
Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya mengerti proses belajar dan bertanya. Untuk pertama kali dalam hidup, saya bertemu seseorang yang mengakui kemampuan saya (maksudnya Sun Joon), untuk pertama kali dalam hidup, saya memiliki seseorang yang memihak saya (maksudnya Jae Shin dan cincin kayunya). Saya mohon berikan saya kesempatan, untuk terus belajar. Untuk memimpikan dunia yang baru. (Yoon Hee)
Jika seorang pria sudah menetapkan tujuannya, maka ia harus melakukan apa saja untuk mencapainya.(Sun Joon)
Memanah itu adalah bagaimana kau menahan-nya sampai waktu yang tepat, ketika kau merasakan bahwa segalanya, busur, panah dan dirimu sendiri, sudah tepat. Itulah saat yang tepat untuk menembak.(Jae Shin)
Saat menyerang musuh, serangan mendadak adalah cara terbaik, Kau akan mendapatkan kesempatan menang lebih besar jika tidak memberikan mereka (musuh) kesempatan membela diri mereka.(Menteri Ha)
Bagaimana seseorang bisa menyebut dirinya seorang pria dewasa tanpa harapan idealis yang ia impikan dalam masa mudanya? (Menteri Lee )
orang seharusnya cukup pandai untuk tidak membiarkan harga dirinya menguasainya.(Ha In Soo)
Aku juga membenci diriku yang seperti ini, tapi aku tidak berdaya. Aku tahu kau tidak menyukaiku, tapi aku tidak bisa berhenti mencintaimu. Maafkan aku. (Hyo Eun)
Jangan menginginkan sesuatu yang diluar kemampuan-mu.(Ha In Soo)
aku tidak pernah memulai sesuatu yang akan gagal (Sun Joon)
Ah, aku melihat kau juga seorang pencuri, karena kau menyia-nyiakan makanan yang disediakan dari darah dan air mata rakyat. Ha!(Prof Jung)
Satu hal yang aku tahu pasti yaitu selama masih ada jurnal seperti ini (korupsi, suap menyuap), akan selalu ada anak-anak seperti Bok Soo (yang terpaksa mencuri karena kebutuhan, karena kesejahteraan tidak merata, karena semua keuntungan masuk ke kantong pejabat dan pedagang kaya, karena sistem monopoli yang merugikan rakyat).(Yoon Hee)
Bagaimanapun terhormat-nya jika pejabat pemerintahan tidak bisa membersihkan nama-nya sendiri, dia tidak memiliki kualitas menjadi pejabat.(Prof Jung)
Murid yang terbaik adalah dia yang bisa memberikan sebaik yang ia dapatkan, bisa memberikan argumen (yang masuk akal dan benar) bahkan di depan Profesor paling terhormat sekalipun.(Yoon Hee)
Apapun pilihan yang kau buat mungkin adalah yang terbaik. Meskipun tidak sesuai dengan yang kupikirkan.(Yoon Hee)
aku pernah punya seorang kakak yang sangat idealis, yang selalu berkata Jangan menangis, itu akan menjadi kebiasaan. Jangan bohong, itu akan menjadi kebiasaan. Jangan melarikan diri, itu akan menjadi kebiasaan. Dan aku mengulang kata-katanya dan menjadi kebiasaan.(Jae Shin)
Ayah mengajarkan padaku jika seorang pria mempunyai prinsip apalagi kalau ia pelajar yang diharapkan masyarakat, maka pria itu harus melakukan apa saja untuk tetap teguh memegang prinsipnya, meskipun ia harus melepaskan semuanya. Ayah berkata pelajar sejati bahkan akan meninggalkan keluarganya sendiri untuk tetap memegang prinsipnya. Apa ayah masih percaya itu? kau tahu meskipun aku banyak kekurangan. Aku selalu berusaha keras untuk mengikuti jejak langkah ayah. (Lee Sun Joon)
More...
Selasa, 15 Maret 2011
Sungkyunkwan Scandal (Message Part 2)
Minggu, 06 Maret 2011
The Woman Who Still Want to Marry

Hiduplah sedikit lebih lama, dan kau akan menemukan adakalanya dimana kau harus menundukkan kepalamu dengan rendah hati. (Lee Shin Young)
Putus cinta mungkin mengerikan dan menakutkan pada awalnya, tapi kemudian kau menyadari bahwa itu bukan apa-apa. (kim Boo Ki)
Setiap orang memiliki masa-masa sukar, tapi akhirnya kesempatan-kesempatan lebih baik akan datang. (Kim Boo Ki)
Jika kau menyukai seseorang, kau berharap lebih banyak dari orang itu. (Ha Min Jae)
More...
Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia dengan menyeimbangkan1Q, EQ dan SQ
Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat-Nya makalah yang berjudul Peningkatan Kualitas SDM dengan Pembangunan IQ, EQ, SQ ini dapat kami selesaikan tepat waktu.
Saya mengambil bahasan ini karena saya melihat kualitas sumber daya manusia yang kita miliki masih memprihatinkan. Padahal kita memiliki kekayaan alam yang melimpah yang apabila dimanfaatkan dengan baik dan benar akan membuat perekonomian kita membaik dari keterpurukan.
Dengan adanya makalah ini saya berharap dapat memberikan sedikit sumbangan kepada para masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk termotivasi menjadi pribadi yang lebih baik . Sehingga dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia maka meningkat pula sejahtera Indonesia.
Tiada gading yang tak retak, seperti itu pula makalah ini . Tentu masih ada kekurangan . Mka saya berharap dari para pembaca untu memberikan saran untuk perbaikan makalah ini.
Penulis
Meningkatan Kualitas SDM Indonesia dengan Menyeimbankan IQ, EQ, dan SQ
BAB 1
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kekayaan. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melmpah dan sumber daya manusia yang banyak. Tetapi kekayaan initidak membuat Indonesia sejahtera dan terlepas dari berbagai krisis . Hal ini membuktikan bahma SDM yang banyak dan SDA yang banyak tidak cukupuntu membawa sebuah bangsa untuk maju tetapi juga diperlukan SDM yang berkualitas. Lalu bagimana SDM yang berkualitas itu? Apakah ditentukan oleh IQ yang tinggi? Memang salah satunya ditentukan oleh IQ SDM itu sendiri. Tetapi IQ saja tidak cukup , ada kecerdasan lain yang sangat mendukung yaitu kecerdasan emosional (IQ) dan kecerdasam spiritual (SQ). SDM yang berkualitas secara IQ saja tidak cukup, karena IQ yang tinggi bisa saja maenjadi orang yang malah mempergunakan kepintarannya itu untuk kepentingan diri sendiri dengan mengabaikan kepentingan orang lain, maka disinilah perlu adanya kecerdasan emosi (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana kualitas sumber daya manusia di Indonesia saat ini?
