mayoritas rakyat Indonesia membolehkannya sepanjang memenuhi persyaratan menurut syari’at Islam.
Mut’ah secara bahasa diambil dari bahasa arab Al-Tamattu’ artinya bersenang-senang. Sedangkan Nikah Mut’ah menurut istilah adalah perkawinan yang dilakukan untuk waktu tertentu dengan memberikan sesuatu sesuai dengan kesepakatan dan berakhir sesuai waktu yang telah ditentukan tanpa adanya talak. Dinamakan Nikah Mut’ah karena laki-lakinya bermaksud untuk bersenang-senang sementara waktu saja.
Menurut pendapat jumhur ulama, nikah mut’ah itu pada mulanya hukumnya sah (halal), tetapi kemudian diharamkan, hal itu berdasarkan dari beberapa hadits yang dengan tegas mengharamkan nikah mut’ah. Namun demikian, nikah mut’ah masih tetap dilestarikan khususnya oleh kalangan pengikut Syi’ah.


DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Warson Munawwir.1997. Al Munawir: Kamus arab Indonesia (Cet. XIV).Surabaya: Pustaka Progressif
Happy Susanto. 2007. Nikah Siri Apa Untungnya? (Cet I). Jakarta: Visimedia
Zuhaili, Wahbah. 2008. Fiqih Imam Syafi’I (terjemahan). Jakarta: Almahira

thanks to : http://ukhuwahislah.blogspot.com


More...

Rabu, 27 Juni 2012

Laporan Magang Bab V Penutup

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Program Sistem Informasi Pengolahan Data Pegawai pada Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare, merupakan aplikasi untuk melihat, menginput, serta mencari dan mengubah data-data pegawai yang diinginkan secara mendetail dalam jangka waktu yang relative singkat dengan program yang mudah dipahami dan digunakan



2. Dengan adanya program pengolahan data pegawai pada Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare, maka dapat memudahkan serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja dalam rangka mempertahankan eksistensi perusahaan dan meningkatkan nilai kompetitif dengan perusahaan lainnya.

3. Dalam pelaksanaan magang ini, dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa khususnya Teknik Informatika UMPAR untuk mengenali lingkungan kerja dan mencoba untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada di lokasi magang dalam hal pembuatan program melalui system komputerisasi

B. Saran

Magang dilaksanakan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah didapatkan di bangku kuliah, agar dapat diaplikasikan pada kantor atau perusahaan tempat melakukan magang. Salah satu tujuan pelaksanaannya yaitu membantu melaksanakan operasi kerja pada kantor atau perusahaan demi kelancaran kerja.

Dalam pembuatan program Sistem Informasi Pengolahan Data Data Pegawai penulis banyak menemukan kendala salah satunya adalah system pembuatan laporan yang menuntut kita untuk membuat semacam program pengolahan data, yang penulis rasakan sangat bertentangan dengan bidang kerja yang kami hadapi selama magang. Sehingga penulis ingin memberikan beberapa saran untuk penyempurnaan system dan program di masa yang akan datang.

1. Komputer pada Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare, kiranya dapat menyediakan fasilitas berupa komputer dengan menggunakan program Visual Basic teruma dalam pengolahan datanya untuk memperlancar proses dalam pembuatan program pengolahan data.

2. Senantiasa meningkatkan kemampuan tenaga programmer dengan pendidikan dan pelatihan, sehingga mampu mempertahankan eksistensi di masa mendatang dan meningkatkan nilai kompetitif.
3. Disarankan kepada Universitas Muhammadiyah Parepare khususnya jurusan Teknik Informatika untuk lebih meningkatkan mutu pendidikannya karena sangat memprihatinkan apabila tidak satu program pun yang dapat dikuasai dengan baik oleh mahasiswa.


DAFTAR PUSTAKA

Masti, Ela Nurellah dkk. 2007. Sistem Pengolahan Data SSP Bulanan pada Kantor Pelayanan Pajak Parepare. Laporan Praktek Kerja Lapangan ATMIK Profesional Dipanegara. Tahun 2007.

Sunyoto, Andi. 2007. Pemrograman Database dengan Visual Basic dan Microsoft SQL. Yogyakarta : ANDI

Email : dkp@pareparekota.go.id

www.pareparekota.go.id/index.php?...dinas-kebersihan-dan-pertamanan... –

www.vb6.us/tutorials/database-access-ado-vb6-tutorial -


More...

Laporan Magang Bab IV (Bagian VI)

B. Laporan

Di dalam Menu Laporan terdapat 1 (satu) Sub Menu yaitu Print Priview.

Laporan ini berfungsi untuk melihat dan mencetak laporan data pegawai Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare.

 Untuk melihat Report atau Laporan, Klik Menu Laporan kemudian Klik Sub Menu Print Priview. Selanjutnya akan muncul laporan seperti di bawah ini :




 Untuk melakukan pencetakan klik tombol Icon Print Report seperti di bawah ini :



 Setelah itu muncul kotak Print Preference :



 Sebelum melakukan pencetakan terlebih dahulu harus ditentukan printer yang akan dipakai, setelah itu lakukan pengaturan dokumen yang akan dicetak sesuai kebutuhan. Klik tombol Print untuk memulai pencetakan.

C. About

Di dalam Menu About terdapat 1 (satu) Sub Menu yaitu Tentang. Form Tentang berfungsi untuk menampilkan data tentang program Sistem Informasi Pengolahan Data Pegawai Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare, juga data pembuat program tersebut.
Untuk melihatnya, Klik Menu About kemudian Klik Sub Menu Tentang. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti berikut ini :



Untuk keluar dari Form Tentang, klik tombol Tutup.

D. Exit

Di dalam Menu Exit terdapat 1 (satu) Sub Menu yaitu Keluar. Klik tombol Keluar jika ingin mengakhiri atau menutup Form Menu Utama. Maka akan tampil pesan seperti di bawah ini :



Klik tombol Yes jika yakin ingin keluar, tombol No jika tidak.

More...

Minggu, 03 Juni 2012

Laporan Magang Bab IV (Bagian V)


2. Perubahan Data
Apabila ingin mencari, mengubah atau menghapus data yang telah disimpan, maka pilih Menu Data Pegawai kemudian pilih Sub Menu Perubahan Data, kemudian akan tampil Form Perubahan Data seperti di bawah ini :


Form Perubahan Data ini berfungsi sebagai tempat untuk melakukan perubahan data pegawai Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare.

Adapun cara perubahan data pada form ini yaitu :

 Terlebih dahulu masukkan nama pegawai yang akan di cari :


Kemudian Klik Tombol Cari.

 Apabila Nama yang dimasukkan tidak ada atau belum terinput, maka akan tampil pesan seperti ini :


 Apabila Nama yang dimasukkan sudah terinput, maka secara otomatis akan ditampilkan data sesuai dengan nama tersebut:


 Jika ingin melakukan perubahan data, Tekan tombol Ubah, maka cursor otomatis akan muncul pada kolom Nomor.

 Setelah perubahan selesai, tekan tombol Simpan Perubahan untuk menyimpan data yang telah di ubah.

 Jika batal mengubah atau menyimpan perubahan, tekan tombol Batal Ubah.

 Jika ingin menghapus data, klik tombol Hapus. Selanjutnya akan tampil pesan :


Klik tombol Yes untuk menghapus data, jika tidak ingin menghapus klik tombol No.

 Setelah penginputan selesai, untuk mengakhiri atau menutup Form Perubahan Data klik tombol Tutup.
More...

Selasa, 08 Mei 2012

Laporan Magang Bab IV (Bagian IV)

A. Input Data Pegawai

Di dalam Menu Data Pegawai terdapat 2 (Dua) Sub Menu yaitu Input Data dan Perubahan Data.


1. Input Data

Apabila ingin memasukkan data atau menambah data, pilih Menu Data Pegawai lalu Sub Menu Input Data, maka akan tampil Form Input Data seperti gambar di bawah ini :


Form Input Data ini berfungsi sebagai tempat untuk melakukan penginputan Data Pegawai Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare.

Adapun cara penginputan data pada form ini adalah sebagai berikut :

- Tekan tombol Tambah untuk memulai penginputan.

- Mengisi Data Pegawai seperti Nomor Urut, Nama, Nip, Golongan, Jabatan, Tempat/Tanggal Lahir, dan Alamat.

- Setelah penginputan data selesai, maka data yang sudah di input dapat di simpan dengan menekan tombol Simpan.

- Jika batal menambah atau menyimpan data klik Batal.

- Data yang sudah disimpan dapat dilihat kembali pada table grid yang ada di bagian bawah.

- Jika data pada table di klik, maka Data Pegawai tersebut akan muncul pada kolom penginputan, seperti gambar di bawah :


Untuk melihat data yang lainnya pada kolom penginputan, klik Tanda Panah


- Setelah penginputan selesai, untuk mengakhiri atau menutup Form Input Data, Klik tombol Tutup.
More...

