Sabtu, 14 Mei 2011

Proposal RTI

PROPOSAL
PERANCANGAN JARINGAN LAB MAN MADELLO BARRU
MENGGUNAKAN WIRELESS



DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK VI
ELA NURELLAH MASTI (208280040)
AYU PRATIWI ULIANTARI (208280038)
F A R I D A H (208280112)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2011
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala kasih karunia dan berkat-Nya yang berlimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan judul “PERANCANGAN JARINGAN LAB MAN MADELLO BARRU MENGGUNAKAN WIRELESS ” yang disusun sebagai syarat dalam Mata Kuliah Riset Teknologi Informasi di Jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Parepare.
Penulis menyadari bahwa proposal ini tidak lepas dari kekurangan, oleh karena itu penulis sangat menghargai dan mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk penyempurnaan Tugas Mata kuliah Riset Teknologi Informasi ini. Besar harapan penulis agar hasil penelitian ini berguna bagi penulis maupun untuk khalayak pembaca.


Parepare, Mei 2011

Penulis







BAB I
PENDAHULUAN

1. Judul : Perancangan Jaringan Lab MAN MADELLO
BARRU Menggunakan Wireless

2. Latar Belakang Masalah
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan satu sama lain dengan memanfaatkan media komunikasi dan suatu protokol komunikasi, sehingga antar komputer dapat saling berbagi dan bertukar informasi.
Pada saat ini, manfaat dari jaringan komputer sudah sangat banyak dirasakan. Apalagi dalam dunia komunikasi yang serba cepat ini, jaringan komputer sering kali berperan vital dalam kegiatan pendistribusian informasi yang cepat tersebut. Semua dari komponen yang tergabung dalam jaringan komputer tersebut haruslah mampu saling mendukung untuk menghasilkan satu sistem yang kokoh dan handal untuk melayani setiap permintaan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
Sekian banyak manfaat dalam penerapan jaringan komputer tersebut ternyata belum dioptimalkan pada lingkungan pendidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) pada khususnya. MAN Madello Barru merupakan Sekolah yang bernafaskan islam yang bertempat di Desa Cilellang Kec. Mallusetasi Kab. Barru. Di MAN Madello Barru terdapat 2 jurusan, IPA dan IPS dan dilengkapi dengan ruang kelas yang refresentatif, Lab komputer, Lab IPA, perpustakaan, ruang guru dan kantor dan sementara merancang Lab Bahasa. Selama ini di MAN Madello Barru, pada Laboratorium Keterampilan Komputer masih dijalankan sebuah sistem lama, dimana setiap siswanya melakukan login dengan menggunakan account tunggal yang telah ada di sebuah Sistem Operasi. Setiap siswa juga menyimpan data pekerjaannya di harddisk dimana mereka melakukan login. Sistem lama ini dipandang sangatlah tidak efisien, karena dengan sistem lama ini seorang Guru harus menyalakan semua komputer di laboratoriumnya hanya untuk mengambil data pekerjaan siswanya, kemudian menilainya. Berangkat dari masalah yang ada tersebut penyusun ingin melakukan optimalisasi terhadap sistem lama itu agar manfaat jaringan komputer benar-benar bisa dirasakan di lingkungan Laboratorium MAN Madello Barru.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang masalah, dapat dirumuskan masalah yang ada sebagai berikut:
Bagaimana merancang sebuah jaringan komputer untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di laboratorium MAN Madello Barru menggunakan accsess point.
4. Batasan Masalah
Dalam proposal ini hal-hal yang akan dibahas adalah:
a. Perancangan Topologi Jaringan .
b. Instalasi dan konfigurasi Wireless Access Point ke jaringan
5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dari rumusan masalah diatas ada beberapa tujuan dan manfaat dari Perancangan Lab Jaringan MAN Madello Barru menggunakan Wireless Access Point.
a. Tujuan
Dengan adanya sistem jaringan yang baru pada MAN Madelo Barru diharapkan proses pembelajaran di laboratorium MAN Madello Barru dapat berjalan secara optimal (meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran)
b. Manfaat
1. Manfaat untuk komputer yaitu :
a. Mengurangi kerangkapan data;
b. Mampu mengefektifkan penggunaan harddisk pada sisi komputer klien, sehingga harddisk pada komputer klien tidak cepat penuh.
2. Manfaat untuk siswa yaitu :
a. mempermudah dan mempercepat seorang guru untuk mengambil hasil pekerjaan siswa/siswinya;
b. Mempermudah dan mempercepat seorang guru untuk memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa/siswinya;

6. Hipotesis

Berdasarkan masalah pokok dan kerangka pikir serta tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
1. Sistem jaringan yang baru pada MAN Madelo Barru di laboratorium MAN Madello Barru dapat berjalan secara optimal.
2. Dengan adanya jaringan pada MAN Madello Barru diharapkan meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan sebagainya. Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.
MAN Madello Barru merupakan Sekolah yang bernafaskan islam yang bertempat di Desa Cilellang Kec. Mallusetasi Kab. Barru. Di MAN Madello Barru pada Laboratorium Keterampilan Komputer masih dijalankan sebuah sistem lama, dimana setiap siswanya melakukan login dengan menggunakan account tunggal yang telah ada di sebuah Sistem Operasi. Setiap siswa juga menyimpan data pekerjaannya di harddisk dimana mereka melakukan login. Sistem lama ini dipandang sangatlah tidak efisien, karena dengan sistem lama ini seorang Guru harus menyalakan semua komputer di laboratoriumnya hanya untuk mengambil data pekerjaan siswanya, kemudian menilainya.
Berangkat dari masalah yang ada tersebut penyusun ingin melakukan optimalisasi terhadap sistem lama itu agar manfaat jaringan komputer benar-benar bisa dirasakan di lingkungan Laboratorium MAN Madello Barru.


1. Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. (Wikipedia, 2009). Topologi Jaringan dibagi menjadi dua yaitu topologi fisik dan topologi logis. Topologi fisik menjelaskan susunan jaringan komputer secara fisik. Topologi fisik menguraikan bagaimana komputer, media jaringan, dan letak-letak dari komponen jaringan komputer ditempatkan. Ghazali (2008) mengatakan bahwa sedangkan topologi logis menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan. Menurut Dwiantoro (2005) Topologi logis menguraikan bagaimana data mengalir sepanjang komponen fisik.