2. Mengapa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih terpuruk?
3. Mangapa perlunya pembangunan IQ, EQ, dan SQ untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia?
4. Apa itu sebenarnya IQ, EQ, dan SQ?
5. Apakah IQ, EQ dan SQ dapat ditingkatkan?
6. Bagaimana solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia?
C. Tujuan
1. Menjelaskan keadaan Indonesia dilihat dari kualitas sumber daya manusianya.
2. Menjelaskan mengapa kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih terpuruk.
3. Menjelaskan mengapa perlunya pembangunan kualitas sumber daya manusia berdasarkan IQ, EQ, dan SQ.
4. Menjelaskan pengertian IQ, EQ, dan SQ.
5. Menjelaskan apakah IQ, EQ dan SQ itu dapat berubah.
6. Memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah kualitas sumber daya manusia di Indonesia dilihat dari segi pendidikan.
BAB II
Pembahasan
A. Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan kekayaan alam baik dari daratan maupun dari lautan. Seharusnya kekayaan alam yang melimpah ini apabila dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar dapat memberikan tambahan terhadap sektor perekonomin negara kita sehingga membawa maju negara kita tercinta ini. Tetapi pada kenyataannya, apa yan terjadi?. Indonesia pada saat ini masih mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan, bahkan tersangkut hutang luar negeri yang sangat besar. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal selain kekayan alam yang berlimpah, Indonesia juga mempunyai SDM yang banyak . Hal ini membuktikan kekayaan alam suatu bangsa tidak akan membuat bangsa itu lebih maju apabila SDM itu sendiri tidak mempunyai kualitas yang baik. Jadi SDM yang berkualitas sangat diperlukan. Kualitas SDM Indonesia masih terpuruk dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara, bahkan dibawah Vietnam yang baru stabil kondisi politik dalam negri tahun terakhir akibat perang saudara. Hal ini dikatakan Ketua Badan Kordinasi Keluarga Berancana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dalam acara Silaturahim dan Muzakarah Ulama se-Pulau Lombok di Selong, Ibu Kota Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (9/12). Merujuk data ESCAP Population Data Sheet tahun 2006, Sugiri mengatakan, sebanyak 35,29 persen rakyat Indonesia tidak tamat sekolah dasar, 34,22 persen tamat SD, dan hanya 13 persen yang tamat SLTP. Data itu menempatkan IPM Indonesia pada urutan ketujuh dari 11 negara Asia Tenggara, atau rangking 108 dari 177 negara. Vietnam yang baru terbebas dari pergolakan di dalam negeri, IPM-nya peringkat kelima di Asean atau ke-108 dunia.
Bukan itu saja masalah kualitas SDM yang tengah dihadapi Indonesia , tetapi Indonesia juga sedang mengalami krisis moral yang amat tajam. Hampir setiap hari kita dengar berita-berita pembunuhan, perampokan, dan tindak kejahatan lain yang merupakan tanda dari berkurangnya nilai kemanusiaan dan kurangnya pengendalian emosi dari diri manusia.
B. Penyebab Masalah yang Terjadi pada SDM Indonesia
Kondisi sumber daya manusia kita cendrung rendah, hal ini tentu berkaitan dengan kondisi dunia pendidikan. Pendidikan yang semakin mahal menyebabkan anak putus sekolah, walaupun di negeri kita ada sebagian sekolah dasar dan sekolah lanjutan tengah pertama yang bebas dari biaya. Tetapi ada anak yang tidak bisa melanjutkan kejenjang selanjutnya karena tersangkut masalah biaya. Hal ini menyebabkan masih ada anak Indonesia yang mengecap pendididkan seadanya. Disisi lain pendidikan kita cendrung hanya bersifat akademis, yang hanya memperhitungkan kecerdasan intelektual denag kurang memperhatikan kecerdasan emosional dan kecerdasan spirirual. Sehingga terjadi spilit personality. Tidak ada keseimbangan antara akal dan batin yang menjunjung tinggi nilai keTuhanan yang menyebabkan tidak adanya integrasi antara otak dan hati. Dari tingkat SD sampai perguruan tinggi pendidikan kita jarang sekali memberikan bobot kepada masalah kecerdasann emosi yang mengajarkan tentang integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreativitas, ketahanan mental kebijaksanan, keadilan, prinsip-prinsip kepercayan, pengasaan diri atau sinergi. Akibatnya seperti yang terjadi, mencuatnya kasua kecurangan dalan ujian nasional, kasus tawuran antar siswa, meningkatnya jumlah pemakaian narkoba, meningkatnya kasua aborsi, dan tindak kriminal lainnya yang melibatkan pelajar. Akibat system pendidikan sekarang wajar saja menghasilkan output yang kurang bisa dihandalkan, atau pun bisa diandalkan dari segi intelektual tetapi kurang dari segi moralitas.
C. Perlunya IQ, EQ, dan SQ dalam Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia
Untuk membangun sebuah bangsa yang maju sangat diperlukan SDM yang berkualitas secara IQ, EQ, dan SQ. Mengapa kecerdasan itu diperlukan? Mengapa tidak hanya IQ?saja? Hal ini disebabkan karena IQ yang tinggi saja tidak cukup, orang yang mempun yai IQ tinggi tetapi tidak didukung dengan kecerdasan emosional maka tidak akna menghasilkan SDM yang berkualitas unggul. Sedangkan SDM yang unggul sangat diperlukan Indonesia untuk membangun bangsa ini sehingga dapat membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan hutang luar negeri yang sedang melilit bangsa ini. Untuk bangkit dari krisis, kita bisa belajar dari kehancuran Jepang pasca perang dunia II. Hanya 10 tahun setelah pemboman Hirosima dan Nagasaki, Jepang bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang maju. Robert N. Bellah yang meneliti kebangkitan Negara Matahari Terbit itu mengatakan bahwa bangsa Jepang bangkit karena telah menerapkan nilai-nilai Bushido yang ada dalam spirit Tokugawa. Tokugawa terkandung unsur-unsur etika seperti kejujuran, kedisplinan, bekerja keras, menjunjung tinggi kinerja, menghargai waktu, dan menghargai nilai-nilai yang berlaku pada masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa IQ saja tidak cukup untuk membangun suatu bangsa untuk menjadi lebih maju tettapi diperlukan juga EQ dan SQ. Kecerdasan intelektual yang tidak diiringi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual tampaknya hanya akan menghasilkan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan dirinya maaupun umat manusia. Seperti oarang yang melakukamn korupsi, orang yang melakukan korupsi mungakin saja mempunyai IQ yang tinggi tetapi karena mempunyai EQ dan SQ yang rensdah maka ia menyalahgunakan kecerdasan intelektual untuk kepentingan dirinya sendiri denang mengabaikan kepentingan orang banyak.