Sabtu, 05 Mei 2012

Laporan Magang Bab IV (Bagian III)

B. Cara Menjalankan Program

 Untuk memulai program, Klik Start - All Program - Data Pegawai DKP - Data Pegawai DKP.




 Selanjutnya tampil Form Login, seperti ini:



 Selanjutnya pada kolom User Name ketik “DKP”, pada kolom Password ketik “Parepare”, maka akan muncul pesan bahwa anda berhak masuk program ini.



Jika User Name atau Password yang dimasukkan salah, maka akan muncul pesan :



 Selanjutnya jika muncul pesan berhak masuk ke program, klik OK maka akan muncul Form Menu Utama, seperti di bawah :




More...

Rabu, 02 Mei 2012

Laporan Magang Bab IV (Bagian II)

E. Analisa Sumber Program

Petunjuk Penggunaan Program

A. Tahapan Instalasi

Program aplikasi Data Pegawai ini dapat di install dengan menggunakan CD atau Flash Disk yang telah dibuatkan program setupnya. Sehingga aplikasi ini dapat di install di tempat user dan dapat berjalan mandiri meski computer tersebut tidak memiliki Microsoft Visual Basic.


Untuk menginstall program, tahapan istalasinya antara lain sebagai berikut :

 Buka folder Program Data Pegawai DKP pada Flash Disk atau CD tempat program tersimpan. Dobel klik file setup


 Selanjutnya muncul gambar seperti ini :




Jika muncul gambar di atas klik OK

 Klik gambar komputer jika setuju tujuan direktori instalasinya.



 Selanjutnya muncul gambar seperti berikut :



Klik Program Data Pegawai DKP, kemudian klik continue

 Tunggu proses instalasi selesai, kemudian muncul gambar seperti ini :


Klik OK untuk mengakhiri instalasi


 Setelah proses instalasi selesai, program siap digunakan

More...

Sabtu, 21 April 2012

Laporan Magang Bab IV (Bagian I)

BAB IV

SISTEM INFORMASI YANG DIKEMBANGKAN

A. Dasar Pemikiran dan Tujuan

Dasar pemikiran penyusun dalam membuat laporan ini yaitu karena adanya masalah yang penyusun dapatkan pada lokasi magang yaitu pada bagian sekretaris Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare. Dimana sistem atau cara yang digunakan dalam pencatatan data pegawai tersebut diolah melalui sistem komputer penginputan data yang masih menggunakan cara manual yaitu melalui Microsoft Excell.

Oleh karena itu, tujuan dari laporan ini yaitu penyusun mencoba membuat program sistem informasi tentang pengolahan data pegawai pada Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic. Dengan demikian diharapakan dapat membantu memudahkan pengolahan data pegawai pada kantor/lokasi magang tersebut.

B. Spesifikasi Input dan Output

a. Spesifikasi Input

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah penginputan data baru. Perlu diketahui bahwa untuk menginput diperlukan sarana penginputan, artinya tempat dimana data itu harus diinput dan setelah itu dapat disimpan sehingga sewaktu-waktu dapat dilihat kembali untuk dilakukan pencetakan data pegawai pada kantor tersebut.

Untuk tampilan sarana atau form penginputan dapat dilihat pada gambar berikut ini:



b. Spesifikasi Output

Agar user/pengguna lebih mudah dalam melihat serta menyiapkan data-data yang akan dijadikan sebagai sebuah laporan serta untuk mengetahui benar tidaknya data yang dimasukkan, maka pada program yang kami buat telah disediakan sebuah program yang bertujuan untuk menampilkan seluruh data yang telah diinput sebelumnya. Program ini sangat bermanfaat sebab pengguna dapat melihat tampilan sementara pada layar sebelum mencetak ke printer, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tampilan gambar berikut.



C. Spesifikasi Database

Dalam program ini digunakan 1 database yaitu DatabaseDKP, yang didalamnya terdapat 1 tabel yaitu TabelDKP.

Struktur tabelnya sebagai berikut:



D. Spesifikasi Program

More...

Sabtu, 14 April 2012

Laporan Magang Bab III

BAB III

PELAKSANAAN MAGANG

A. Praktek Sebagai Karyawan

Dalam pelaksanaan Magang Mata Kuliah Desain Sistem, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) yang ditempatkan pada Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare khususnya Bagian Sekretaris dengan jumlah mahasiswa 2 (dua) orang, yaitu ;

a. ELA NURELLAH MASTI 208 280 040

b. HAMKA 208 280 092

Adapun masalah yang di dapatkan pada lokasi magang yaitu sistem atau cara yang digunakan dalam pencatatan menyangkut penginputan dan perubahan data pegawai yang masih diolah menggunakan cara manual yaitu melalui Microsoft Excell.

Oleh karena itu, penyusun mencoba menyelesaikan masalah ini dengan membuat program sistem informasi pengolahan data pegawai dengan menggunakan program Microsoft Visual Basic.

Dengan demikian diharapkan dapat membantu memudahkan pengolahan data pegawai pada kantor tersebut.

B. Daftar Kegiatan Magang.

Kegiatan pada Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare



More...

Jumat, 13 April 2012

Format Laporan Kerja Praktek

postingan kali ini lain daripada yang lain.. hehe.. kali ini cuma mau share format laporan kerja praktek bagi mahasiswa teknik informatika semester VII (especially for our lovely TI A2 08 member)

FORMAT LAPORAN KERJA PRAKTEK

Halaman Sampul

Lembar Pengesahan

Lembar Persetujuan

Kata Pengantar

Daftar Isi *kalau mau*

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Kerja Praktek

D. Metode Pengumpulan Data

E. Sistematika Penulisan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Gambaran Umum Lokasi KP

B. Struktur Organisasi *kalau mau*

BAB III MANAJEMEN LOKASI KP

A. Visi dan Misi Lokasi KP

B. Bidang Usaha *kalau mau*

BAB IV PEMBAHASAN

A. Kegiatan Kerja Praktek

B. Hasil Kegiatan Kerja Praktek

C. Kendala yang didapat selama KP

D. Pemecahan Masalah

E. Manfaat yang diperoleh

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA *kalau mau*

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran Dafar Nama Peserta Kerja Praktek

Lampiran Absensi Peserta Kerja Praktek

Lampiran Lembar Penilaian

Lampiran Daftar Kegiatan/Jurnal Harian

Lampiran Persuratan *kalau mau*

Lampiran Dokumentasi *kalau mau*
More...

Kamis, 05 April 2012

Laporan Magang Bab II

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI

A. Sejarah dan Perkembangan

Daerah yang menjadi lokasi magang adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah kota khususnya dibidang kebersihan yang meliputi pengurusan dan pengaturan berbagai aspek kebutuhan pelayanan mulai dari pengelolaan pengangkutan sampah, penataan ruang terbuka hijau, penataan taman kota.

Keberadaan terbentuk dinas sejalan dan berada pada saat terjadinya perubahan kondisi yang bersifat makro berbagai tatanan, terutama pada kondisi dan interaksi sosial budaya masyarakat, serta pergeseran tatanan, terutama pada kondisi dan interaksi sosial budaya masyarakat, serta pergeseran tatanan pemerintah sebagai jawaban atas tantangan kemajuan peradaban manusia yang telah mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai dalam kehidupan sosial ekonomi nasional kita.

Melalui dua landasan Yuridis Formal ( Konstitusional ) yaitu Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah, dan Peraturan Daerah Kota Perepare nomor 13 tahun 2004 dan diperbaharui dengan Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 8 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Dinas Daerah, maka telah ditetapkan salah satu diantara perangkat daerah : Dinas Kebersihan dan pertamanan Kota Parepare, yang efektif mulai tanggal 7 Juni 2004, sedangkan yang menjadi landasan operasional adalah Peraturan Walikota Parepare Nomor 29 tahun 2008 tentang uraian Tugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare.

Eksitensi Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai suatu perangkat Dinas daerah sempat diperdebatkan dalam suatu forum yang membahas tentang kelembagaan daerah, dimana dinas ini dianggap tidak memenuhi kriteria sebagai suatu dinas. Bahkan diwacanakan seyogyanya fungsi Dinas kebersihan masuk dalam lingkup dan menjadi bagian dari Dinas Pekerjaan Umum. Akan tetapi dalam perkembangan lebih lanjut keberadaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan tetap dipertahankan dan dipertimbangkan bahwa berdasarkan kebutuhan akan adanya pelayanan dibidang kebersihan.