Topologi Jaringan MAN Madello Barru
2. Tipe Jaringan Komputer Berdasarkan Ruang Lingkup dan Jangkauan
Jaringan komputer berdasarkan ruang lingkup dan jangkauan dapat dibagi menjadi 3 kelompok :
1. Jaringan LAN (Local Area Network)
2. Jaringan MAN (Metropolitan Area Network)
3. Jaringan WAN (Wide Area Network)
4. Jaringan tanpa kabel (wireless)
Dari tipe jaringan komputer tersebut di atas akan dibahas jaringan LAN dan Jaringan tanpa kabel (wireless).
1) Jaringan LAN (Local Area Network)
Jaringan LAN adalah jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam satu lokal area (biasanya dalam satu gedung atau antar gedung). Biasanya digunakan dalam rumah, perkantoran, perindustrian, universitas atau akademik, rumah sakit, dan daerah yang sejenis. Pada jaringan LAN kecepatan transmisi data dapat mencapai 1 sampai 100 megabit perdetik. Berbagai tipe Lan telah dibangun dan diinstalasi, namun beberapa tipe menjadi lebih dominan dari yang lain.
Keuntungan menggunakan LAN adalah :
a) Akses data antar komputer berlangsung cepat dan mudah
b) Dapat menghubungkan banyak komputer
c) Dapat terkoneksi ke internet
d) Back Up data berlangsung lebih cepat dan mudah.
2) Jaringan Tanpa Kabel (WIRELESS)
Teknologi wireless adalah salah pilihan yang tepat untuk menggantikan teknologi jaringan yang terdiri dari banyak kabel dan sebuah solusi akibat jarak antar jaringan yang tidak dihubungkan melalui kabel. Banyak keuntungan sistem jaringan WiFi (Wireless Fidelity), yaitu pengguna tidak dibatasi ruang geraknya, tetapi dibatasi oleh jarak jangkauan pemancar WiFi. Pemancar WiFi mampu menjangkau area 100 feet atau 30 m2. Apabila menginginkan jangkauan lebih jauh lagi, dapat diperkuat menggunakan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay dan mampu menjangkau ratusan meter bahkan beberapa kilometer.
Perlu diketahui ada dua cara menghubungkan antar-PC dengan sistem wireless, yaitu sistem ad hoc dan Access Point. Sistem ad hoc merupakan hubungan antar-PC berdasarkan nama SSID (Servise Set IDentifier). SSID adalah nama komputer yang memiliki card, USB, dan perangkat wireless. Setiap perangkat harus diberinama sesuai identitas. Sistem Ad Hoc adalah sistem peer to peer. Maksudnya, sebuah komputer akan dihubungkan dengan sebuah komputer lainnya agar saling mengenal SSID.
Sistem Infra Structure membutuhkan sebuah perangkat khusus yang dapat difungsikan sebagai akses poin. Koneksi infra stuktur menggunskan access point membutuhkan paling tidak sebuah jaringan wireless network yang memiliki satu tititk di satu tempat, sehingga komputer lain dapat mencari dan menerima sinyal agar bisa masuk ke dalam jaringan network tersebut. Komponen logic dari access point adalah ESSID (Extended Service Set IDentification) yang merupakan standar dari IEEE 802.11. pengguna harus mengkoneksikan wireless adapter ke Access Point dengan ESSID tertentu supaya transfer data bisa terjadi. ESSID menjadi autetinfikasi standar dalam komunikasi wireless. Dalam segi keamanan beberap vendor tertentu membuat kunci autentifikasi tertentu untuk proses autentifikasi dari klien.



B. Kerangka Berfikir




BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Metode yang dikumpulkan dalam pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder sebagai dasar penelitian yang digunakan adalah bahan keterangan untuk kelengkapan data dan informasi meliputi:
1. Penelitian Kepustakaan
Yaitu pengumpulan data dengan cara mencari buku yang terkait dengan pembahasan serta artikel-artikel tentang perancangan jaringan.
2. Penelitian lapangan (Field Research)
Yaitu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data secara langsung dari objek penelitian melalui metode menanyakan hal-hal yang dibutuhkan dalam perancangan jaringan serta kendala yang dihadapi selama ini.
B. Cara Kerja Penelitian
Adapun cara kerja kerja penelitian ynag dilakukan yaitu:
a. Observasi : Pengamatan secara langsung pada lapangan objek penelitian dengan seksama, mencakup berbagai hal lapangan informasi PT. Telkom Arnet Parepare, maupun hal lain yang berkaitan dengannya.
b. Interview : Yaitu wawancara secara langsung kepada pimpinan dan jajaran staf yang memiliki tugas wewenang tertentu untuk memperoleh data factual dan aktual.
C. Waktu dan Tempat Penelitian
Adapun waktu dan tempat penelitian yaitu pada Bulan Mei 2011, bertempat di MAN Madello Barru Kecamatan Cilellang Kabupaten Barru.


D. Analisis Data
Dalam penelitian ini, ada 3 kelompok data yg akan di analisis sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan pada BAB I sebelumnya. Dengan demikian, spesifikasi analisis data penelitian ini adalah:
1. Merancang sebuah jaringan komputer untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di Lab MAN Madello Barru.
2. Perancangan Jaringan pada MAN Madello Barru menggabungkan antara tiga gedung yaitu, kantor, laboratorium komputer, dan ruang guru, ditambah lagi dengan satu titik access point sebagai akses wireless.
3. Dengan adanya jaringan pada MAN Madello Barru dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Serta Lebih memudahkan dalam mendapatkan informasi bagi siswa maupun guru.



BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan satu sama lain dengan memanfaatkan media komunikasi dan suatu protokol komunikasi, sehingga antar komputer dapat saling berbagi dan bertukar informasi.
Perancangan jaringan pada MAN Madello Barru yang menggabungkan antara tiga gedung yaitu, kantor, laboratorium komputer, dan ruang guru, ditambah lagi dengan satu titik access point sebagai akses wireless. Lebih memudahkan dalam mendapatkan informasi serta memudahkan dalam proses belajar mengajar.

B. Saran
Berikut adalah beberapa saran-saran yang dapat penulis sarankan, demi tercapainya tujuan dari perancangan jaringan komputer MAN Madello Barru :
a) Melakukan perawatan terhadap jaringan yang sudah ada.
b) Memberikan pelatihan bagi guru dan pegawai MAN Madello Barru.




DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Yani. 2008. Panduan Membangun Jaringan Komputer. Bandung
Berry Krcheval dan Dwi Prabautini. 1999. DHCP Panduan untuk Konfigurasi Jaringan TCP/IP yang Dinamis. Yogyakarta
Firrar Utdirartarmo. 2004. Cara Mudah Mengelolah PC dalam Jaringan. Yogyakarta
Heywood Drew dan Daniel M.W. 1996. Konsep dan Penerapan. Microsoft TCP/IP. Yogyakarta
Melwin. Sya Frizal. 2005. Pengantar Jaringan Komputer. Yogyakarta
Tim Perumus KBBI. - . Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta
Tri Kuntoro Priyambodo, dan Dodi Heriadi. 2005. Jaringan WIFI, Teori dan Implementasi. Yogyakarta
Wahana Komputer. 2005. Menjadi Administrator Jaringan Komputer. Semarang
www.rezafauzi.com/2009/.../pengertian-topologi-jaringan.html
http://www.docstoc.com/docs/50160485/Contoh-tinjauan-pustaka


More...

Jumat, 08 April 2011

Algoritma Penjadwalan

BAB I
PENDAHULUAN

Penjadwalan berkaitan dengan permasalahan memutuskan proses mana yang akan dilaksanakan dalam suatu sistem. Proses yang belum mendapat jatah alokasi dari CPU akan mengantri di ready queue.
Algoritma penjadwalan berfungsi untuk menentukan proses manakah yang ada di ready queue yang akan dieksekusi oleh CPU. Bagian berikut ini akan memberikan ilustrasi beberapa algoritma
penjadwalan.



BAB II
PEMBAHASAN

1. FCFS (First Come First Served)
Algoritma ini merupakan algoritma penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan CPU. Dengan menggunakan algoritma ini setiap proses yang berada pada status ready dimasukkan kedalam FIFO queue atau antrian dengan prinsip first in first out, sesuai dengan waktu kedatangannya. Proses yang tiba terlebih dahulu yang akan dieksekusi.
Contoh
Ada tiga buah proses yang datang secara bersamaan yaitu pada 0 ms, P1 memiliki burst time 24 ms, P2 memiliki burst time 3 ms, dan P3 memiliki burst time 3 ms. Hitunglah waiting time rata-rata dan turnaround time( burst time + waiting time) dari ketiga proses tersebut dengan menggunakan algoritma FCFS. Waiting time untuk P1 adalah 0 ms (P1 tidak perlu menunggu), sedangkan untuk P2 adalah sebesar 24 ms (menunggu P1 selesai), dan untuk P3 sebesar 27 ms (menunggu P1 dan P2 selesai).
Gambar Gantt Chart Kedatangan Proses

Urutan kedatangan adalah P1, P2 , P3; gantt chart untuk urutan ini adalah:
Waiting time rata-ratanya adalah sebesar(0+24+27)/3 = 17ms. Turnaround time untuk P1 sebesar 24 ms, sedangkan untuk P2 sebesar 27 ms (dihitung dari awal kedatangan P2 hingga selesai dieksekusi), untuk P3 sebesar 30 ms. Turnaround time rata-rata untuk ketiga proses tersebut adalah (24+27+30)/3 = 27 ms.
Kelemahan dari algoritma ini:
1. Waiting time rata-ratanya cukup lama.
2. Terjadinya convoy effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk menunggu 1 proses besar yang sedang dieksekusi oleh CPU. Algoritma ini juga menerapkan konsep non-preemptive, yaitu setiap proses yang sedang dieksekusi oleh CPU tidak dapat di-interrupt oleh proses yang lain.
Misalkan proses dibalik sehingga urutan kedatangan adalah P3, P2, P1. Waiting time adalah P1=6; P2=3; P3=0. Average waiting time: (6+3+0)/3=3. SJF (Shortest Job First) 104


2. SJF (Shortest Job First)
Pada algoritma ini setiap proses yang ada di ready queue akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yang pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek, sehingga dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang optimal.