IQ dan EQ saja pun tidak cukup, tetapi perlu dilengkapi dengan kesadaran akan nilai-nilai yang hakiki yaitu SQ. Krisis moneter, bencana alam yang terjadi dalm lima tahun terakhir ini, termasuk tsunami yang melanda Aceh dan Sumatra Utara maupun di negara lainnya, membawa manusia kepada suatu kenyataan bahwa walaupun dengan kemajuan teknologi yang maha canggih dan berkembangnya peradapan sebagai manusia modern yang telah menikmati berbagai kemudahan, serba ada dan instan namun di sisi lain ada yang hilang dalam diri manusia. Manusia angkuh, merasa percaya diri bisa melakukan apa yang diinginkan nya, namun saat alam dengan kehendak-Nya menyajikan bencana, betapa kita tak berdaya. Terasa kekeringan secara spiritual telah membuat diri manusia lupa pada suatu hal dimana sebagai manusia sesungguhnya, kita perlu cerdas secara spiritual. Tiga kecerdasan ini tidak dapat dipisahakan karena orang yang hanya memiliki spiritual (SQ) tinggi, namun rendah dalam nilai-nilai intelek¬tual sehingga akhir¬nya kalah dalam percaturan ekonomi, sosial dan iptek. Pencapaian kualitas manusia ideal yang proporsional adalah manusia unggul yang cerdas secara intelektual, emosi, serta spiritual. Perlu diakui bahwa IQ, EQ dan SQ adalah perangkat yang bekerja dalam satu kesatuan sistem yang saling terkait (interconnected) di dalam diri kita, sehingga tak mungkin juga kita pisah-pisahkan fungsinya. Berhubungan dengan orang lain tetap membutuhkan otak dan keyakinan sama halnya dengan keyakinan yang tetap membutuhkan otak dan perasaan.
D. Apa itu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), danKecerdasan Spiritual (SQ)
Sebelum kita membahas kecerdasan intelektual(IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Kita akan membahas apa itu kecerdasan . Kata kecerdasan itu adalah terjemahan dari bahasa Inggris intellgensi dan bahasa Arab al dzaka. Secar leksikal kata ini berarti pemahaman , kecepatan dan kesempurnaan terhadap sesuatu yaitu kemampuan dalam memahami sesuatu secara cepat dan sempurna. Dan menurut Kamus Psikologi, seperti yang dikutip Abdul Mujib kecerdasan dapat dirumuskan dari beberapa definisi, yaitu: 1) kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektip. 2) kemampuan menggunakn kuonsep asbrak secara efektip, yang meliputi empat unsure ses[ertyio memahami, berpendapat, mengontrol dan mengeritik, dan 3) kemampuan memahami pertalian-prertalian (sesuatu) dan belajar dengan cepat sekali .
Semula kecerdasan hanya berkaitan dengan kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau kecerdasan intelektual (IQ), tetapi pada perkembangamn selanjutnya disadari ada kecerdasan lain yang sangat berberan dalam keberhasilan seseorang yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan yang berhubugan dengan fitrah manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yaitu kecerdasan spiritual (SQ).
1. Kecerdasan Intelektual (IQ)
Kecerdasan intelektual pertama kali dipelopori oleh Sir Prancis Galton tahun 1869 dan kemudian disempurnakan ole Alfret Binet , ahli psikologi dari prancis pada awal abad 20-an. Kemudian Lewis Terman dari Universitas Stanford berusaha melakukan tes IQ yang dikembangkan Binet dengan mempertimbangkan norma-norm apopulasi sehingga selanjutnnya dikenal dengan tes Stanford- Binet . Kecerdasan intelektual berhubungan dengan stategi dalam pemecahan masalah dengan menggunakna logika. Kecerdasan ini juga disebut kecerdasan rasional karena menggunakan rasio dalm memecahkan masalah. Tingkat kecerdasan umumnya dapat diukur melalui penilaian terhadap daya ingat , daya nalar, perbendaharan kata dam pemecahan masalah. Disamping penilaian juga ada faktor-faktor yang menentuakan kecerdasan intelektual seperti; mudah dalam mempergunakan bilangan, baik ingatan, mudah menangkap hubungn-hubungan percakapan , tajam penglihatan , mudah menarik kesimpulan dari data yang ada, cepat mengamati dan cakap dalam memecahkan masalah. David Wechler ( dalam Staff IQ, EQ) Intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional. Dapat disimpulkan bahwa IQ adalah kemampuan mental yangmelibatkan proses berpikir secara rasional. Keunggulan IQ adalah akurat, tepat dan dapat dipercaya. Namun pemikiran yang melandasi sainsNewton ini bersifat linear deterministic (jika A pasti B). Melalui tes IQ tingkat kecedasan seseorang dapat diketahui dan dibandingkan dengan orang lain.
Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan. Hal ini sering terlihat dari dunia akademik , dunia militer (system rekrutmen dan promosi personil militer). Namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. Berdasarkan perkembangannya muncullah kecerdasan lain yang dikenal dengan EQ.
2. Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosi dipopulerkan oleh Daniel Golemen pada pertengahan tahun 1990-an dengan menunjukkan bukti empiris bahwa orang yang IQ tinggi tidak menjamin untuk sukses. Sebaliknya orang yang nenpunyai IQ yang rta-rata bisa lebih sukses. Ia mengatakn perbedan ini sering kali terletak pada kemampuan lain seperti kecerdasan emosional . Dlam bukunya yang berjudul Emotional Intelellgensi (1994) menyatakn bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya berkisar 20 % dan sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut kecerdasan Emosional. Dan menurut dia “ kecerdasan emosional adalah kmampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dengan orang lain. Cooper & Sawaf (199 berpendapat bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya serta kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh yang manusiawi.Peter Salovey dan Jack Mayer (dalam Stein & Book, 2002) mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektual.
Jadi dari beberapa pendapat pakar diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan perasaan, dimana orang yang mempunyai kecerdaan emosional ia dapat mengendalikan perasaannya sendiri, dapat memahami perasaan oarang lain dan dapat membangkitkan semangatnya sendiri bila ia terjatuh .