Dengan adanya fenomena seperti itu, memberikan dorongan serta rasa keyakinan dan tanggung jawab yang tinggi kepada kami jajaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Parepare untuk meningkatkan dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat dan bertekad untuk melaksanakan sekaligus meningkatkan program pelayanan dengan tetap berpegang dan berpedoman kepada aturan perundang-undangan yang berlaku., sehingga nantinya diharapkan dari proses kinerja yang dilakukan secara optimal ini disamping akan dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul sebagai akibat dari berbagai faktor lingkungan strategis yang berpengaruh terhadap upaya pencapaian tujuan.

Secara Geografis batas-batas wilayah daerah yang berbatasan dengan kota Parepare, sampai saat ini masih dalam pembicaraan. Hal ini tentunya menjadi sangat penting mengingat banyak hal diantaranya status hukum warga yang berdomisili didaerah tapal batas harus jelas untuk menghindari terjadinya tumpang tindih kewenagan maupun untuk untuk kejelasan dan tanggung jawab masing-masing dalam melayani masyarakat.

Kondisi geografis Kota Parepare terdiri dari bukit-bukit yang berjejer dari sebelah utara Kota bahkan sampai pada bagian timur kota Parepare, sehingga sangat strategis sebagai salah satu kota yang yang menjadi pusat pengembangan dikawasan timur Indonesia.

Secara geografis dikatakan strategis karena berbatasan dengan daerah:
• Sebelah Utara : Kabupaten Pinrang
• Sebelah Timur : Kabupaten sidrap
• Sebelah Selatan : Kabupaten Barru
• Sebelah Barat : Selat / Teluk Pare

Selain dari pada itu, dalam system koneksitas antar wilayah Pare sebagai penghubung :

• Darat : Poros Utara – Selatan, Timur – Barat

• Laut : Pelabuhan laut kedua yang berfungsi sebagai pintu keluar masuknya masyarakat Sul-Sel serta merupakan sarana bongkar muat barang dan jasa perdagangan antar pulau, yang memungkinkan pula untuk kegiatan ekspor dan impor.

Dengan kondisi demikian, terlebih dengan telah terbentuknya Pemerintah Sulawesi Barat ( SULBAR ), maka Kota Parepare menempati posisi silang (cross section) jalan transportasi darat yang menghubungkan beberapa daerah karena itu Parepare menjadi daerah lintasan dan transit bagi masyarakat yang dating maupun yang akan berangkat dengan tujuan antar pulau bahkan yang bermaksud keluar negeri.

B. Struktur Organisasi

Organisasi adalah kumpulan dari beberapa orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang tekah di tetapkan terlebih dahulu . dengan demikian organisasi kerja sama antara individu yang memiliki kepentingan bersama. Dalam wadah atau organisasi kerja sama tersebut harus di tetapkan batas-batas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap personal seperti yang di kemukakan oleh Winardi yaitu :

” Sturuktur organisasi adalah perwujudan yang menujukkan hubungan antara fungsi-fungsi setiap wewenang dan tangung jawab atas fungsi-fungsi yang bersangkutan.”

Jadi dalam sturktur organisasi itu terdapat hubungan yaitu hubungan antara fungsi dan hubungan antara personal yang melaksanakan fungsi-fugsi tersebut. Dalam hubungan ini kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare sebagai salah satu organisasi Pemerintah Daerah sejak di bentuknya telah memiliki struktur yang menunjukkan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing karyawan atau bagian dalam menjalankan fungsinya dan wewenangnya. Upaya untuk mencapai tujuan yang hendak di capai oleh setiap organisasi maka yang paling penting adalah bagaimana melakukan kerjasama sehingga dapat melaksanakan tugasnya antara sumber daya manusia dalam organisasi harus berdasarkan job analisis, job diskription yang diberikan. Hal ini biasanya tercermin dalam struktur organisasi yang terdapat atau di anut oleh setiap organisasi.

Suatu stuktur organisasi yang baik adalah adanya sikap partisipatif dan kolabarasi (kerjasama) dan memiliki sikap tridarma yaitu :
1. Sence of Responsibility (rasa menanggapi)
2. Sence of belongngig (rasa memiliki)
3. Introection (introfeksi/mawas diri)

Dalam hubungan ini secara tidak langsung akan dapat mencerminkan serta meningkatkan pruduktifitas kerja dari setiap personal yang terlibat dalam organisasi, hal demikian dapat menciptakan dan meningkatkan suasana dimana kepuasan dapat di rasakan oleh personal secara keseluruhan dalam organisasi. Ulasan ini tidak di pandang baik buruknya suatu organisasi yang dianut oleh kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare, namun ini hanya menguraikan pembagian tugas secara struktural yang diantara satu bagian dengan bagian-bagian yang lainnya dalam menjalankan tugas masing-masing.

Adapun Motto Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare yaitu : “Kalau Bisa Dipercepat Mengapa Diperlambat“ sedangkan Visinya adalah ”Terwujudnya Parepare sebagai Kota Terbersih, Hijau, Indah, Nyaman, Sehat dan Lestari yang berwawasan lingkungan”.

Misinya adalah :
o Mewujudkan pengelolaan persampahan secara terpadu.
o Mewujudkan peran serta masyarakat dalam manajemen persampahan
o Menciptakan taman-taman dan ruang terbuka hijau yang indah, nyaman, sejuk dan lestari.
o Mewujudkan Parepare sebagai kota bebas sampah yang bertumpu pada komitmen budaya masyarakat.

Adapun susunan organisasi Pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare berdasarkan Peraturan Daerah Kota Parepare Nomor 8 Tahun 2008 tanggal 18 April 2008 yaitu :

1. Organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas.

2. Kepala Dinas membawahkan :

a. Sekretaris, membawahkan 3 (tiga) Sub Bagian terdiri dari :
(1) Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian ;
(2) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan ;
(3) Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan.

b. Bidang Kebersihan, membawahkan 2 (dua) Seksi terdiri dari :
(1) Seksi Pemeliharaan Kebersihan ;
(2) Seksi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah.

c. Bidang Sarana dan Prasarana, membawahkan 2 (dua) Seksi terdiri dari :
(1) Seksi Pengadaan ;
(2) Seksi Pemeliharaan dan Perawatan.

d. Bidang Pertamanan dan Keindahan, membawahkan 2 (dua) Seksi terdiri dari :
(1) Seksi Pemeliharaan Tanaman dan Monumen ;
(2) Seksi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau.

e. Kelompok Jabatan Fungsional



C. Sarana & Prasarana

Adapun sarana dan prasarana pada ruangan sekretaris yaitu:
a. Kursi ada 8 (delapan) buah
b. Meja ada 6 (enam) buah
c. Telpon ada 1 (satu) buah
d. Laptop ada 1 (satu) buah
e. Komputer ada 1 (satu) unit
f. Modem speedy ada 1 (satu) buah
g. Printer ada 1 (satu) buah
h. Dispenser ada 1 (satu) buah
i. Gelas ada 2 (dua) buah
j. Lemari ada 2 (dua) buah
k. Rak buku ada 20 (dua puluh) buah
l. Karyawan ada 8 (delapan) orang More...

Minggu, 01 April 2012

Laporan Magang Bab I

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penggunaan komputer dalam kehidupan sehari-hari bukanlah suatu hal yang asing lagi terutama pada perusahaan-perusahaan / instansi-instansi pemerintah. Hal ini didukung oleh perkembangan dunia teknologi informasi dan komputerisasi yang mau tidak mau membuat setiap perusahaan dan kantor harus memanfaatkan komputer sebagai suatu alat elektronik yang sangat membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai masalah-masalah secara efektif dan efisien.

Perkembangan teknologi mempengaruhi perkembangan informasi seperti teknologi komputer yang dapat mempermudah pengolahan data, dari system pengolahan data secara manual menjadi system pengolahan data secara elektronik dan sistematis. Dengan demikian, kebutuhan akan pengolahan data dengan menggunakan komputer merupakan hal yang tidak dapat dihindari lagi saat ini.

Hal tersebut yang menjadi dasar kami mengangkat topik “ Sistem Informasi Pengolahan Data Pegawai pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare”. Diharapkan dengan adanya program ini dapat diketahui mengenai informasi yang berkenaan tentang pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare.

B. Batasan Masalah

Sebagaimana diketahui bahwa Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare merupakan salah satu instansi yang terbagi ke dalam beberapa unit kerja atau bidang bidang tertentu yakni Bidang Sekretaris, Bidang Kebersihan, Bidang Pertamanan dan Keindahan, serta Bidang Sarana dan Prasarana. Pada kesempatan ini penulis hanya membatasi / terfokus pada suatu bagian kerja saja yaitu Bidang Sekretaris khususnya pengolahan data pegawai pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare.