Contoh: Ada 4 buah proses yang datang berurutan yaitu P1 dengan arrival time pada 0.0 ms dan burst time 7 ms, P2 dengan arrival time pada 2.0 ms dan burst time 4 ms, P3 dengan arrival time pada 4.0 ms dan burst time 1 ms, P4 dengan arrival time pada 5.0 ms dan burst time 4 ms. Hitunglah waiting time rata-rata dan turnaround time dari keempat proses tersebut dengan mengunakan algoritma SJF. Average waiting time rata-rata untuk ketiga proses tersebut adalah sebesar (0 +6+3+7)/4=4 ms.
Gambar Shortest Job First (Non-Preemptive)

Average waiting time rata-rata untuk ketiga prses tersebut adalah sebesar (9+1+0+2)/4=3 ms.
Ada beberapa kekurangan dari algoritma ini yaitu:
1. Susahnya untuk memprediksi burst time proses yang akan dieksekusi selanjutnya.
2. Proses yang mempunyai burst time yang besar akan memiliki waiting time yang besar pula karena yang dieksekusi terlebih dahulu adalah proses dengan burst time yang lebih kecil.
Algoritma ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Preemptive . Jika ada proses yang sedang dieksekusi oleh CPU dan terdapat proses di ready queue dengan burst time yang lebih kecil daripada proses yang sedang dieksekusi tersebut, maka proses yang sedang dieksekusi oleh CPU akan digantikan oleh proses yang berada di ready queue tersebut. Preemptive SJF sering disebut juga Shortest-Remaining- Time-First scheduling.
2. Non-preemptive . CPU tidak memperbolehkan proses yang ada di ready queue untuk menggeser proses yang sedang dieksekusi oleh CPU meskipun proses yang baru tersebut mempunyai burst time yang lebih kecil.
3. Priority Scheduling
Priority Scheduling merupakan algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang memiliki prioritas tertinggi. Setiap proses memiliki prioritasnya masing-masing.
Prioritas suatu proses dapat ditentukan melalui beberapa karakteristik antara lain:
1. Time limit.
2. Memory requirement.
3. Akses file.
4. Perbandingan antara burst M/K dengan CPU burst.
5. Tingkat kepentingan proses.

4. Round Robin
Algoritma ini menggilir proses yang ada di antrian. Proses akan mendapat jatah sebesar time quantum. Jika time quantum-nya habis atau proses sudah selesai, CPU akan dialokasikan ke proses berikutnya. Tentu proses ini cukup adil karena tak ada proses yang diprioritaskan, semua proses mendapat jatah waktu yang sama dari CPU yaitu (1/n), dan tak akan menunggu lebih lama dari (n-1)q dengan q adalah lama 1 quantum.
Algoritma ini sepenuhnya bergantung besarnya time quantum. Jika terlalu besar, algoritma ini akan sama saja dengan algoritma first come first served. Jika terlalu kecil, akan semakin banyak peralihan proses sehingga banyak waktu terbuang. Permasalahan utama pada Round Robin adalah menentukan besarnya time quantum. Jika time quantum yang ditentukan terlalu kecil, maka sebagian besar proses tidak akan selesai dalam 1 quantum. Hal ini tidak baik karena akan terjadi banyak switch, padahal CPU memerlukan waktu untuk beralih dari suatu proses ke proses lain (disebut dengan context switches time). Sebaliknya, jika time quantum terlalu besar, algoritma Round Robin akan berjalan seperti algoritma first come first served. Time quantum yang ideal adalah jika 80% dari total proses memiliki CPU burst time yang lebih kecil dari 1 time quantum.

5. Multilevel Queue
Ide dasar dari algoritma ini berdasarkan pada sistem prioritas proses. Prinsipnya, jika setiap proses dapat dikelompokkan berdasarkan prioritasnya, maka akan didapati queue seperti pada gambar berikut:
Gambar Multilevel Queue

Dari gambar tersebut terlihat bahwa akan terjadi pengelompokan proses-proses berdasarkan prioritasnya. Kemudian muncul ide untuk menganggap kelompok-kelompok tersbut sebagai sebuah antrian-antrian kecil yang merupakan bagian dari antrian keseluruhan proses, yang sering disebut dengan algoritma multilevel queue.

6. Multilevel Feedback Queue
Algoritma ini mirip sekali dengan algoritma multilevel queue. Perbedaannya ialah algoritma ini mengizinkan proses untuk pindah antrian. Jika suatu proses menyita CPU terlalu lama, maka proses itu akan dipindahkan ke antrian yang lebih rendah. Hal ini menguntungkan proses interaksi karena proses ini hanya memakai waktu CPU yang sedikit. Demikian pula dengan proses yang menunggu terlalu lama. Proses ini akan dinaikkan tingkatannya. Biasanya prioritas tertinggi diberikan kepada proses dengan CPU burst terkecil, dengan begitu CPU akan terutilisasi penuh dan M/K dapat terus sibuk. Semakin rendah tingkatannya, panjang CPU burst proses juga semakin besar.
Gambar Multilevel Feedback Queue

Multilevel feedback queue adalah salah satu algoritma yang berdasar pada algoritma multilevel queue.
Perbedaan mendasar yang membedakan multilevel feedback queue dengan multilevel queue biasa adalah terletak pada adanya kemungkinan suatu proses berpindah dari satu antrian ke antrian lainnya, entah dengan prioritas yang lebih rendah ataupun lebih tinggi, misalnya pada contoh berikut.
1. Semua proses yang baru datang akan diletakkan pada queue 0 ( quantum= 8 ms).
2. Jika suatu proses tidak dapat diselesaikan dalam 8 ms, maka proses tersebut akan dihentikan dan dipindahkan ke queue 1 ( quantum= 16 ms).
3. Queue 1 hanya akan dikerjakan jika tidak ada lagi proses di queue 0, dan jika suatu proses di queue 1 tidak selesai dalam 16 ms, maka proses tersebut akan dipindahkan ke queue 2.
4. Queue 2 akan dikerjakan bila queue 0 dan 1 kosong, dan akan berjalan dengan algoritma FCFS.
Disini terlihat bahwa ada kemungkinan terjadinya perpindahan proses antar queue, dalam hal ini ditentukan oleh time quantum, namun dalam prakteknya penerapan algoritma multilevel feedback queue akan diterapkan dengan mendefinisikan terlebih dahulu parameter-parameternya, yaitu:
1. Jumlah antrian.
2. Algoritma internal tiap queue.
3. Aturan sebuah proses naik ke antrian yang lebih tinggi.
4. Aturan sebuah proses turun ke antrian yang lebih rendah.
5. Antrian yang akan dimasuki tiap proses yang baru datang.