Kecerdasan Emosi ini dapat berinteraksi dengan pengalaman dan dapat terus berkembang pengalaman dan eksperimen . EQ dapat mempelajari cara baru melalui proses pengalaman yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan juga jenis pemikiran yang dapat mengenali nuansa dan ambiguitas. Kelemahan kecerdasan ini adalah l;ambat dalm belajar, tidak akurat, dan cendrung terikat dengan kebiasaan atau pengalaman (Zohar & Marsall, 2001).. Kecerdasan emosi ini dapat berubah dan dikembangkan. Kecerdasan ini dipengaruhi lingkungan. Anak yang mempunyai kecerdasan emosi yang rendah bisa berkembang lebih baik jika lingkungan masa kecil atau remaja dan pengalaman yang ia peroleh masa kecilnya baik. Pengaruh lingkungan ini datang dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaliknya anak yang mempunyai emosi bawaan yang tinggi tetapi berada pada lingkungan yang kurang bersahabat dan mendapat pengalaman yang tidak baik maka bisa saja kecerdasan emosinya menurun. Pada dasarnya kecerdasan emosi ini dapat berubah, tergantung dari motivasi dalam dirinya, yang jelas sedikit banyaknya terpengaruh dari lingkungan. Tetapi kecerdasan emosional lebih hanya membahas hubungan manusia dengan manusia lainnya. Pada dasarnya ada kecerdasan lain yang yang yang melingkupi kesadaran akan makna nilai yang lebih hakiki, yang menyentuh persoalan inti kehidupan yang menyangkut fitrah manusia ssebagai mahluk Tuhan. Inilah yang kemudian yang dikenal dengan kecerdasan spiritual (SQ).
3.Kecerdasan Spiritual (SQ)
Kecerdasan Spiritual (SQ) dipelopori oleh Dnah Zohar bersana suaminya Ian Marsall. Zohar & Marshall (2001) merumuskan kecerdasan spiritual (berpikir unitif) sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Kecerdasan spiritual adalah sesuatu yang dipakai untuk mengembangkan kemampuan dan kerinduan akan makna, visi, dan nilai. Mendasari hal-hal yang dipercaya dan peran yang dimainkan oleh kepercayaan maupun nilai-nilai dalam tindakan yang akan diambil. SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia. Indikasi-indikasi kecerdasan spiritual ini adalah kemampuan untuk menghayati nilai dan makna-makna, memiliki kesadaran diri, fleksibel dan adaptif, cenderung untuk memandang segala sesuatu secara holistik, serta berkecenderungan untuk mencari jawaban-jawaban fundamental atas situasi-situasi hidupnya. Menurut Ari Ginanjar (2001) mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna. Orang yang ber SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif. Kecerdasan spiritual memungkinkan orang untuk lebih kreatif untuk mengubah aturan dan situasi.
F. Cara Meningkatkan IQ, EQ dan SQ.
Daniel Golemen mengatakan bahwa kemampuan murni kognitif relatif dapat berubah, kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja. Tidak peduli oarng yang tidak peka, [pemalu, pemarah, kikuk. Untuk meningkatkan kecerdasan emosi itu seseorang harus mempunyai kesadaran untuk berubah. Pada intinya EQ dan SQ seseorang itu dapat berubahdan berkembang menjadi lebih baik tergantung motivasi dalam diri seseorang untuk berubah. EQ dan SQ juga dipengaruhi oleh lingkungan baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Adapun yang dapat kita lakukan untuk dapat mengembangkan potensi kecerdasan yang kita miliki, yaitu:
1. Sebagai pribadi, salah satu tugas besar kita dalam hidup ini adalah berusaha mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang kita miliki, melalui upaya belajar (learning to do, learning to know (IQ), learning to be (SQ), dan learning to live together (EQ), serta berusaha untuk memperbaiki kualitas diri-pribadi secara terus-menerus, hingga pada akhirnya dapat diperoleh aktualisasi diri dan prestasi hidup yang sesungguhnya (real achievement).
2. Sebagai orang tua kita berusaha mendidik anak kita tentang kecerdasan emosi dan kecerdasn spiritual, memberikan teladan yang baik mengenai cara pengungkapan emosi yang baik, tidak mengabaikan emosi anak, memberi kritikan dengan bijaksana sehingga dapat membangun kecerdasan emosinya. Perlu diingat merusak kecerdasan emosi anak lebih mudah dibandingkan membangunnya kembali. Dan menanamkan nilai moral dan pengembangan aspek spiritual akan berdampak lebih tinggi bila ditanamkan sejak kecil.
3. Sebagai pendidik (calon pendidik), dalam mewujudkan diri sebagai pendidik yang profesional dan bermakna, tugas kemanusiaan kita adalah berusaha membelajarkan para peserta didik untuk dapat mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang dimilikinya, melalui pendekatan dan proses pembelajaran yang bermakna (Meaningful Learning) (SQ), menyenangkan (Joyful Learning) (EQ) dan menantang atau problematis (problematical Learning) (IQ), sehingga pada gilirannya dapat dihasilkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
F. Cara Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia
Kualitas SDM Indonesia masih terrpuruk. Kualitas SDM suatu bangsa berkaitan erat dengan kondisi pendidikan. SDM kita masih terpuruk ini karena kualitas pendidikan kita yang masih perlu diperbaiki. Beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah melalui segi agar kondisi SDM kita membaik:
1. Memberikan kemudahan untuk anak bangsa dalam memperoleh pendidikan yang tinggi dengan meringankan biaya pendidikan. ahalnya biaya pendidikan baik di SLTA maupun Perguruan tinggi menyebabkanada anak Indonesia yang masih mengecap pendidikan yang seadanya.
2. Meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah perlu menerapkan pendidikan yang menyeimbangkan antara IQ, EQ, dan SQ. Sehingga menghasilkan generasi muda yang berkualitas unggul, yang mempunyai kecerdasan intelektual, moral dan agama.