C. Manfaat dan Tujuan Penulisan

 Manfaat penulisan laporan antara lain :

1. Untuk merealisasikan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan, khususnya hal pemrograman yang telah diperoleh dan dipelajari di Prodi Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Parepare.
2. Menjadikan bahan perbandingan terhadap problematika yang terdapat dalam lingkungan kerja dan bangku perkuliahan, khususnya tentang data yang akan dikomputerisasikan.
3. Mempelajari mekanisme kerja dan standar operasional prosedur pada suatu instansi atau perusahaan yang bersangkutan.
4. Sebagai bahan acuan terhadap keberhasilan dan kemajuan dalam hal proses penerapan ilmu pengetahuan, khususnya menyangkut pemrograman komputer.
5. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam kelulusan dalam mata kuliah Desain Sistem yang dibawakan oleh Bapak Ferdiansyah, S.Kom.

 Tujuan penulisan laporan antara lain :

1. Pemaparan cara pembuatan program aplikasi komputerisasi Data Pegawai pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare
2. Pemaparan tingkat efisiensi dan efektifitas aplikasi komputerisasi Data Pegawai pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan magang yaitu mulai Hari Senin Tanggal 04 April 2011 sampai dengan Hari Rabu Tanggal 04 Mei 2011, pada ruangan Sekretaris Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Parepare.
More...

Jumat, 02 Maret 2012

Perancangan Sistem Pakar

BAB I

PENDAHULUAN

Tahap perencanaan sistem merupakan tahap paling awal yang dilakukan dalam pengembangan sistem. Untuk mendapatkan sistem yang baik diperlukan perencanaan yang baik pula. Pemakaian sistem lama yang masih manual mengakibatkan penyampaian data dan informasi kurang efektif dan efisien. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat suatu sistem informasi baru yang berbasiskan komputer, sehingga dengan adanya perancangan ini diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai data-data dalam sebuah instansi, sehingga tercipta efisiensidankeefektifan.

BAB II

PEMBAHASAN

Database telah mengalami perkembangan sejalan dengan penelitian-penelitian para ahli, ada beberapa model database :

 Hierarchical database
Adalah merupakan kumpulan record yang dihubungkan satu sama lain yang membentuk struktur pohon

 Network Database
Database yang terbentuk dari sekumpulan record yang membentuk relasi dalam bentuk ring

 Relational Database
Berisi kumpulan tabel, dimana setiap tabel mempunyai nama dan struktur yang unik. Dalam setiap tabel, masing-masing record data diorganisasikan dalam struktur yang sama dan memiliki field kunci yang akan menjadi penghubung antara satu dengan lainnya

 Web Warehause
Data warehouse (gudang data) merupakan sebuah database dengan peralatan pembuatan laporan dan query yang menyimpan data kini dan data historis secara terpusat,biasanya digunakan untuk menyajikan laporan dan melakukan analisis guna mendukung pengambilan keputusan manajerial.

Langkah-langkah yang harus di penuhi dalam perancangan database adalah sebagai berikut :

a. Studi Kelayakan
Dalam merancang database studi kelayakan adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat sehingga dapat diterapkan dalam sebuah basisdata. Studi kelayakan akan menghasilkan data mentah dalam pembuatan basisdata. Dalam studi kelayakan ini digunakan untuk menginventaris kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar tidak menggangu proses pengembangan sistem yang telah direncanakan.

Sesuai dengan database yang dikembangankan pada soal nomor satu yaitu Pengembangan database Program Perbaikan Gizi pada Puskesmas maka pada langkah ini informasi yang akan perlu diketahui adalah sebagai berikut :
- Data-data apa saja yang dikumpulkan dan diolah yang berhubungan dengan program gizi
- Masalah apa yang ditemui dalam pengolahan data
- Apakah di Program Gizi mempunyai Komputer
- Dalam pengolahan data sekarang sudah menggunakan software.

b. Rencana Pendahuluan.

Langkah ini merupakan langkah yang menentukan lingkup sistem yang diakan di bangun. Pada tahap ini akan dibuat diagram alir data yaitu DFD (Data Flow Diagram). Bentuk DFD digunakan untuk mendokumentasikan proses berjalannya sistem yang sedang dibangun, termasuk entitas sumber-sumber masukan dan hasilnya atau keluaran. Fungsi DFD untuk menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukan dari dan dan kemana data mengalir serta penyimpanannya.

c. Menganalisa Sistem

Pada langkah ini dilakukan analisa data yang dibutuhkan, Penganalisaan ini dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan mendatangi langsung tempat atau objek yang dijadikan sistem implementasi. Proses analisa ini dapat dilakukan melalui wawancara atau dengan mencari data pada objek tujuan sehingga validasi data tercapai. Data-data yangyang valid tersebut siap diimplentasikan kedalan sistem database

d. Merancang Sistem

Perancangan sistem yang dimaksud adalah memisahkan data mentah menjadi kelompok data yang bisa disebut tabel. Dengan mengimplentasikannya kedalam sistem yang terdistribusi dalam bentuk database akan mempermudah melakukan tindakan lebih lanjut dalam implementasi. Perancangan sistem ini akan menghasilkan penggambaran dengan bentuk yang lebih jelas dan terkelompok yan di sebut Tabel.

Setiap tabel pada intinya berfungsi untuk menyimpan suatu informasi data. Tabel yang dibuat harus memenuhi kriteria untuk mempermudah pengolahan data seperti memasukan data (Insert), Peremajaan data dari data lama menjadi data baru (Update), dan Proses Menghilangkan atau menghapus data (Delete)

Disamping itu kriteria diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tabel antara lain :
- Tidak boleh ada baris data atau record yang sama pada tabel
- Setiap tabel harus memiliki nama yang menjadi wakil dari seluruh atribut/field didalamnya. Atribut yang menjadi wakil tidak boleh kembar
- Tabel yang dibuat merupakan hasil analisa akhir sehingga semua atribut bernilai tunggal dan tidak dapat dipecah lagi menjadi field terkecil.

Berikut ini adalah contoh DB Puskesmas dengan Tabel-tabel beserta Penjelasan hubungannya :

- Tabel Kepala Keluarga



Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :

1. id_kk sebagai Primary Key yaitu data Integral 10 digit
2. nama_kk berisi Nama Kepala Kelurga
3. Tempat_lahir tempat dari Kepala Keluarga
4. Tgl_lahir :Tanggal lahir dari Kepala Keluarga
5. Sex berisi kategori laki-laki dan perempuan dari Kepala Keluarga
6. Pekerjaan adalah pekerjaan dari kepala keluarga yang berisi kategori PNS, Swasta, Petani, Pedagang, Nelayan, Buruh,Tidak bekerja
7. Pendidikan adalah Tingkat Pendidikan kepala keluarga berisi kategori PT, Akademi, SMU,SMP,SD,Tidak Sekolah
8. Alamat adalah Alamat Kepala Keluarga
9. GAKIN berisi kategori : ya dan Tidak

- Tabel Data Anggota Keluarga



Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :


1. id_Anggota_kk sebagai Primary Key dari table Anggota_kk yaitu data Integral 10 digit
2. id_kk adalah current key dari Tabel data_kk
3. Nama : nama anggota Keluarga
4. Tempat_lahir adalah Tempat Lahir dari anggota Keluarga
5. Tgl_lahir adalah Tanggal Lahir dari anggota Keluarga
6. Sex adalah Jenis Kelamin dari anggota keluarg yang berisi kategori laki-laki dan perempuan
7. Hubungan adalah hubungan dari anggota keluarga dengan kepala keluarga yang berisi kategori : Isteri, Anak, Orang Tua, Saudara Kandung, dll
8. Pekerjaan adalah Pekerjaan dari anggota keluarga berisi kategori PNS, Swasta, Petani, Pedagang, Nelayan, Buruh,Tidak bekerja
9. Pendidikan adalah Pendidikan dari anggota Keluarga berisi kategori Sarjana,Diploma, SMU,SMP,SD,Tidak Sekolah

- Tabel Data Balita



Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :


a. id_Balita sebagai Primary Key dari table Balita yaitu data Integral 10 digit
b. id_Anggota_kk adalah current key dari Tabel Angggota_kk
c. BB_wkt_lhr : adalah berat badan Balita Waktu Lahir
d. PB_wkt_lhr : adalah Panjang badan Balita Waktu Lahir
e. KMS_Balita adalah Kepemilikan Kartu Menuju Sehat, yang berisi kategori Ya dan Tidak
f.Asi_eks adalah Pemberian ASI 0 s/d 6 Bulan tanpa makanan pendamping, yang berisi kategori Ya dan Tidak

Dalam perancangan database hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Perancangan berbasis pemakai
Perancangan database berbasis pemakai yaitu rancangan sistem harus berdasarkan kebutuhan pemakai, hal ini bisa dilaksanakan pada tahapan analisa sistem yaitu menggali kebutuhan dari pemakai

b. Perancangan secara iteratif
Disamping berbasis kebutuhan pemakai dalam hal perancangan pengujian dan pengukuran database melibatkan pemakai, hal ini dilakukan untuk agar database yang dirancang benar-benar merupakan kebutuhan pemakai.