Contoh: Terdapat tiga antrian; Q1=10 ms, FCFS Q2=40 ms, FCFS Q3=FCFS proses yang masuk, masuk ke antrian Q1. Jika dalam 10 ms tidak selesai, maka proses tersebut dipindahkan ke Q2. Jika dalam 40 ms tidak selesai, maka dipindahkan lagi ke Q3. Berdasarkan hal-hal di atas maka algoritma ini dapat digunakan secara fleksibel dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan sistem. Pada zaman sekarang ini algoritma multilevel feedback queue adalah salah satu yang paling banyak digunakan.





BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Algoritma diperlukan untuk mengatur giliran proses-proses yang ada di ready queue yang mengantri untuk dialokasikan ke CPU. Terdapat berbagai macam algoritma, antara lain:
a. First Come First Serve. Algoritma ini mendahulukan proses yang lebih dulu datang. Kelemahannya, waiting time rata-rata cukup lama.
b. Shortest Job First. Algoritma ini mendahulukan proses dengan CPU burst terkecil sehingga akan mengurangi waiting time rata-rata.
c. Priority Scheduling. Algoritma ini mendahulukan prioritas terbesar. Kelemahannya, prioritas kecil tidak mendapat jatah CPU Hal ini dapat diatasi dengan aging yaitu semakin lama lama menunggu, prioritas semakin tinggi.
d. Round Robin. Algoritma ini menggilir proses-proses yang ada diantrian dengan jatah time quantum yang sama. Jika waktu habis, CPU dialokasikan ke proses selanjutnya.
e. Multilevel Queue. Algoritma ini membagi beberapa antrian yang akan diberi prioritas berdasarkan tingkatan. Tingkatan lebih tinggi menjadi prioritas utama.
f. Multilevel Feedback Queue. Pada dasarnya sama dengan Multilevel Queue, yang membedakannya adalah pada algoritma ini diizinkan untuk pindah antrian.

B. Saran
Keenam algoritma penjadwalan memiliki karakteristik beserta keunggulan dan kelemahannya masingmasing. Namun, Multilevel Feedback Queue Scheduling sebagai algoritma yang paling kompleks, adalah algoritma yang paling banyak digunakan saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

Masyarakat Digital Gotong Royong (MDGR). 2008. Pengantar Sistem Operasi Komputer : Jilid Pertama. Jakarta : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Grag Gagne. 2005 . Operating Systems Concepts. Seventh Edition. John Wiley & Sons.
Moonbase.1991.Scheduling- http://moonbase.wwc.edu/~aabyan/352/Scheduling.html. Diakses 20 Februari 2007.

More...

Senin, 04 April 2011

SOP dan Audit Keamanan

BAB I
PENDAHULUAN

Saat ini teknologi informasi (TI) sudah merupakan bagian yang memegang peranan penting di dunia industri. Banyak kemudahan diberikan oleh teknologi informasi dalam menyelesaikan masalah manusia di bidang industri. Namun di lain sisi, untuk membangun sebuah teknologi informasi yang andal memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Teknologi informasi dalam sektor perusahaan publik dan privat, administrasi publik dan bagian lain sangat rentan pada berbagai ancaman, misalnya virus, serangan hacking pada kegagalan sistem.


Proses bisnis dapat menjadi tidak berjalan dengan baik sebagai akibatnya. Secara periodik, teknologi informasi harus dilindungi agar resiko fungsional tidak menjadi rusak. Dalam implementasinya, biaya akan sangat dibutuhkan dan digunakan seefisien mungkin. Semuanya juga harus proporsional dilakukan berdasarkan
prediksi resiko yang mungkin terjadi
Selain perlindungan terhadap resiko, perlu adanya pemeriksaan terhadap implementasi
perlindungan sercara periodik untuk mengidentifikasi jika terjadi penyelewengan implementasi perlindungan. Hasil dari pemeriksaan ini juga dapat dipergunakan untuk memperbaiki standar implementasi perlindungan di masa mendatang.







BAB II
PEMBAHASAN

1. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
SOP merupakan pedoman kerja bagi setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Dalam SOP itu biasanya diatur ketentuan-ketentuan umum yang berlaku dalam suatu unit kerja, sedangkan ketentuan khususnya diatur sendiri dalam bentuk surat edaran (SE) dari Direksi Perusahaan uang bersangkutan
Secara Garis besar setiap materi dalam SOP terdiri atas:
1. Kebijakan Umum
Kebijakan Umum biasanya terdiri atas :
a. Tujuan
b. Ruang Lingkup
c. Penanggung jawab
d. Hal-hal yang akan diatur dalam kebijakan yang bersangkutan

2. Prosedur
Prosedur biasanya berisi petunjuk pelaksanaan operasional pekerjaan yang dilakukan. Biasanya berupa urutan pekerjaan yang harus dilakukan dan lebih baik lagi jika dilengkapi dengan flow of document serta contoh-contoh format lampiran.
Contoh SOP (standard operating procedure) Post audit Inspektorat bidang kinerja kelembagaan


























































2. AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI

Audit sendiri sebenarnya adalah proses pengawasan dan pengendalian. Audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh.
Audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Keuntungan adanya audit antara lain:
 menilai keefektifan aktivitas aktifitas dokumentasi dalam organisasi,
 memonitor kesesuaian dengan kebijakan, sistem, prosedur dan undang-undang perusahaan,
 mengukur tingkat efektifitas dari sistem,
 mengidentifikasi kelemahan di sistem yang mungkin mengakibatkan ketidaksesuaian di masa datang,
 menyediakan informasi untuk proses peningkatan,
 meningkatkan saling memahami antar departemen dan antar individu,
 melaporkan hasil tinjauan dan tindakan berdasarkan resiko ke manajemen.
Informasi audit harus disimpan dan dijaga sehingga sebuah aksi dapat ditelusuri. Data
audit harus dijaga dari modifikasi dan perusakan dari pihak yang tidak bertanggung
jawab.
.


Jenis-jenis audit teknologi informasi antara lain:
 audit sistem; audit terhadap sistem terdokumentasi untuk memastikan sudah memenuhi standar nasional atau internasional,
 audit pemenuhan (compliance); untuk menguji efektifitas implementasi dari kebijakan, prosedur, kontrol dan unsur hukum yang lain,
 audit produk atau layanan; untuk menguji suatu produk atau layanan telah sesuai seperti spesifikasi yang telah ditentukan dan cocok digunakan.

Kesuksesan proses audit tergantung pada hal-hal berikut:
• pemilihan auditor yang tepat,
• persiapan yang matang dan adanya respon,
• adanya laporan yang berarti,
• adanya aksi yang tepat yang diminta oleh auditor.
.
Audit teknologi informasi secara internal meliputi hal-hal berikut:
 acuan di dalam proses audit secara internal,
 kunci obyektif dan kebutuhan;
 global dan independen,
 fokus pada resiko,
 keahlian dalam mengontrol teknologi informasi internal,
 keterlibatan proyek teknologi informasi,
 review secara teratur,
 adanya standardisasi dan review yang dalam,
 rekomendasi,
 teknologi informasi dan pengetahuan,
 koordinasi yang efektif dengan pihak luar dan bagian regulasi,
 aplikasi/infrastruktur koordinasi audit,
 metodologi kerangka kerja;

Area penggunaannya meliputi:
 audit teknologi informasi,
 analisis resiko,
 pengecekan kesehatan (perbandingan keamanan),
 konsep keamanan,
 manual keamanan,

Area-area teknologi informasi yang perlu diaudit antara lain:
Area Keterangan
Manajemen Aspek-aspek keamanan yang relevan dengan perencanaan dan proses operasi khususnya pada bidang teknologi informasi
Organisasi/
Personel Aspek-aspek keamanan yang relevan untuk rekruitmen staf dan pelatihan sesuai dengan aturan-aturan fungsi-fungsi kunci, secara individu didesain pertanggungjawabannya sesuai dengan isu-isu keamanan teknologi informasi