BAB III
KESIMPULAN
1. Kualitas SDM Indonesia masih terpuruk dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara
2. Salah satu cara meningkatkan kualitas SDM dengan membangun IQ, EQ
3. Ada tiga kecerdasan yang perlu ditingkatkan yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ)
4. Kecerdasan intelektual berhubungan dengan stategi dalam pemecahan masalah dengan menggunakna logika.
5. Kecerdasan emosional adalah kmampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dengan orang lain.
6. Kecerdasan spiritual sebagai kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna.
7. IQ relatif tidak berubah sedangkan EQ dan SQ masih dapat berubah dan dikembangkan.
8. Pemerintah dapat memperbaiki kualitas SDM salah satunya dengan cara memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Agustian , Ginanjar Ary. 2001. Rahasia Sukses Membangun kecerdasan Emosi dan Spiritual Berdasarkan 6 RukunIman dan 5 Rukun Islam.Jakarta: Arga
No name, 2005, Kecerdasan Spiritual Memadukan Semua Manusia.(http// poltarhr.com. diakses tanggal 12 Mei 2009)
No name, 2006, Nasib Pendidikan Een Natie Van Koeli.(http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)
No name, 2007, Kualitas SDM Indonesia Masih terpuruk(http//google diakses tanggal 13 Mei 2009)
No name, 2008, IQ, EQ, SQ. . (http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)
No name, 2009, Reorientasi Tujuan Pendidikan. (http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)
No name, 2009, Pendidikan yang Membangkitkan. (http// google diakses tanggal 13 Mei 2009)
Sudrajat, 2008.Ahmad, IQ, EQ, dan SQ. dari Kecerdasan Tunggal ke Kecerdasan Majemuk.(http//AHMAD Sudrajat WordPress.com diakses tanggal 13 Mei 2009)
Virision, Full, View, 2008, Selayang Pandang IQ, EQ, dan SQ (http//google diakses tanggal 13 Mei 2009)
More...
Kamis, 17 Februari 2011
Kisah Lima Perkara Aneh
Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."
Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.
Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu muncul lagi. Nabi itu pun menanamkannya lagi sampai tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu mangkuk emas itu muncul lagi dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung elang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."
Nabi itu teringat arahan dalam mimpinya yang keempat, yaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu. Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ karena tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini."
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu berkhianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri memerlukannya. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan aib seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita tanamkan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah menceritakan aib orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka menceritakan aib orang lain. Haruslah kita ingat bahwa hal seperti itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."
Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sadar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan menceritakan aib orang (bergosip) walaupun ia benar.
More...
Minggu, 30 Januari 2011
Prospek Limit : Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa dalam Mengawal Perubahan Sosial
BAB I
PENDAHULUAN
Mahasiswa menempati kedudukan yang khas (Special position) dimasyarakat, baik dalam artian masyarakat kampus maupun diluar kampus. Kekhasan ini tampak pada serentetan atribut yang disandang mahasiswa, misalnya: intelektual muda, agen pembaharu (agent of chage) dan social control.
Dalam konteks pergerakan politik di Indonesia, sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia sudah eksis sejak sebelum kemerdekaan. Bahkan, dapat dikatakan mereka adalah pelopor pergerakan kemerdekaan secara modern melalui organisasi-organisasi pergerakan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari kepeloporan mahasiswa Stovia yang dimotori Wahidin Sudirohusodo dalam mempelopori gerakan kemerdekaan dengan organisasi modern.
Dalam perspektif sosial, mahasiswa pun menunjukkan dinamika tersendiri sebagai kelompok yang secara konsisten memperjuangkan hak-hak kaum tertindas serta memberi kontribusi yang tidak kecil dalam rekayasa perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih baik. Sebagaimana yang dibahasakan Gramschi, bahwa mahasiswa adalah jenis intelektual yang lahir pada sebuah komunitas secara bersama-sama untuk tujuan bersama. Orientasi ini adalah mendorong intelektual mahasiswa untuk melakukan perubahan sosial. Posisi mahasiswa yang netral (Neutral position) dan tidak mempunyai kepentingan tertentu atau dibawah kepentingan lain telah menempatkannya pada posisi yang sangat disegani dan dihormati dalam setiap proses perubahan sosial masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
Mahasiswa Sebagai Kaum Intelektual
Sebagai bagian dari kaum intelektual,mahasiswa memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam melakukan perubahan sosial.Kaum cerdik cendikia ini setiap saat tampil di garda depan mendorong gerakan perubahan sosial di setiap kehidupan. Atas dasar itulah dibutuhkan komitmen bersama semua elmen gerakan mahasiswa dalam melakukan transpormasi sosial yang kritis dan humanis.
Edward Shill mengkategorikan mahasiswa sebagai lapisan intelektual yang memliki tanggung jawab sosial yang khas. Shill menyebukan ada lima fungsi kaum intelektual yakni mencipta dan menyebar kebudayaan tinggi, menyediakan bagan-bagan nasional dan antar bangsa, membina keberdayaan dan bersama, mempengaruhi perubahan sosial dan memainkan peran politik. Arbi Sanit memandang, mahasiswa cenderung terlibat dalam tiga fungsi terakhir. Sementara itu Samuel Huntington menyebutkan bahwa kaum intelektual di perkotaan merupakan bagian yang mendorong perubahan politik yang disebut reformasi.
Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah suatu fenomena yang menarik sebab masalah sosial adalah perkara yang berhubungan dengan persoalan manusia sehingga tak sedikit para ahli sosiologi mengkaji masalah ini. Sementara perubahan itu sendiri-baik yang sudah, sedang atau sudah berlangsung- sangat perlu diketahui apakah memberi banyak manfaat dan mampu memenuhi kebutuhan manusia.
Dimensi lain dari perubahan sosial berkaitan dengan tingkat perubahan yaitu derajat kecepatannya. Pada setiap masyarakat, perubahan selalu hadir namun terdapat perbedaan jenis dan tingkat perubahan dalam masyarakat. Terutama masyarakat modern cenderung jauh lebih cepat perubahannya dibanding masyarakat pertanian tradisional atau kaum marginal.
Memang, para ahli sosiologi tampaknya belum begitu sepakat tentang pengertian dan penggunaan istilah perubahan sosial tersebut. Sebagian dari mereka mengartikan istilah itu dengan evolusi, pembangunan, perkembangan, dan perubahan yang terjadi di masyarkat.
Sosiolog Nisbet, membedakan penggunaaan istilah change dengan evolution, dengan maksud untuk mendeteksi perubahan. Change diartikannya sebagai terjadinya diskontinuitas dalam proses kehidupan masyarakat , sementara evolution diartikan sebagai terdapatnya suatu kontinuitas dalam proses yang sama.
Sementara menurut David Hume, Perubahan sosial bergantung dari perasaan yang sungguh-sungguh dimiliki oleh banyak orang, serta kesepakatan atau konvensi yang benar-benar melibatkan mereka dalam perubahan sosial tersebut.