Berikut ini akan dijelaskan Informasi potensial yang dapat dihasilkan pada rancangan database hubungannya dengan konsep dasar pembuatan database yaitu untuk mempermudah dalam hal pengambilan keputusan

Contoh Perancangan DB pada puskesmas:

1. Jumlah Penduduk di wilayah puskesmas berdasarkan Jenis Kelamin, Tingkat pendidikan, pekerjaan
2. Jumlah Keluarga Miskin di wilayah puskemas, informasi ini dapat membantu pemerintah dalam perncanaan kegiatan pengentasan kemiskinan dan dalam penyaluran bantuan bagi keluarga miskin
3. Persentase Jumlah Balita yang lahir dengan berat badan waktu lahir rendah, Tingginya Balita lahir dengan berat badan rendah menggambarkan status gizi ibu sewaktu mengandung, sehingga perlu peningkatan intervensi kegiatan yang diarahkan pada ibu hamil, disamping itu informasi bayi lahir dengan berat badan rendah segera melakukan pemberian makanan tambahan agar tidak menjadi balita gizi buruk.
4. Jumlah balita gizi buruk, Gizi Kurang, dan gizi baik, informasi ini dapat digunakan untuk merencanakan penanggulangan gizi buruk
5. Jumlah balita dalam suatu wilayah yang telah mendapatkan vitamin A.
6. Dan beberapa informasi tentang Program Gizi di wilayah Puskemas tersebut, semua itu dapat dilakukan untuk Perencanaan Kegiatan.

Saran dalam menggunakan dan memelihara investasi TIK yang menjamin keberlangsungan, kemanfaatan serta keamanan Sistem Manajemen Basisdata adalah sebagai berikut :

a. Dalam Pemilihan Sofware database memilih sofware yang opensource, yaitu program yang free atau bebas digunakan oleh siapa saja tanpa harus membeli dan membayar lisensi kepada pembuatnya

b. Software database merupakan database server, yang dapat memungkinkan dapat diakses bersama, atau dapat dihubungkan dengan media internet

c. Software database dapat menyimpan data berkapasitas sangat besar sampai dengan ukuran Gigabyte.

d. Software database memiliki enskripsi password, sehingga tidak semua dapat mengaskesnya.

e. Sofware database yang multi user, artinya database ini tidak hanya digunakan oleh sepihak orang akan tetapi merupakan database yang dapat digunakan oleh banyak pengguna.

f. Software database yang memiliki kecepatan dalam pembuatan tabel maupun peng-update-an tabel

BAB II

KESIMPULAN

Data yang terorganisir dengan baik dapat menghasilkan Informasi, pengorganisasian data untuk mencegah terjadinya duplikasi yang tidak diperlukan. Data yang terorganisasi dan saling berkaitan antara satu sama lainnya merupakan Basis data (database). Sedangkan untuk mengelola dan mengorganisasikan database yang dibangun dalam suatu Sistem dibutuhkan suatu pengelolaan database yang di sebut dengan sistem manajemen basis data (Database management system – DBMS).

DBMS merupakan software yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, diambil kembali, pengaturan mekanisme pengamanan data, mekanisme pemakaian data secara bersama.

DAFTAR PUSTAKA

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom.,MM. Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. Penerbit Andi Yogyakarta, 2002

Bunafit Nugroho, Database Relasional dengan MySQL. Penerbit Andi Yogyakarta, 2004

Hari Kusnanto, Data Warehousing.(Materi Kuliah Manajemen Data Base Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Tahun 2006)

Harmin Prasetyo, Database Manajemen System MySQL. (Modul Kuliah Aplikasi Komputer 2006)

Sumber http://krida85.wordpress.com/2008/04/11/perencanaa More...

Jumat, 20 Januari 2012

Karakteristik Instruksi Mesin

BAB I

PENDAHULUAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Karakteristik adalah ciri-ciri khusus atau mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Instruksi adalah perintah atau arahan (untuk melakukan suatu pekerjaan atau melaksanakan suatu tugas). Mesin adalah perkakas untuk menggerakkan, atau membuat sesuatu yang dijalankan dengan roda-roda dan digerakkan oleh tenaga manusia atau motor penggerak yang menggunakan bahan bakar minyak atau tenaga alam.

Jadi, karakteristik-karakteristik instruksi mesin adalah ciri-ciri khusus atau sifat khas yang dimiliki oleh instruksi-instruksi atau kode operasi dalam pemrograman komputer.. Operasi CPU ditentukan oleh instruksi-instruksi yang dieksekusinya. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai intruksi mesin atau instruksi computer. Set fungsi dari instruksi-instruksi yang berbeda yang dapat di eksekusi oleh CPU dikenal sebagai set instruksi CPU.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Elemen-elemen Instuksi Mesin

Setiap instruksi harus terdiri dari informasi yang diperlukan oleh CPU untuk dieksekusi. Gambar langkah-langkah yang terdapat dalam eksekusi instruksi dan bentuk elemen-elemen instruksi mesin, adalah sebagai berikut :



• Kode Operasi : menentukan operasi-operasi yang akan dilakukan (misalnya: ADD,I/O). Operasi itu dispesifilan oleh sebuah kode biner, dikenal sebagai kode operasi.

• Acuan Operand Sumber : Operasi dapat melibatkan satu atau lebih operand sumber, dengan kata lain, operand adalah input bagi operasi.

• Acuan Operand Hasil: Operasi dapat menghasilkan sebuah hasil.

• Acuan Instruksi Berikutnya: Elemen ini memberitahukan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil setelah menyelesaikan eksekusi suatu instruksi. Instuksi berikutnya yang akan diambil berada di memori utama atau pada system memori virtual, akan berada baik di dalam memori utama atau memori sekunder. Umumnya, instruksi yang akan segera diambil selanjutnya, berada setelah instruksi saat itu. Ketika acuan eksplisit dibutuhkan, maka alamat memori utama atau alamat memori virtual harus disiapkan. Operand sumber dan hasil dapat berada di salah satu dari ketiga daerah berikut ini:

• Memori Utama atau Memori Virtual: Dengan adanya acuan instruksi berikutnya, maka alamat memori utama atau memori virtual harus diketahui.

• Register CPU: Dengan suatu pengecualian yang jarang terjadi, CPU terdiri dari sebuah register atau lebih yang dapat diacu oleh instruksi-instruksi mesin. Bila hanya terdapat sebuah register saja, maka acuan ke instruksi tersebut dapat berbentuk implicit. Sedangkan jika terdapat lebih dari satu register, maka setiap register diberi nomor yang unik, dan instruksi harus terdiri dari nomor register yang dimaksud.

• Perangkat I/O: Instruksi harus menspesifikan modul I/O dan perangkat yang diperlukan oleh operasi. Jika digunakan I/O memori terpetakan, maka perangkat ini merupakan memori utama atau memori virtual.

B. Representasi Instruksi



Di dalam computer, instruksi dipresentasikan oleh sehimpunan bit. Himpunan bit ini dibagi menjadi beberapa bidang, dengan bidang-bidang ini berkaitan dengan elemen-elemen yang akan memuat instruksi. Layout instruksi ini dikenal sebagai bentuk instruksi. Contoh yang sederhana ditunjukkan pada gambar. Pada sebagian besar set instruksi, dapat digunakan lebih dari satu bentuk. Selama berlangsungnya eksekusi instruksi, instruksi dibaca ke dalam register instruksi yang terdapat dalam CPU. Untuk melakukan operasi yang diperlukan, CPU harus dapat mengeluarkan data dari berbagai bidang instruksi. Opcode direpresentasikan dengan singkatan-singkatan, yang disebut mnemorik, yang mengindikasikan operasi, contohnya adalah:

ADD Add (Menambahkan)
SUB Substract (Pengurangan)
MPY Multiply (Perkalian)
DIV Divide (Pembagian0
LOAD Muatkan data data dari memori
STOR Simpan data ke memori

Operand-operand juga direpresentasikan secara simbolik. Misalnya instruksi ADD R,Y Berarti tambahkan niali yang terdapat pada lokasi Y ke isi register R. Dalam contoh ini, Y berkaitan dengan alamat lokasi di dalam memori, dan R berkaitan dengan register tertentu. Perlu dicatat bahwa operasi dilakukan terhadap isi alamat, bukan terhadap alamatnya.