Kontraktor
Eksternal Aspek-aspek keamanan yang relevan dalam seleksi kontraktor eksternal teknologi informasi, mendefinisikan termin kontrak dan kerjasama
Alarm-
Manajemen dan Perbaikan dari Kerusakan Identifikasi dan pemrosesan kejadian-kejadian yang relevan dengan keamanan teknologi informasi. Standar/aturan-aturan, pengukuran perbaikan bisnis untuk teknologi informasi untuk kejadian-kejadian mayor yang mungkin terjadi setelahnya.
Manajemen
Account Manajemen user account
Pusat Komputer dan Layanan Teknologi Informasi Aspek-aspek keamanan yang relevan dari konfigurasi, operasi dan proses backup sistem multi-user dan aplikasi yang berjalan didalamnya
Sistem Proses
Kontrol Aspek-aspek keamanan yang relevan dari arsitektur, konfigurasi, dan sistem kontrol proses operasi untuk proses produksi yang bersifat kritis
Infrastuktur Kerja
dan Sistem Mobil Aspek-aspek keamanan yang relevan yang terfokus pada
konfigurasi dan penggunaan PC, PC kantor, laptop, PDA, dan
sistem workstation lainnya
Jaringan Data Aspek-aspek keamanan yang relevan dari arsitektur, konfigurasi, dan operasi jaringan
Infrastruktur
Keamanan
Teknologi
Informasi Aspek-aspek keamanan yang relevan dari arsitektur, konfigurasi, dan operasi anti virus, keamanan gateway
Perubahan Cabang Privat Aspek-aspek keamanan yang relevan dari arsitektur, konfigurasi, dan operasi perubahan cabang privat
Infrastruktur Fisik Konstruksi usaha perlindungan dari infrastruktur fisik dimana operasi teknologi informasi bernaung, ditambah dengan penyediaan perangkat teknologi informasi seperti power, AC, dan kabel
Kesadaran
Keamanan Adanya kesadaran keamanan yang sesuai dan sesuai pula
diantara user


















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Keamanan teknologi informasi banyak tidak diperhatikan karena beberapa hal berikut:
• permasalahan banyaknya biaya,
• dianggap menghabiskan biaya yang mahal,
• menghalangi pemakai melakukan pekerjaannya,
• menambah pekerjaan untuk administrasi teknologi informasi,
• dianggap hanya dibutuhkan untuk perusahaan besar.
Keamanan teknologi informasi perlu diperhatikan karena hal-hal berikut:
• di masa mendatang semua perusahaan akan menggunakan teknologi informasi
• di masa mendatang semua proses bergantung pada teknologi informasi
• persiapan perkembangan jaringan lokal maupun global
• teknologi informasi menjadi semakin kompleks
• sistem teknologi informasi menjadi terbuka (melalui internet dan akses secara
remote)

B. Saran
Demi keperluan perbaikan sistem teknologi informasi di masa mendatang maka sangat dibutuhkan proses SOP( Standar Operasional Prosedur¬) dan audit teknologi informasi demi keamanan dan kenyamanan penggunaan komputer.







DAFTAR PUSTAKA

[1] _________. 2005. IT Security Audit Material For Site Surveys in Critical
Infrastructures. Bundesamt fur Sicherheit in der Informationstechnik: Bonn,
Jerman.
[2] ________. 2008. Audit Teknologi Informasi, [html],
(http://id.wikipedia.org/wiki/Audit_IT , diakses tanggal 17 Desember 2008).
[3] Fasswald , Jan. 2004. Federal Court of Audit (Bundesrechnungshof), Audit Unit
IV 3. 2004: 2nd Seminar on IT-Audit September 1st to 4th, 2004 in Nanjing.
Bundesrechnungshof.
[4] Hone, Karin dan J.H.P. Eloff. 2001. Information Security Policy: What do
International Information Security Say?. Rand Afrikaans University.

More...

Selasa, 15 Maret 2011

Sungkyunkwan Scandal (Message Part 2)



Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya mengerti proses belajar dan bertanya. Untuk pertama kali dalam hidup, saya bertemu seseorang yang mengakui kemampuan saya (maksudnya Sun Joon), untuk pertama kali dalam hidup, saya memiliki seseorang yang memihak saya (maksudnya Jae Shin dan cincin kayunya). Saya mohon berikan saya kesempatan, untuk terus belajar. Untuk memimpikan dunia yang baru. (Yoon Hee)


Jika seorang pria sudah menetapkan tujuannya, maka ia harus melakukan apa saja untuk mencapainya.(Sun Joon)


Memanah itu adalah bagaimana kau menahan-nya sampai waktu yang tepat, ketika kau merasakan bahwa segalanya, busur, panah dan dirimu sendiri, sudah tepat. Itulah saat yang tepat untuk menembak.(Jae Shin)


Saat menyerang musuh, serangan mendadak adalah cara terbaik, Kau akan mendapatkan kesempatan menang lebih besar jika tidak memberikan mereka (musuh) kesempatan membela diri mereka.(Menteri Ha)
Bagaimana seseorang bisa menyebut dirinya seorang pria dewasa tanpa harapan idealis yang ia impikan dalam masa mudanya? (Menteri Lee )



orang seharusnya cukup pandai untuk tidak membiarkan harga dirinya menguasainya.(Ha In Soo)


Aku juga membenci diriku yang seperti ini, tapi aku tidak berdaya. Aku tahu kau tidak menyukaiku, tapi aku tidak bisa berhenti mencintaimu. Maafkan aku. (Hyo Eun)

Jangan menginginkan sesuatu yang diluar kemampuan-mu.(Ha In Soo)

aku tidak pernah memulai sesuatu yang akan gagal (Sun Joon)



Ah, aku melihat kau juga seorang pencuri, karena kau menyia-nyiakan makanan yang disediakan dari darah dan air mata rakyat. Ha!(Prof Jung)


Satu hal yang aku tahu pasti yaitu selama masih ada jurnal seperti ini (korupsi, suap menyuap), akan selalu ada anak-anak seperti Bok Soo (yang terpaksa mencuri karena kebutuhan, karena kesejahteraan tidak merata, karena semua keuntungan masuk ke kantong pejabat dan pedagang kaya, karena sistem monopoli yang merugikan rakyat).(Yoon Hee)
Bagaimanapun terhormat-nya jika pejabat pemerintahan tidak bisa membersihkan nama-nya sendiri, dia tidak memiliki kualitas menjadi pejabat.(Prof Jung)



Murid yang terbaik adalah dia yang bisa memberikan sebaik yang ia dapatkan, bisa memberikan argumen (yang masuk akal dan benar) bahkan di depan Profesor paling terhormat sekalipun.(Yoon Hee)
Apapun pilihan yang kau buat mungkin adalah yang terbaik. Meskipun tidak sesuai dengan yang kupikirkan.(Yoon Hee)



aku pernah punya seorang kakak yang sangat idealis, yang selalu berkata Jangan menangis, itu akan menjadi kebiasaan. Jangan bohong, itu akan menjadi kebiasaan. Jangan melarikan diri, itu akan menjadi kebiasaan. Dan aku mengulang kata-katanya dan menjadi kebiasaan.(Jae Shin)

Ayah mengajarkan padaku jika seorang pria mempunyai prinsip apalagi kalau ia pelajar yang diharapkan masyarakat, maka pria itu harus melakukan apa saja untuk tetap teguh memegang prinsipnya, meskipun ia harus melepaskan semuanya. Ayah berkata pelajar sejati bahkan akan meninggalkan keluarganya sendiri untuk tetap memegang prinsipnya. Apa ayah masih percaya itu? kau tahu meskipun aku banyak kekurangan. Aku selalu berusaha keras untuk mengikuti jejak langkah ayah. (Lee Sun Joon) More...