Pikiran Marx mengenai perubahan sosial lain lagi. Menurut Marx, jika lapisan atas (supra struktur) sosial yang memegang kekuasaan karena menguasai alat-alat produksi bertindak sewenang-wenang dan melakukan tekanan terhadap lapisan bawah sosial, orang-orang dalam lapisan terakhir itu akan menuntut (dengan kekerasan) suatu perubahan sosial.
Krisis Sosial Masyarakat Maju
Untuk menggambarkan krisis masyarakat maju itu secara fenomenal, ada baiknya diberikan ilustrasi singkat tentang dua ideologi besar yang paling dominan dan berpengaruh terhadap perubahan masyarakat selama ini, yaitu kapitalisme dan sosialisme.
I.Kapitalisme
Landasan ideologi ini adalah pemenuhan kebutuhan atau kepentingan individu sekaligus berarti pemenuhan kebutuhan masyarakat. Alasannya, karena individu merupakan bagian dari masyarakat. Untuk mengoperasionalkan sistem yang sangat individualis ini, ia harus dimoitivasi oleh norma-norma kebebasan dalam politik, ekonomi, intelektual, pribadi dan sebagainya.
Kebebasan ekonomi misalnya, memberikan hak kepada setiap orang untuk melakukan kegiatan apa saja dalam bidang usaha. Tidak menjadi soal, apakah aktivitas ekonomi terd\sebut memberikan berkah atau tidak kepda masyarakat; yang penting dalam kegiatan ini adalah mendatangkan keuntungan (terutama untuk diri sendiri).
Kebebasan intelektual misalnya, orang bebas mempercayai doktrin atau ajaran-ajaran sesuai dengan minat intelektualnya, dan kalau dianggap tidak cocok lagi boleh diganti. Kebebasan intelektual demikian ini telah membawa kepada sebuah statement bahwa “tidak ada tempat /ruang dan tidak bisa dijamah oleh pikiran manusia.
Revolusi sains dan teknoogi telah melahirkan mesin-mesin industri raksasa yang menggusur teknologi rakyat kearah kebangkrutan. Tak dapat dielakkan lagi bahwa hanya orang kuat yang banyak mengambil keuntungan dari revolusi ini dan sebagai dampaknya adalah tentu saja adalah tergusurnya kaum-kaum marginal atau kaum pinggiran.
Masyarakat yang dilahirkan oleh sistem atau ideologi ini adalah bentuk masyarakat yang pikiran dan hatinya diamuk nafsu penjajah. Apa yang selama ini mereka rasakan tak lain adalah ketegangan-ketegangan sosial dan kehampaan jiwa.
II.Sosialisme
Konsep manusia dalam ajaran ini secara spiritual dan intelektual telah di kondisikan untuk mengabdi kepada proses dan jenis produksi. Pemikiran-pemikiran manusia dalam masalah sosial saangat di pengaruhi oleh kekuatan-kekuatan produksi. Namun konsep manusia versi Marxisme ini mengalami kesulitan untuk menjelaskan fakta sejarah sebab dalam mewujudkan cita-cita sosial manusia memiliki suatu yang lain yaitu kreativitas. Plato, misalnya memperkenalkan konsep kota ideal tanpa sama sekali dipengaruhi oleh alat-alat produksi.
Kesejahteraan material memang dipandang sebagai suatu kebanggaan dalam sistem pembangunan masyarakat aliran ini, yang sekaligus membuktikan bahwa cara kerja sistem ini benar. Namun sebenarnya terdapat belenggu yang mendominasi individu-individu atas nama kepentingan sosial. Sistem ini mengajarkan. Segala kegiatan perekonomian berada dalam kekuasaaan negara. Akibatnya, lenyaplah eksistensi dan kreativitas individu.
Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa
Mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang sedang menekuni bidang ilmu tertentu dalam lembaga pendidikan formal. Kelompok ini sering juga disebut sebagai Golongan intelektual muda� yang penuh bakat dan potensi. Posisi yang demikian ini sudah pasti bersifat sementara karena kelak di kemudian hari mereka tidak lagi mahasiswa dan mereka justru menjadi pelaku-pelaku intim dalam kehidupan suatu negara atau masyarakat.
Peran mahasiswa sejauh ini senantiasa diwarnai oleh situasi politik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Mereka biasanya memerankan diri sebagai kaum yang kritis sekaligus konstruktif terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan politik dan ekonomi. Mereka sangat tidak toleran dengan penyimpangan apapun bentuknya dan nurani mereka yang masih relatif bersih dengan sangat mudah tersentuh sesuatu yang seharusnya tidak terjadi namun ternyata itu terjadi atau dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu dalam masyarakat dan pemerintah.
Mahasiswa sebagai calon pemimpin dan Pembina pada masa depan ditantang untuk memperlihatkan kemampuan untuk memerankan peran itu. Jika gagal akan berdampak negatif pada masyarakat yang di pimpinnya; demikian pula sebaliknya. Dalam perubahan sosial yang dasyat saat ini, mahasiswa sering dihadapkan pada kenyataan yang membingungkan dan dilematis. Suatu pilihan yang teramat sulit harus ditentukan, apakah ia terjun dalam arus perubahan sekaligus mencoba mengarahkan dan mengendalikan arah perubahan itu; ataukah sekedar menjadi pengamat dan penonton dari perubahan atau mungkin justru menjdi korban obyek sasaran dari perubahan yang dikendalikan oleh orang lain.
Melihat realitas dan tantangan diatas,mahasiswa memiliki posisi yang sangat berat namun sangat strategis dan sangat menentukan. Skema bertindak, Menurut Burt Namus adalh lebih dari sekedar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya, melainkan bagaimana alur kerja itu bersinergi dan tetap membuka kemungkinan bagi terjadinya modifikasi ketika kondisi mengharuskannya.
Bukan zamannya lagi untuk sekedar menjadi pelaku pasif atau menjadi penonton dari perubahan sosial yang sedang dan akan terjadi;tetapi harus mewarnai perubahan tersebut dengan warna masyarakat yang akan dituju dari perubahan tersebut adalah benar-benar masyarkat yang adil dan makmur.
Pergerakan Mahasiswa Indonesia
Perjalanan bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari angkatan muda ,terutama mahasiswa. Mahasiswa mempunyai record yang cukup mengesankan dalam perjalanan membangun bangsa ini, baik mulai dari pra kemerdekaaan, masa orde lama, orde baru, orde reformasi maupun orde persatuan nasional saat ini. Pada masa pra kemerdekaan orientasi gerakan mahaiswa Indonesia mengarah pada satu tujuan: yaitu melepaskan diri dari penjajahan. Mahasiswa bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat Indonesia bahu membahu menentang penjajah. Walaupun dengan gerakan yang berbeda-beda tetapi karena mempunyai satu tujuan, mereka tetap dalam satu kesatuan yang saling melengkapi. Karena semua komponen bangsa mempunyai arah dan tujuan gerakan yang sama, dapat dikatakan bahwa masa ini adalah masa yang paling mudah bagi mahasiswa untuk melakukan sinkronisasi gerakan dengan unsur lainnya.