Sehingga adalah mungkin untuk menuliskan program bahasa mesin dalam bentuk simbolik. Setiap opcode simbolik memiliki representasi biner yang tetap, dan pemrograman dapat menetapkan masing-masing operand simbolik. Misalnya, pemrograman dapat memulainya dengan definisi-definisi:
X=523
Y=514
dan seterusnya. Sebuah program yang sederhana akan menerima input simbol ini, kemudian mengkonversiakn opcode dan acuan operand menjadi bentuk biner, dan akhirnya membentuk instruksi mesin biner.

C. Jenis-Jenis Instruksi

Sebuah instuksi yang dapat diekspresikan dalam bahasa BASIC atau FORTRAN. X = X+Y Pernyataan ini menginstruksiakna komputer untuk menambahkan nilai yang tersimpan di Y ke nilai yang tersimpan di X dan menyimpan hasilnya di X. Variabel X dan Y berkorespondensi dengan lokasi 513 dan 514. Jika kita mengasumsikan set instruksi mesin yang sederhana, maka operasi ini dapat dilakukan dengan tiga buah instruksi:

1. Muatkan sebuah register dengan isi lokasi memori 513
2. Tambahkan isi lokasi memori ke register
3. Simapn isi register di lokasi memori 513

Suatu komputer harus memiliki set instruksi yang memungkinkan pengguna untuk memformulasikan pengolahan data atau dengan memperhatikan kemampuan pemrograman bahasa tingkat tinggi. Agar dapat dieksekusi, setiap program yang ditulis dalam bahasa program tingkat tinggi harus diterjemahkan ke dalam bahasa mesin. Jadi, set instruksi mesin harus dapat mengekspresikan setiap instruksi bahas atingkat tinggi.

Adapun Jenis-jenis instrusi sebagai berikut:
- Pengolahan Data : Instrusi-instruksi aritmatika dan logika
- Penyimpanan Data : Instriksi-instruksi memori
- Perpindahan Data : Instruksi I/O
- Kontrol : Instruksi pemeriksaan dan percabangan

D. Jumlah Alamat

Salah satu cara tradisional dalam menjelaskan arsitektur prosesor adalah dengan memakai jumlah alamat yang terdapat pada masing-masing instruksi. Instruksi aritmatika dan logika memerlukan operand yang berjumlah banyak. Secara virtual, seluruh operasi eritmatika dan logika merupakan uner/unary (satu operand) atau biner (dua operand). Dengan demikian, memerlukan maksimum dua alamat untuk acuan operand. Hasil sebuah operasi akan memerlukan alamat ketiga.

Dengan demikian, instruksi perlu memiliki empat buah acuan alamat: dua buah operand, sebuah hasil operasi, dan sebuah alamat instruksi berikutnya. Sebagian besar CPU merupakan variasi satu, dua, atau tiga alamat dengan alamat instruksi berikutnya merupakan implisit (diperoleh dari pencacah program). Format tiga alamat tidak umum digunakan, karena instruksi-instruksi tersebut memerlukan bentuk instruksi yang lebih relatif lebih panjang untuk menampung acuan-acuan tiga alamat. Sedangkan bentuk dua alamat mengurangi kebuatuahan ruang akan tetapi menimbulkan kesulitan. Instruksi yang lebih sederhana adalah instruksi satu alamat. Agar alamat ini dapat berfungsi, alamat perlu diimplisitkan.

E. Rancangan Set Instruksi
Salah satu hal yang paling menarik tentang rancangan komputer adalah rancangan set instruksi. Karena rancangan ini mempengaruhi banak aspek sistem komputer, maka rancangan set instruksi sangat kompleks. Set instruksi menentukan banyak fungsi yang akan dilakukan oleh CPU dan karena itu memiliki efek yang sangat menentukan implementasi CPU. Set instruksi merupakan alat bagi pemrogram untuk mengontrol CPU. Dengan demikian, kebutuhan-kebutuhan pemrogram harus menjadi bahan pertimbangan dalam merancang set instruksi.

Masalah rancangan fundamental yang paling signifikan meliputi:
• Repertoi Operasi: Berapa banyak dan opersai-operasi apa yang harus disediakan, dan sekompleks apakah operasi itu seharusnya.
• Jenis data : berbagai jenis data pada saat operasi dijalankan
• Bentuk instruksi : Panjang instruksi (dalam bit), jumlah alamat, ukuran bidang, dan sebagainya.
• Register : Jumlah register CPU yang dapat diacu oleh instruksi, dan fungsinya.
• Pengalamatan: Mode untuk menspesifikasikan alamat suatu operand.
Masalah-masalah ini saling berkaitan dan harus diperhatikan dalam merancang set instruksi.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
- Instruksi mesin (machine intruction) yang dieksekusi membentuk suatu operasi dan berbagai macam fungsi CPU.
- Kumpulan fungsi yang dapat dieksekusi CPU disebut set instruksi (istruction set) CPU.
- Karakteristik instruksi mesin, meliputi:
- Elemen-elemen instruksi
- Representasi instruksi
- Jenis-jenis instruksi
- Penggunaan alamat
- Rancangan set instruksi

B. Saran

Adapun saran kami yaitu kami mengharapkan kepada pembaca agar dapat memahami makalah kami sebagai acuan dalam mata kuliah organisasi komputer khususnya pada bagian karakteristik instruksi komputer. Setelah membaca makalah ini, kami juga mengharapkan agar pembaca memberi kritik dan saran-Nya agar makalah kami akan lebih sempurna lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Sigit, Riyanto, dkk. 2005. Set Instruksi. Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS. More...

Selasa, 10 Januari 2012

Wawancara Masyarakat

Assalamu Alaikum

Izinkan saya mempersembahkan (halah.. bahasanya resmi amet) kutipan wawancara masyarakat seputar pelaksanaan peringatan kematian dan barzanji yang juga merupakan Tugas AIK V dari Ibu Dosen Dra. Nurhayati Ali, M.Hum.

Nama : Wahyuddin Mashuri

Umur : 22 Tahun

Pekerjaan : Staf PPM Rahmatul Asri Enrekang

Alamat : Kel. Manisa, Kec. Baranti Kab. Sidrap

1. Apakah anda melaksanakan peringatan kematian apabila ada keluarga yang meninggal??

- Jika ya, Apa alasannya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Tidak, karena keluarga tidak melaksanakan hal tersebut dari dulu sampai sekarang. Biasanya keluarga hanya berkumpul untuk mengaji dan berdoa bersama apabila ada anggota keluarga yang meninggal.

2. Apakah anda melaksanakan barzanji??

- Jika ya, kenapa tidak dibaca setiap saat dan kenapa tidak dengan artinya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Tidak, karena saya tidak tahu membaca barzanji, apalagi mengartikannya.

Nama : Drs. H. Lakalebbi

Umur : 49 Tahun

Pekerjaan : Penyuluh Agama Islam

Alamat : Kel. Benteng, Kec. Baranti Kab. Sidrap

1. Apakah anda melaksanakan peringatan kematian apabila ada keluarga yang meninggal??

- Jika ya, Apa alasannya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Ya, karena dalam peringatan kematian ada unsur doa, artinya kita Sebagai pihak keluarga berdoa untuk keselamatan orang yang meninggal dunia tersebut.

2. Apakah anda melaksanakan barzanji??

- Jika ya, kenapa tidak dibaca setiap saat dan kenapa tidak dengan artinya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Ya, karena dalam barzanji berisi sejarah singkat Nabi Muhammad Saw, dan isinya mengandung shalawat kepada Nadi Muhammad Saw yang bisa menumbuhkan rasa cinta kita kepada beliau.

Tidak dibaca setiap saat karena memang tidak ada aturan yang mengikat seperti itu. Dan memahami arti barzanji itu lebih baik.

Nama : Suardi, S.Ag

Umur : 36 Tahun

Pekerjaan : Staf KUA Baranti

Alamat : Kel. Duampanua, Kec. Baranti Kab. Sidrap

1. Apakah anda melaksanakan peringatan kematian apabila ada keluarga yang meninggal??

- Jika ya, Apa alasannya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Ya, karena peringatan kematian merupakan tradisi turun temurun dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Peringatan kematian juga sebagai sarana silaturahmi dengan keluarga serta menghibur bagi keluarga yang ditinggalkan.

2. Apakah anda melaksanakan barzanji??

- Jika ya, kenapa tidak dibaca setiap saat dan kenapa tidak dengan artinya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Ya, karena barzanji merupakan sejarah Nabi Muhammad Saw yang dibaca pada saat ada kegiatan keagamaan (seperti Maulid, dan sebagainya). Di Baranti juga terkadang diadakan lomba barzanji dalam lingkup siswa sekolah, pemuda, dan masyarakat.