Minggu, 06 Maret 2011

The Woman Who Still Want to Marry



Hiduplah sedikit lebih lama, dan kau akan menemukan adakalanya dimana kau harus menundukkan kepalamu dengan rendah hati. (Lee Shin Young)


Putus cinta mungkin mengerikan dan menakutkan pada awalnya, tapi kemudian kau menyadari bahwa itu bukan apa-apa. (kim Boo Ki)


Setiap orang memiliki masa-masa sukar, tapi akhirnya kesempatan-kesempatan lebih baik akan datang. (Kim Boo Ki)


Jika kau menyukai seseorang, kau berharap lebih banyak dari orang itu. (Ha Min Jae) More...

Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia dengan menyeimbangkan1Q, EQ dan SQ

Kata Pengantar

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat-Nya makalah yang berjudul Peningkatan Kualitas SDM dengan Pembangunan IQ, EQ, SQ ini dapat kami selesaikan tepat waktu.
Saya mengambil bahasan ini karena saya melihat kualitas sumber daya manusia yang kita miliki masih memprihatinkan. Padahal kita memiliki kekayaan alam yang melimpah yang apabila dimanfaatkan dengan baik dan benar akan membuat perekonomian kita membaik dari keterpurukan.

Dengan adanya makalah ini saya berharap dapat memberikan sedikit sumbangan kepada para masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik . Sehingga dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia maka meningkat pula sejahtera Indonesia.
Tiada gading yang tak retak, seperti itu pula makalah ini . Tentu masih ada kekurangan . Mka saya berharap dari para pembaca untu memberikan saran untuk perbaikan makalah ini.



Penulis





Meningkatan Kualitas SDM Indonesia dengan Menyeimbankan IQ, EQ, dan SQ
BAB 1
Pendahuluan

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kekayaan. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melmpah dan sumber daya manusia yang banyak. Tetapi kekayaan initidak membuat Indonesia sejahtera dan terlepas dari berbagai krisis . Hal ini membuktikan bahma SDM yang banyak dan SDA yang banyak tidak cukupuntu membawa sebuah bangsa untuk maju tetapi juga diperlukan SDM yang berkualitas. Lalu bagimana SDM yang berkualitas itu? Apakah ditentukan oleh IQ yang tinggi? Memang salah satunya ditentukan oleh IQ SDM itu sendiri. Tetapi IQ saja tidak cukup , ada kecerdasan lain yang sangat mendukung yaitu kecerdasan emosional (IQ) dan kecerdasam spiritual (SQ). SDM yang berkualitas secara IQ saja tidak cukup, karena IQ yang tinggi bisa saja maenjadi orang yang malah mempergunakan kepintarannya itu untuk kepentingan diri sendiri dengan mengabaikan kepentingan orang lain, maka disinilah perlu adanya kecerdasan emosi (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).


B. Rumusan masalah

1. Bagaimana kualitas sumber daya manusia di Indonesia saat ini?
2. Mengapa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih terpuruk?
3. Mangapa perlunya pembangunan IQ, EQ, dan SQ untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia?
4. Apa itu sebenarnya IQ, EQ, dan SQ?
5. Apakah IQ, EQ dan SQ dapat ditingkatkan?
6. Bagaimana solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia?


C. Tujuan

1. Menjelaskan keadaan Indonesia dilihat dari kualitas sumber daya manusianya.
2. Menjelaskan mengapa kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih terpuruk.
3. Menjelaskan mengapa perlunya pembangunan kualitas sumber daya manusia berdasarkan IQ, EQ, dan SQ.
4. Menjelaskan pengertian IQ, EQ, dan SQ.
5. Menjelaskan apakah IQ, EQ dan SQ itu dapat berubah.
6. Memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah kualitas sumber daya manusia di Indonesia dilihat dari segi pendidikan.



BAB II
Pembahasan
A. Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan kekayaan alam baik dari daratan maupun dari lautan. Seharusnya kekayaan alam yang melimpah ini apabila dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar dapat memberikan tambahan terhadap sektor perekonomin negara kita sehingga membawa maju negara kita tercinta ini. Tetapi pada kenyataannya, apa yan terjadi?. Indonesia pada saat ini masih mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan, bahkan tersangkut hutang luar negeri yang sangat besar. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal selain kekayan alam yang berlimpah, Indonesia juga mempunyai SDM yang banyak . Hal ini membuktikan kekayaan alam suatu bangsa tidak akan membuat bangsa itu lebih maju apabila SDM itu sendiri tidak mempunyai kualitas yang baik. Jadi SDM yang berkualitas sangat diperlukan. Kualitas SDM Indonesia masih terpuruk dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara, bahkan dibawah Vietnam yang baru stabil kondisi politik dalam negri tahun terakhir akibat perang saudara. Hal ini dikatakan Ketua Badan Kordinasi Keluarga Berancana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dalam acara Silaturahim dan Muzakarah Ulama se-Pulau Lombok di Selong, Ibu Kota Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (9/12). Merujuk data ESCAP Population Data Sheet tahun 2006, Sugiri mengatakan, sebanyak 35,29 persen rakyat Indonesia tidak tamat sekolah dasar, 34,22 persen tamat SD, dan hanya 13 persen yang tamat SLTP. Data itu menempatkan IPM Indonesia pada urutan ketujuh dari 11 negara Asia Tenggara, atau rangking 108 dari 177 negara. Vietnam yang baru terbebas dari pergolakan di dalam negeri, IPM-nya peringkat kelima di Asean atau ke-108 dunia.
Bukan itu saja masalah kualitas SDM yang tengah dihadapi Indonesia , tetapi Indonesia juga sedang mengalami krisis moral yang amat tajam. Hampir setiap hari kita dengar berita-berita pembunuhan, perampokan, dan tindak kejahatan lain yang merupakan tanda dari berkurangnya nilai kemanusiaan dan kurangnya pengendalian emosi dari diri manusia.


B. Penyebab Masalah yang Terjadi pada SDM Indonesia

Kondisi sumber daya manusia kita cendrung rendah, hal ini tentu berkaitan dengan kondisi dunia pendidikan. Pendidikan yang semakin mahal menyebabkan anak putus sekolah, walaupun di negeri kita ada sebagian sekolah dasar dan sekolah lanjutan tengah pertama yang bebas dari biaya. Tetapi ada anak yang tidak bisa melanjutkan kejenjang selanjutnya karena tersangkut masalah biaya. Hal ini menyebabkan masih ada anak Indonesia yang mengecap pendididkan seadanya. Disisi lain pendidikan kita cendrung hanya bersifat akademis, yang hanya memperhitungkan kecerdasan intelektual denag kurang memperhatikan kecerdasan emosional dan kecerdasan spirirual. Sehingga terjadi spilit personality. Tidak ada keseimbangan antara akal dan batin yang menjunjung tinggi nilai keTuhanan yang menyebabkan tidak adanya integrasi antara otak dan hati. Dari tingkat SD sampai perguruan tinggi pendidikan kita jarang sekali memberikan bobot kepada masalah kecerdasann emosi yang mengajarkan tentang integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreativitas, ketahanan mental kebijaksanan, keadilan, prinsip-prinsip kepercayan, pengasaan diri atau sinergi. Akibatnya seperti yang terjadi, mencuatnya kasua kecurangan dalan ujian nasional, kasus tawuran antar siswa, meningkatnya jumlah pemakaian narkoba, meningkatnya kasua aborsi, dan tindak kriminal lainnya yang melibatkan pelajar. Akibat system pendidikan sekarang wajar saja menghasilkan output yang kurang bisa dihandalkan, atau pun bisa diandalkan dari segi intelektual tetapi kurang dari segi moralitas.