Pada masa ini kita melihat bahwa mahasiswa mempunyai stereotip yang khas yang mampu membedakan dengan elemen gerakan masyarakat lainnya. Dengan atribut kecendekiannya, mereka secara aktif dan kreatif mencoba menawarkan alternatif-alternatif baru yang non konvensional yang lebih efektif dan efisien. Setelah kemerdekaan diraih bangsa Indonesia, bukan berarti gerakan mahasiswa mandek tetapi mereka tetap memerankan diri sebagai bagian dari bangsanya untuk tetap dapat mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan bangsanya. Mereka secara kritis dan pro aktif memerankan posisi sebagai pressure group (kelompok penekan) terhadap pemerintah agar tetap berjalan sebagai mana seharusnya.
Ketika pemerintahan orde lama mulai terjadi kecenderungan mengakomodinir komunis secara berlebihan, mahasiswa kembali bangkit bersama rakyat untuk menentang kebijakan pemerintah. Pemerintahan orde lama runtuh dan diganti orde baru, tidak kemudian serta merta mahasiswa mempunyai loyalitas buta terhadap pemerintahan baru.
Gerakan mahasiswa bukanlah gerakan partisan untuk kepentingan politik tertentu, tetapi mereka adalah gerakan nurani, gerakan moral untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan rakyat secara universal. Kemurnian gerakan mahasiswa yang mengedepankan kepentingan masyarakat diatas kepentingan apapun tampaknya kemudian disalah tanggapi pemerintahn orde baru. Mahasiswa dianggap sebagi momok yang mengganggu dan merecoki kepentingan-kepentingan pemerintah yang berkuasa. Dengan dalih demi kepentingan stabilitas dan atas nama pembangunan, kemudian mereka diatas sedemikian rupa sehingga membelenggu aktifitas, kreatifitas dan kritisme mereka.
Mahasiswa kemudian dicecoki dengan dogma-dogma pendidikan yang pragmatis.dalam situasi yang tidak menguntungkan itu tidak semua mahasiswa terlena dengan pragmatisme pendidikan yang dikembangkan orde baru.walaupun jumlahnya tidak banyak tetapi mereka dengan konsisten terus menyuarakan kebenaran dan keadilan dengan segala konsekuensi dan resiko yang akan dihadapinya. Kampus adalah bagian integral dari masyarakat. Apa yang dirasakan oleh masyarakat dirasakan pula oleh komunitas kampus;dan kampus mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus memperjuangkan masyarakat dari kemiskinan dan ketidakadilan yang menimpa mereka.
Yang juga menguntungkan, pada saat yang bersamaan rezim orde baru mulai tampak belangnya: kemiskinan,ketimpangan,ketidakadilan,ketidakjujuran ternyata lebih dominan daripada kemakmuran yang selama ini dipropagandakan mereka.Situasi inilah yang turut menjadi angin segar bagi bangkitnya kembali kesadaran “mahasiswa awam�agar memerankan kembali peran-peran pressure group, agent of social change, dan kelompok anti status quo sebagaimana sebelumnya.
Di Indonesia ada slogan yang menyatakan Pemuda harapan bangsa�atauMaju mundurnya suatu bangsa tergantung pada Pemudanya. Beberapa slogan diatas menunjukkkan bahwa pemuda atau Mahasiswa memang akan akan menjadi penerus dari generasi sekarang. Generasi sekarang jelas akan termakan usia, Pemuda/Mahasiswa sebagai generasi penerus akan melanjutkan dan memikul segala beban dan akibat dari generasi sekarang. Karena Para Pemuda/Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan.
Diakui atau tidak peran Pemuda/Mahasiswa memang sangat strategis dalam perubahan sosial. Ide-ide Pemuda/Mahasiswa sering dianggap sebagai suara rakyat, karena kedekatan sosial mereka dengan Masyarakat bawah. Ide-ide Pemuda/Mahasiswa sering dianggap sebagai ide yang membela kaum lemah dan terpinggirkan. Pemuda/Mahasiswa juga dianggap sebagai pemecah kebuntuan dan Problem Solver terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dan juga pembawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Pemuda/Mahasiswa Sebagai Agent Of Change.
Pembaharuan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti hasil pekerjaan yang membaharui. Pembaharuan ini juga bisa berarti modernisasi dimana hasil perubahanny menunjukkan hasil yang lebih baik. Kenapa dikatakan Pemuda/Mahasiswa Sebagai Agent Of Change karena Pemuda/Mahasiswa dapat berfungsi sebagai bagian dari masyarakat yang mampu mendorong, memotivasi, dan mempelopori terjadinya pembaharuan.
Selain itu, Pemuda/Mahasiswa juga sebagai bagian dari Masyarakat yang dinilai memiliki intlektual dan memiliki pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan Masyarakat pada umumnya karena lingkungan yang berbeda. Sedangkan agent dapat diterjemahkan sebagai perantara atau perwakilan dari suatu Institusi/Lembaga. Sebagai Agent Of Change dapat dikatakan pula sebagai actor perantara atau perwakilan dari proses perubahan pada Masayarakat kearah yang lebih baik. Sejarah mencatat peran Pemuda/Mahasiswa dalam pembaharuan negeri ini dari sebelum kemerdekaan hingga Pasca kemerdekaan. Sebut saja tahun 1912 (Douwes Dekker dkk), 1928 (Sumpah Pemuda), 1945 (kemerdekaan RI) , 1965 (melawan G 30 S/PKI), 1998 (Reformasi).
Beberapa momentum diatas hanya sedikit menggambarkan tentang kepedulian Pemuda/Mahasiswa Indonesia dalam mengawasi jalannya Pemerintah. Peran Pemuda/Mahasiswa ini menunjukkan adanya kekonsistensian Pemuda/Mahasiswa dalam mengawasi dan jika perlu melakukan perlawanan atau penekanan terhadap jalannya pemerintah yang dianggap melenceng.