Nama : Drs. H. Asibu

Umur : 56 Tahun

Pekerjaan : Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Lt. Salo

Alamat : Kel.Lautang Salo , Kec. Panca Rijang Kab. Sidrap

1. Apakah anda melaksanakan peringatan kematian apabila ada keluarga yang meninggal??

- Jika ya, Apa alasannya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Tidak, karena tidak ada dalil yang shahih yang menegaskan hal tersebut. Dan Rasulullah Saw juga tidak pernah melaksanakan hal seperti yang tersebut di atas. Kalaupun ada orang yang melaksanakan, perlu dipahami bersama bahwa itu hanya merupakan tradisi orang-orang terdahulu yang turun temurun sampai sekarang. Dan hal itu tidak boleh dikaitkan dengan persoalan agama.

2. Apakah anda melaksanakan barzanji??

- Jika ya, kenapa tidak dibaca setiap saat dan kenapa tidak dengan artinya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Tidak, karena sebelum melaksanakan sesuatu, kita harus mengetahui arti dan hakikat mengapa hal itu dilaksanakan. Seperti yang kita ketahui, barzanji merupakan sejarah hidup Rasulullah Saw dari lahir sampai beliau meninggal dunia. Barzanji sangat bagis ketika kita memahami hakikat dan maknanya. Jadi, barzanji bisa dibaca kapan saja, tapi fenomena yang terjadi sekarang barzanji hanya dibaca pada acara-acara tertentu saja. Hal itu dilakukan masyarakat karena kurangnya pemahaman terhadap arti dan makna dari barzanji tersebut.

Nama : Hamsiyati Masnur, S.PdI

Umur : 41 Tahun

Pekerjaan : Guru MI Muhammadiyah Lt. Salo

Alamat : Kel. Manisa, Kec. Baranti Kab. Sidrap

1. Apakah anda melaksanakan peringatan kematian apabila ada keluarga yang meninggal??

- Jika ya, Apa alasannya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Ya, karena dalam peringatan kematian diadakan ta’ziyah serta mengaji dan doa bersama sebagai permohonan doa untuk keselamatan orang yang meninggal di alam kubur. Selain itu makna peringatan kematian juga untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan supaya tabah menghadapi cobaan tersebut

2. Apakah anda melaksanakan barzanji??

- Jika ya, kenapa tidak dibaca setiap saat dan kenapa tidak dengan artinya??

- Jika tidak, apa alasannya??

Jawab :

Tidak, karena saya tidak tahu membaca barzanji,

Sebenarnya membaca barzanji tidak ada salahnya karena berisi sejarah Nabi Muhammad Saw, jadi bisa dibaca kapan saja dan sangat baik jika dipahami arti dan maknanya. Hanya saja yang terjadi di masyarakat, pembacaan barzanji cenderung merupakan tradisi yang dibaca pada perayaan tertentu.
More...

Senin, 09 Januari 2012

Proposal Jaringan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi semakin canggih seiring berkembangnya jaman. Hal ini harus ditunjang dengan SDM manusia yang memadai. Salah satu tempat yang mendukung hal tersebut adalah kampus. Mahasiswa belajar sesuai dengan bidangnya di tempat tersebut.

Di era yang serba teknologi sekarang ini, semua kegiatan apapun yang dilakukan sehari-hari hampir tidak bisa lepas dari alat elektronik yang namanya komputer. Kegunaan komputer saat ini sangat beragam karena fungsinya yang semakin hari semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia yang semakin hari semakin bertambah pula. Kegiatan yang biasanya tidak bisa lepas dari pemakaian komputer diantaranya, kegiatan perbankan, administrasi perkantoran, pelayanan administrasi di rumah sakit, hingga lingkup dunia pendidikan.

Internet merupakan salah satu hasil perkembangan dari teknologi komputer. Pada masa ini hampir semua orang sudah menggunakan internet untuk menunjang kebutuhan akan informasi yang uptodate, selain dari media elektronik lainnya seperti televisi dan radio. Dunia pendidikan sangat butuh akan informasi, selain yang didapatkan dari buku-buku literatur dan media massa, juga dari aplikasi-aplikasi yang tersedia di internet karena kemudahan dan juga waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkannya cepat. Kegiatan akademik adalah bagian sentral dari suatu institusi pendidikan. Sehingga untuk menunjang agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik maka yang menentukan keberhasilannya adalah sistem yang digunakan. INTERNET merupakan suatu usaha yang sangat banyak diminati setiap orang. Usaha tersebut tidak luput dari beberapa saingan karna sudah banyak yang melakukan usaha tersebut sehingga daya saing semakin hari semakin meningkat. Dinas pendidikan khususya yang memiliki koneksi jaringan internet yang sangat di butuhkan para pegawai untuk melihat perkembangan dunia pendidikan sekarang ini.

Salah satu usaha yang dilakukan oleh dinas pendidikan sekarang ini yaitu mencoba melakukan usaha yang cukup membantu para pegawai untuk mencari perkembangan pendidikan secara. Agar bisa memenuhi kebutuhan pegawai, maka sistem yang dipakai harus lah bisa mendukung kegiatan tersebut agar bisa terlaksana dengan baik. Oleh karena beberapa kendala dan masalah tersebut di atas maka menjadi alasan bagi kami untuk mengambil judul ini

“ Membangun jaringan WIFI pada dinas pendidikan kota parepare”.

B. Identifikasi dan Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang yang sudah dikemukakan di atas maka masalah yang terindentifikasi adalah :
1. Kurangnya pegawai untuk mencari informasi di dunia maya.
2. Masih belum optimalnya pelayanan yang diberikan oleh pihak Pemerintah Kota Parepare.
3. Masih banyaknya komputer yang tersambung pada jaringan.

Berdasarkan permasalahan yang sudah teridentifikasi di atas, maka kami membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang jaringan WI-FI pada kantor tersebut?
2. Bagaimana menarik para pegawai agar mencari informasi di dunia maya?
3. Bagaiamana mengoptimalkan peran Pemerintah dalam membangun jaringan WI-FI?

C. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah untuk Membangun jaringan WIFI pada dinas pendidikan kota parepare. Solusi dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam membangun jaringannya.
Sedangkan tujuan dilaksanakannya penelitian adalah :
1. Untuk mengetahui seberapa banyak minat para pegawai-pegawai pada internet tersebut.
2. Untuk Membangun jaringan WIFI pada dinas pendidikan kota parepare.

D. Kegunaan Penelitian
Yang dimaksud dengan kegunaan penelitian adalah bagamaina manfaat yang akan dirasakan oleh beberapa pihak atas hasil dari penelitian yang telah dilakukan ini.

1) Kegunaan Praktis
Memberikan manfaat pada pegawai dalam memenuhi kebutuhan pegawai.

2) Bagi Penulis
Berguna dalam menambah atau memperkaya wawasan pengetahuan baik teori maupun praktek, belajar menganalisa dan melatih daya fikir dalam mengambil kesimpulan atas permasalahan yang ada didalam dinas pendidikan.

3) Bagi Pengembangan Ilmu
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pembanding antara dinas-dinas yang lain. Sehingga dengan adannya perbandingan tersebut akan lebih memajukan pengetahuan kami khususya ilmu Teknik Informatika yang sudah ada untuk ditahapkan pada dunia nyata dan dapat menguntungkan berbagai pihak.

4) Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada peneliti lain atau para akademisi yang akan mengambil atau tugas akhir dalam kajian yang sama sekaligus sebagai referensi di dalam penulisan.

E. Batasan Masalah
Agar penelitian lebih mendalam pada materi pembahasan sehingga tidak keluar dari maksud dan tujuan yang telah ditetapkan, maka penulis membatasi permasalahan pada : Perancangan ini ditujukan kepada mahasiswa informatika khususnya kampus UMPAR.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Pengenalan Jaringan Komputer
Dalam ilmu komputer dan teknologi informasi, dikenal istilah jaringan komputer. Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan lainnya dengan menggunakan media komunikasi, sehingga dapat saling berbagi data, informasi, program, dan perangkat keras (printer, harddisk, webcam, dsb). Jaringan komputer adalah dua atau lebih komputer yang saling terhubung antara satu dengan yang lain sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi. Setiap komputer atau periperal lainnya yang terhubung dengan jaringan disebut node. Dalam sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan bahkan mungkin jutaan node.

Berikut merupakan manfaat penggunaan jaringan komputer :

1. Berbagi perangkat keras.
Perangkat keras dapat digunakan oleh sejumlah komputer tanpa perlu melepas dan memasang kembali, cukup dipasang ke komputer atau dihubungkan ke suatu peralatan khusus dan semua komputer dapat mengaksesnya.

2. Berbagi program atau data.
Program atau data dimungkinkan untuk disimpan pada sebuah komputer yang bertindak sebagai server. Cara ini memungkinkan perusahaan membeli sebuah perangkat lunak dan dipasang di server, kemudian orang yang memerlukannya dapat mengakses program tersebut.