C. Perlunya IQ, EQ, dan SQ dalam Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Untuk membangun sebuah bangsa yang maju sangat diperlukan SDM yang berkualitas secara IQ, EQ, dan SQ. Mengapa kecerdasan itu diperlukan? Mengapa tidak hanya IQ?saja? Hal ini disebabkan karena IQ yang tinggi saja tidak cukup, orang yang mempun yai IQ tinggi tetapi tidak didukung dengan kecerdasan emosional maka tidak akna menghasilkan SDM yang berkualitas unggul. Sedangkan SDM yang unggul sangat diperlukan Indonesia untuk membangun bangsa ini sehingga dapat membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan hutang luar negeri yang sedang melilit bangsa ini. Untuk bangkit dari krisis, kita bisa belajar dari kehancuran Jepang pasca perang dunia II. Hanya 10 tahun setelah pemboman Hirosima dan Nagasaki, Jepang bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang maju. Robert N. Bellah yang meneliti kebangkitan Negara Matahari Terbit itu mengatakan bahwa bangsa Jepang bangkit karena telah menerapkan nilai-nilai Bushido yang ada dalam spirit Tokugawa. Tokugawa terkandung unsur-unsur etika seperti kejujuran, kedisplinan, bekerja keras, menjunjung tinggi kinerja, menghargai waktu, dan menghargai nilai-nilai yang berlaku pada masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa IQ saja tidak cukup untuk membangun suatu bangsa untuk menjadi lebih maju tettapi diperlukan juga EQ dan SQ. Kecerdasan intelektual yang tidak diiringi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual tampaknya hanya akan menghasilkan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan dirinya maaupun umat manusia. Seperti oarang yang melakukamn korupsi, orang yang melakukan korupsi mungakin saja mempunyai IQ yang tinggi tetapi karena mempunyai EQ dan SQ yang rensdah maka ia menyalahgunakan kecerdasan intelektual untuk kepentingan dirinya sendiri denang mengabaikan kepentingan orang banyak.
IQ dan EQ saja pun tidak cukup, tetapi perlu dilengkapi dengan kesadaran akan nilai-nilai yang hakiki yaitu SQ. Krisis moneter, bencana alam yang terjadi dalm lima tahun terakhir ini, termasuk tsunami yang melanda Aceh dan Sumatra Utara maupun di negara lainnya, membawa manusia kepada suatu kenyataan bahwa walaupun dengan kemajuan teknologi yang maha canggih dan berkembangnya peradapan sebagai manusia modern yang telah menikmati berbagai kemudahan, serba ada dan instan namun di sisi lain ada yang hilang dalam diri manusia. Manusia angkuh, merasa percaya diri bisa melakukan apa yang diinginkan nya, namun saat alam dengan kehendak-Nya menyajikan bencana, betapa kita tak berdaya. Terasa kekeringan secara spiritual telah membuat diri manusia lupa pada suatu hal dimana sebagai manusia sesungguhnya, kita perlu cerdas secara spiritual. Tiga kecerdasan ini tidak dapat dipisahakan karena orang yang hanya memiliki spiritual (SQ) tinggi, namun rendah dalam nilai-nilai intelek¬tual sehingga akhir¬nya kalah dalam percaturan ekonomi, sosial dan iptek. Pencapaian kualitas manusia ideal yang proporsional adalah manusia unggul yang cerdas secara intelektual, emosi, serta spiritual. Perlu diakui bahwa IQ, EQ dan SQ adalah perangkat yang bekerja dalam satu kesatuan sistem yang saling terkait (interconnected) di dalam diri kita, sehingga tak mungkin juga kita pisah-pisahkan fungsinya. Berhubungan dengan orang lain tetap membutuhkan otak dan keyakinan sama halnya dengan keyakinan yang tetap membutuhkan otak dan perasaan.


D. Apa itu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), danKecerdasan Spiritual (SQ)

Sebelum kita membahas kecerdasan intelektual(IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Kita akan membahas apa itu kecerdasan . Kata kecerdasan itu adalah terjemahan dari bahasa Inggris intellgensi dan bahasa Arab al dzaka. Secar leksikal kata ini berarti pemahaman , kecepatan dan kesempurnaan terhadap sesuatu yaitu kemampuan dalam memahami sesuatu secara cepat dan sempurna. Dan menurut Kamus Psikologi, seperti yang dikutip Abdul Mujib kecerdasan dapat dirumuskan dari beberapa definisi, yaitu: 1) kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektip. 2) kemampuan menggunakn kuonsep asbrak secara efektip, yang meliputi empat unsure ses[ertyio memahami, berpendapat, mengontrol dan mengeritik, dan 3) kemampuan memahami pertalian-prertalian (sesuatu) dan belajar dengan cepat sekali .
Semula kecerdasan hanya berkaitan dengan kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau kecerdasan intelektual (IQ), tetapi pada perkembangamn selanjutnya disadari ada kecerdasan lain yang sangat berberan dalam keberhasilan seseorang yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan yang berhubugan dengan fitrah manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yaitu kecerdasan spiritual (SQ).

1. Kecerdasan Intelektual (IQ)
Kecerdasan intelektual pertama kali dipelopori oleh Sir Prancis Galton tahun 1869 dan kemudian disempurnakan ole Alfret Binet , ahli psikologi dari prancis pada awal abad 20-an. Kemudian Lewis Terman dari Universitas Stanford berusaha melakukan tes IQ yang dikembangkan Binet dengan mempertimbangkan norma-norm apopulasi sehingga selanjutnnya dikenal dengan tes Stanford- Binet . Kecerdasan intelektual berhubungan dengan stategi dalam pemecahan masalah dengan menggunakna logika. Kecerdasan ini juga disebut kecerdasan rasional karena menggunakan rasio dalm memecahkan masalah. Tingkat kecerdasan umumnya dapat diukur melalui penilaian terhadap daya ingat , daya nalar, perbendaharan kata dam pemecahan masalah. Disamping penilaian juga ada faktor-faktor yang menentuakan kecerdasan intelektual seperti; mudah dalam mempergunakan bilangan, baik ingatan, mudah menangkap hubungn-hubungan percakapan , tajam penglihatan , mudah menarik kesimpulan dari data yang ada, cepat mengamati dan cakap dalam memecahkan masalah. David Wechler ( dalam Staff IQ, EQ) Intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional. Dapat disimpulkan bahwa IQ adalah kemampuan mental yangmelibatkan proses berpikir secara rasional. Keunggulan IQ adalah akurat, tepat dan dapat dipercaya. Namun pemikiran yang melandasi sainsNewton ini bersifat linear deterministic (jika A pasti B). Melalui tes IQ tingkat kecedasan seseorang dapat diketahui dan dibandingkan dengan orang lain.
Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan. Hal ini sering terlihat dari dunia akademik , dunia militer (system rekrutmen dan promosi personil militer). Namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. Berdasarkan perkembangannya muncullah kecerdasan lain yang dikenal dengan EQ.

2. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosi dipopulerkan oleh Daniel Golemen pada pertengahan tahun 1990-an dengan menunjukkan bukti empiris bahwa orang yang IQ tinggi tidak menjamin untuk sukses. Sebaliknya orang yang nenpunyai IQ yang rta-rata bisa lebih sukses. Ia mengatakn perbedan ini sering kali terletak pada kemampuan lain seperti kecerdasan emosional . Dlam bukunya yang berjudul Emotional Intelellgensi (1994) menyatakn bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya berkisar 20 % dan sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut kecerdasan Emosional. Dan menurut dia “ kecerdasan emosional adalah kmampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dengan orang lain. Cooper & Sawaf (199 berpendapat bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya serta kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh yang manusiawi.Peter Salovey dan Jack Mayer (dalam Stein & Book, 2002) mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektual.
Jadi dari beberapa pendapat pakar diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan perasaan, dimana orang yang mempunyai kecerdaan emosional ia dapat mengendalikan perasaannya sendiri, dapat memahami perasaan oarang lain dan dapat membangkitkan semangatnya sendiri bila ia terjatuh .
Kecerdasan Emosi ini dapat berinteraksi dengan pengalaman dan dapat terus berkembang pengalaman dan eksperimen . EQ dapat mempelajari cara baru melalui proses pengalaman yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan juga jenis pemikiran yang dapat mengenali nuansa dan ambiguitas. Kelemahan kecerdasan ini adalah l;ambat dalm belajar, tidak akurat, dan cendrung terikat dengan kebiasaan atau pengalaman (Zohar & Marsall, 2001).. Kecerdasan emosi ini dapat berubah dan dikembangkan. Kecerdasan ini dipengaruhi lingkungan. Anak yang mempunyai kecerdasan emosi yang rendah bisa berkembang lebih baik jika lingkungan masa kecil atau remaja dan pengalaman yang ia peroleh masa kecilnya baik. Pengaruh lingkungan ini datang dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaliknya anak yang mempunyai emosi bawaan yang tinggi tetapi berada pada lingkungan yang kurang bersahabat dan mendapat pengalaman yang tidak baik maka bisa saja kecerdasan emosinya menurun. Pada dasarnya kecerdasan emosi ini dapat berubah, tergantung dari motivasi dalam dirinya, yang jelas sedikit banyaknya terpengaruh dari lingkungan. Tetapi kecerdasan emosional lebih hanya membahas hubungan manusia dengan manusia lainnya. Pada dasarnya ada kecerdasan lain yang yang yang melingkupi kesadaran akan makna nilai yang lebih hakiki, yang menyentuh persoalan inti kehidupan yang menyangkut fitrah manusia ssebagai mahluk Tuhan. Inilah yang kemudian yang dikenal dengan kecerdasan spiritual (SQ).

3.Kecerdasan Spiritual (SQ)

Kecerdasan Spiritual (SQ) dipelopori oleh Dnah Zohar bersana suaminya Ian Marsall. Zohar & Marshall (2001) merumuskan kecerdasan spiritual (berpikir unitif) sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Kecerdasan spiritual adalah sesuatu yang dipakai untuk mengembangkan kemampuan dan kerinduan akan makna, visi, dan nilai. Mendasari hal-hal yang dipercaya dan peran yang dimainkan oleh kepercayaan maupun nilai-nilai dalam tindakan yang akan diambil. SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia. Indikasi-indikasi kecerdasan spiritual ini adalah kemampuan untuk menghayati nilai dan makna-makna, memiliki kesadaran diri, fleksibel dan adaptif, cenderung untuk memandang segala sesuatu secara holistik, serta berkecenderungan untuk mencari jawaban-jawaban fundamental atas situasi-situasi hidupnya. Menurut Ari Ginanjar (2001) mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna. Orang yang ber SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif. Kecerdasan spiritual memungkinkan orang untuk lebih kreatif untuk mengubah aturan dan situasi.

F. Cara Meningkatkan IQ, EQ dan SQ.

Daniel Golemen mengatakan bahwa kemampuan murni kognitif relatif dapat berubah, kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja. Tidak peduli oarng yang tidak peka, [pemalu, pemarah, kikuk. Untuk meningkatkan kecerdasan emosi itu seseorang harus mempunyai kesadaran untuk berubah. Pada intinya EQ dan SQ seseorang itu dapat berubahdan berkembang menjadi lebih baik tergantung motivasi dalam diri seseorang untuk berubah. EQ dan SQ juga dipengaruhi oleh lingkungan baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Adapun yang dapat kita lakukan untuk dapat mengembangkan potensi kecerdasan yang kita miliki, yaitu:
1. Sebagai pribadi, salah satu tugas besar kita dalam hidup ini adalah berusaha mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang kita miliki, melalui upaya belajar (learning to do, learning to know (IQ), learning to be (SQ), dan learning to live together (EQ), serta berusaha untuk memperbaiki kualitas diri-pribadi secara terus-menerus, hingga pada akhirnya dapat diperoleh aktualisasi diri dan prestasi hidup yang sesungguhnya (real achievement).
2. Sebagai orang tua kita berusaha mendidik anak kita tentang kecerdasan emosi dan kecerdasn spiritual, memberikan teladan yang baik mengenai cara pengungkapan emosi yang baik, tidak mengabaikan emosi anak, memberi kritikan dengan bijaksana sehingga dapat membangun kecerdasan emosinya. Perlu diingat merusak kecerdasan emosi anak lebih mudah dibandingkan membangunnya kembali. Dan menanamkan nilai moral dan pengembangan aspek spiritual akan berdampak lebih tinggi bila ditanamkan sejak kecil.
3. Sebagai pendidik (calon pendidik), dalam mewujudkan diri sebagai pendidik yang profesional dan bermakna, tugas kemanusiaan kita adalah berusaha membelajarkan para peserta didik untuk dapat mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang dimilikinya, melalui pendekatan dan proses pembelajaran yang bermakna (Meaningful Learning) (SQ), menyenangkan (Joyful Learning) (EQ) dan menantang atau problematis (problematical Learning) (IQ), sehingga pada gilirannya dapat dihasilkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

F. Cara Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Kualitas SDM Indonesia masih terrpuruk. Kualitas SDM suatu bangsa berkaitan erat dengan kondisi pendidikan. SDM kita masih terpuruk ini karena kualitas pendidikan kita yang masih perlu diperbaiki. Beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah melalui segi agar kondisi SDM kita membaik:
1. Memberikan kemudahan untuk anak bangsa dalam memperoleh pendidikan yang tinggi dengan meringankan biaya pendidikan. ahalnya biaya pendidikan baik di SLTA maupun Perguruan tinggi menyebabkanada anak Indonesia yang masih mengecap pendidikan yang seadanya.
2. Meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah perlu menerapkan pendidikan yang menyeimbangkan antara IQ, EQ, dan SQ. Sehingga menghasilkan generasi muda yang berkualitas unggul, yang mempunyai kecerdasan intelektual, moral dan agama.



BAB III
KESIMPULAN

1. Kualitas SDM Indonesia masih terpuruk dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara
2. Salah satu cara meningkatkan kualitas SDM dengan membangun IQ, EQ
3. Ada tiga kecerdasan yang perlu ditingkatkan yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ)
4. Kecerdasan intelektual berhubungan dengan stategi dalam pemecahan masalah dengan menggunakna logika.
5. Kecerdasan emosional adalah kmampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dengan orang lain.
6. Kecerdasan spiritual sebagai kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna.
7. IQ relatif tidak berubah sedangkan EQ dan SQ masih dapat berubah dan dikembangkan.
8. Pemerintah dapat memperbaiki kualitas SDM salah satunya dengan cara memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia.








DAFTAR PUSTAKA

Agustian , Ginanjar Ary. 2001. Rahasia Sukses Membangun kecerdasan Emosi dan Spiritual Berdasarkan 6 RukunIman dan 5 Rukun Islam.Jakarta: Arga

No name, 2005, Kecerdasan Spiritual Memadukan Semua Manusia.(http// poltarhr.com. diakses tanggal 12 Mei 2009)

No name, 2006, Nasib Pendidikan Een Natie Van Koeli.(http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)

No name, 2007, Kualitas SDM Indonesia Masih terpuruk(http//google diakses tanggal 13 Mei 2009)

No name, 2008, IQ, EQ, SQ. . (http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)

No name, 2009, Reorientasi Tujuan Pendidikan. (http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)

No name, 2009, Pendidikan yang Membangkitkan. (http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)

Sudrajat, 2008.Ahmad, IQ, EQ, dan SQ. dari Kecerdasan Tunggal ke Kecerdasan Majemuk.(http//AHMAD Sudrajat WordPress.com diakses tanggal 13 Mei 2009)

Virision, Full, View, 2008, Selayang Pandang IQ, EQ, dan SQ (http//google diakses tanggal 13 Mei 2009)
More...