2. LAN ( Local Area Network)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

3. Topologi Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Konfigurasi yang digunakan untuk membentuk jaringan secara fisik disebut topologi jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, dan star. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

4. Wireless LAN ( Jaringan lokal Nirkabel)
WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya. Link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kabel, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.

Wi-Fi (atau Wi-fi, WiFi, Wifi, wifi) merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

5. Manfaat jaringan Komputer
Kebutuhan jaringan LAN umumnya sejalan dengan perkembangan sistem informasi manajemen yang dikembangkan pada organisasi tersebut ataupun sistem komputerisasi yang terjadi di dalam organisasi tersebut. Kebutuhan dasar yang menjadi alasan pembuatan jaringan LAN cukup banyak, diantaranya karena dibutuhkan adanya pertukaran data/ informasi antar pemakai komputer PC yang dilakukan secara langsung (on-line).

a. Adanya data yang digunakan oleh lebih dari satu pemakai komputer pada saat yang bersamaan (sharing data).

b. Dibutuhkan penyimpanan data yang terjamin keamanannya.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei, yang dipakai untuk tujuan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang pembangunan jaringan wifi sebagai sumber belajar oleh mahasiswa prodi Informatika.

B. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini akan dilaksanakan di dinas pendidikan Kota Parepare.

C. Faktor Yang Diselidiki
Adapun faktor-faktor yang akan diselidiki pada penelitian ini adalah:

1. Faktor pegawai dan prosesnya: Yaitu dengan mengamati pegawai ketika mencari informasi di komputer. Mengamati yang di maksud adalah:
a. Pegawai yang memakai komputer tersebut.
b. Pegawai yang mengkritik dinas pendidikan tersebut.
c. Pegawai yang memberikan masukan kepada kantor tersebut.
d. Pegawai yang merasa bosan ketika membuka komputer tersebut.

2. Faktor pemerintah: yaitu dengan memperhatikan keluhan-keluhan pegawai ketika mereka bosan di kantor tersebut.

3. Hasil : yaitu mengumpulkan keluhan-keluhan pegawai dan mencari sebuah solusi tersebut.

D. Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan alat berupa instrumen. Instrumen yang digunakan terdiri dari proses pengumpulan keluhan, angket respon pegawai terhadap jaringan tersebut. Tes hasil pengumpulan dikembangkan oleh peneliti dan divalidasi oleh beberapa validator yang dianggap mengetahui hal tersebut.

E. Prosedur Penelitian
Prosedur kerja dalam penelitian tindakan ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi.
Tahapan tersebut disusun dalam II siklus. Setiap siklus direncanakan dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Penelitian tindakan ini dilakukan oleh peneliti, sedangkan dinas pendidikan tersebut kota Parepare bertindak sebagai observer.

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini meliputi:
1) Melaksanakan observasi awal pada warnet tempat penelitian.
2) Mengadakan peralatan perangkat keras untuk rencana dan maksud penelitian untuk memaksimalkan kinerja komputer khususnya Membangun jaringan WIFI pada dinas pendidikan kota parepare.
3) Membuat alat untuk perancangan WIFI.
4) Mengetes peralatan yang sudah disiapkan untuk Membangun jaringan WIFI pada dinas pendidikan kota parepare.

b. Tahap Tindakan
Kegiatan yang dilakuakan pada tahap tindakan ini meliputi:
1) Mengerjakan peralatan yang sudah disiapkan untuk jaringan WIFI.
2) Memberikan kesempatan kepada pegawai menikmati WIFI pada kantor tersebut.

F. Teknik Pengumpulan Alat

1. Sumber Alat
a. Alat untuk membangun jaringan wifi dengan cara memesan lagsung dari perusahan computer.
b. Alat tersebut dilakukan test apakah asli atau tidak supaya tidak mengalami kerugian pada pemilik tersebut.

2. Jenis Alat
Persiapan alat dan bahan :Sebenarnya alat dan bahan yang akan kita gunakan tergantung dari kebutuhan jaringan itu sendiri. Jarak pancar dan kondisi geografis pun menjadi suatu pertimbangan ketika kita hendak membangun sebuah Jaringan. Berikut adalah alat dan bahan yang akan digunakan :

1. PC dengan spesifikasi : P3-500 Mhz, RAM 32MB (min), HDD (min) 120MB, dan memiliki Network Inf. Card (10/100; 100/1000).
2. Modem (DSL/ADSL)
3. Internet Connection (Speedy, 3G, dan lain-lain)
4. Kabel LAN CAT 5 / CAT 6
5. Konektor RJ-45
6. Wireless Outdoor RB600 (2 bh AP A+B+G)
7. Antena OMNI Directional 20Db
8. Indoor Mikrotik® OS -3.24
9. Kabel Pigtail
10. Tiang Besi

Peralatan Pendukung:
- Kabel Ties
- Palu, Multimeter, Lan Tester
- Tang Potong, Tang Lancip dan Tang Kombinasi
- Obeng + dan –
- Tang Crimping
- Kawat Licin 2 mm
- Tiang Besi
- Isolasi Karet, Isolasi Biasa, Thermofit (Isolasi Bakar)
- Solder, Timah, Penghisap Timah.
- Plester Aluminium Foil

G. Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa angket. Penelitian ini bertujuan untuk mencari koefisien korelasi antara veriabel kontrol dengan variabel kecenderungan menggunakan jaringan wifi.

H. Analisis Data
Analisis data hasil penelitian menggunakan teknik analisis static deskriptif dan kualitatif. Analisis static deskriptif digunakan untuk mengetahui presentase tingkat penguasaan penggunaan jaringan wifi pada pegawai di kantor tersebut. Sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk mendiskripsikan keaktifan pegawai yang ada di kantor tersebut yang diketahui dari hasil dan kerja yang diperoleh dari hasil pemberian tugas pada setiap tahapan

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan jaringan wi-fi pada Dinas Pendidikan Daerah Kota Parepare dapat mempermudah pegawai dalam memenuhi kebutuhannya.

B. Saran
Diharapkan kepada Pemerintah daerah Kota Parepare agar mengoptimalkan pengembangan jaringan khususnya jaringan WIFI pada kantor Dinas Pendidikan Daerah Kota Parepare agar para pegawai dapat lebih mudah dalam mengerjakan pekerjaannya di kantor.

DAFTAR PUSTAKA

Computers and Communications. McGrawHilll.NY. 2003.

La Budde, Keith, Structured Programming Concept, MCGraw-Hill Book Company.

Tanenbaum, Andrew.S. Jaringan Komputer. Jilid 1. Prenhallindo. Jakarta.1997

Williams, Brian.K. Using Information Technology: A Practical Introduction to

http://www.microsoft.com/windowsxp/using/networking/setup/wired.mspx

Angket / Kuisioner

“Membangun Jaringan Wifi Pada Dinas Pendidikan Daerah Kota Parepare”

Nama :

Pekerjaan :

Alamat :

1. Apakah anda mengerti tentang jaringan wifi, terkhusus pada jaringan wifi yang ada pada kantor Dinas Pendidikan Kota Parepare ?

a. Sangat mengerti b. Mengerti c. Kurang mengerti d.Tidak mengerti

2. Apakah anda setuju dengan adanya jaringan wifi pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Parepare ?

a. Sangat setuju b. Setuju c. Kurang setuju d. Tidak setuju

3. Apakah masyarakat / pegawai menerima dengan adanya sarana dan prasarana jaringan wifi di Dinas Pendidikan ?

a. Sangat menerima c. Kurang menerima

b. Menerima d. Tidak menerima

4. Apakah jaringan wifi bagi di Kantor Dinas Pendidikan bermanfaat ?

a. Sangat bermanfaat c. Kurang bermanfaat

b. Bermanfaat d. Tidak bermanfaat

5. Bermanfaat bagi siapa sajakah jaringan wifi pada Dinas Pendidikan ?

a. Pegawai c. Masyarakat dan pegawai

b. Masyarakat d. Tidak Keduanya

6. Apakah jaringan wifi pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Parepare dibutuhkan ?

a. Sangat dibutuhkan c. Kurang dibutuhkan

b. Dibutuhkan d. Tidak dibutuhkan

7. Dari segi mana saja jaringan wifi membantu sistem kerja pada Kanor Dinas Pendidikan Kota Parepare ?
http://www.blogger.com/img/blank.gif
a. Mempermudah hubungan dan sistem kerja bagi pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Parepare tiap bidang dan kantor lain.

b. Mempermudah memperoleh informasi lewat jaringan wifi.

c. Sepakat pada pilihan a dan bhttp://www.blogger.com/img/blank.gif

d. Tidak sepakat pada pilihan a dan b

Ket :

Ceklis / lingkari yang sesuai dengan pendapat anda.

Thanks to : Irna Sulastrianingsih


More...