Perjuangan masih panjang, dinamika kehidupan semakin kompleks, dan kita tidak hanya bias berbangga diri hanya dengan sejarah yang telah ada. Semoga Identitas Pemuda/Mahasiswa
Sebagai Agent Of Change tidak hanya menjadi sejarah saja, tetapi menjadi semangat juang kita dalam memperjuangkan kepentingan Masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Mahasiswa mempunyai kedudukan yang spesial di dalam lingkungan masyarakat. Sebagai agen pembaharu, agen perubah, dan mahasiswa juga disebut sebagai kaum intelektual yang mampu mengadakan perubahan dalam masyarakat. Dengan pengetahuan yang diperolehnya di dalam dan diluar kampus, mahasiswa dapat melakukan perubahan di likgkungan masyarakatnya melalui gerakan-gerakan kemahasiswaan.
Bukan zamannya lagi untuk sekedar menjadi pelaku pasif atau menjadi penonton dari perubahan sosial yang sedang dan akan terjadi;tetapi harus mewarnai perubahan tersebut dengan warna masyarakat yang akan dituju dari perubahan tersebut adalah benar-benar masyarkat yang adil dan makmur.
B. SARAN
Mahasiswa sebagai kaum intelektual hendaknya mampu memantapkan fungsi dan perannya dalam perubahan sosial. Melalui organisasi dan gerakan-gerakan, mehasiswa mampu membangun dan merealisasikan peran-peran dalam masyarakatnya. Namun, disamping itu, hendaknya dalam melakukan gerakan-gerakan kemahasiswaan, tidak berbau anarkis dan premanisme serta melibatkan kaum-kaum intelektual dalam masyarakat. Sehingga perubahan sosial ke arah yang lebih baik bisa terwujudkan.
DAFTAR PUSTAKA
Andrain, Charles F. 1992. Kehidupan Politik dan Perubahan Sosial. Yogyakarta : Tiara Wacana Yogya.
Danim, Sudarwan. 2003. Menjadi Komunitas Pembelajar. Kepemimpinan Transformasional dalam Komunitas Organisasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Faiz, Khairul. 23 Oktober 2008. Artikel. Peran dan tanggung Jawab Mahasiswa dalam Lingkungan Sosial.
Fink, Hank. 2003. Filsafat Sosial. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sangkala. 2007. Knowledge Management. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Setiawan Asep. 6 Januari 2007. Artikel. Gerakan Mahasiswa : Tinjauan Teoritis. Globalisasi dan Politik.
More...
Kamis, 20 Januari 2011
AIK IV : Pentingnya Peran Pemerintah dalam Mengawal Pengembangan SDM Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kekayaan. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang banyak. Tetapi kekayaan ini tidak membuat Indonesia sejahtera dan terlepas dari berbagai krisis . Hal ini membuktikan bahma SDM yang banyak dan SDA yang banyak tidak cukup untuk membawa sebuah bangsa untuk maju tetapi juga diperlukan SDM yang berkualitas. Lalu bagimana SDM yang berkualitas itu? Apakah ditentukan oleh IQ yang tinggi? Memang salah satunya ditentukan oleh IQ SDM itu sendiri. Namun IQ saja tidak cukup, diperlukan peran serta pemerintah dalam mengawal pendidikan dan pemanfaatan IT yang islami demi terciptanya SDM Indonesia yang berkualitas dan dapat meningkatkan derajat Bangsa ini di mata dunia.
B. Metode Pembahasan
Problematika yang dihadapi bangsa indonesia semakin kompleks, mulai dari kemiskinan, berbagai macam penyakit, pengangguran, bencana alam, KKN, dan sebagainya. Ironisnya, kemiskinan saat ini terus meningkat padahal negeri kita ini kaya akan sumber daya alam yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun lebih ironisnya lagi, SDA kita lebih banyak dikuasai oleh bangsa asing. Olehnya itu diperlukan peran serta pemerintah dalam bidang pendidikan islami untuk meningkatkan kualitas SDM itu sendiri. Selain itu faktor penting dalam meningkatkan kualitas SDM yaitu melalui pemanfaatan saitek islami dalam hal ini media seperti TV, internet, dan sebagainya. Sehingga dengan adanya pendidikan islami yang baik, akan menciptakan SDM berkualitas, yang beintelektual dan berakhlak mulia.
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kualitas sumber daya manusia di Indonesia saat ini?
2. Mengapa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih terpuruk?
3. Bagaimana upaya pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut?
4. Bagaimana solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Fakta tentang Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia
Kualitas Pendidikan:
• Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2006, kualitas pembelajaran Indonesia berada pada peringkat 50 dari 57 negara untuk bidang Sains dan Matematika dan berada pada peringkat 49 dari 57 negara untuk bidang Kemampuan Membaca
• Berdasarkan hasil Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) 2007, kualitas pembelajaran Indonesia berada pada peringkat 36 dari 48 negara untuk bidang Matematika dan perangkat 35 dari 48 negara untuk bidang Sains.
Persentase pekerja:
• Persentase pekerja berdasarkan tingkat pendidikan: 18,42% pekerja Indonesia tidak tamat SD. 35,84% pekerja Indonesia hanya tamat SD. 18,75% pekerja Indonesia hanya tamat SLTP. 20,63% pekerja hanya tamat SLTA. Hanya 6,58% pekerja Indonesia menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi
Berdasarkan penelitian Lembaga PBB yang dibentuk untuk menangani masalah pembangunan (United Nations Development Programme/UNDP), Indeks Pengembangan Manusia di Indonesia pada tahun 2009 menduduki peringkat 111 dari 182 negara. Sebagai indikator pembangunan manusia, UNDP telah mengembangkan Human Development Index (HDI). Kualitas pembangunan manusia kemudian dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu: (i) kategori sangat tinggi (HDI > 0.900), (ii) kategori tinggi (HDI antara 0.800 – 0.900), (iii) kategori menengah (HDI antara 0.500 – 0.800), dan (iv) kategori rendah (HDI < 0.500).
Dengan menggunakan data dikumpulkan tahun 2007 sebelum terjadinya krisis keuangan global, UNDP mengumumkan peringkat pembangunan manusia di 182 negara, dimana Norwegia tetap menempati peringkat ke-1 (dengan indeks 0.971) dan Republik Niger menempati peringkat ke-182 (dengan indeks 0.340).
Perkembangan indeks pembangunan manusia di Indonesia dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Dari tabel di atas tampak bahwa pendapatan per kapita di Indonesia setiap tahunnya telah semakin meningkat. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif di saat sejumlah besar negara mengalami kontraksi akibat krisis ekonomi global tahun 2008 (sebesar 4%, yang merupakan angka pertumbuhan tertinggi ketiga setelah China dan India) berpotensi meningkatkan peringkat HDI dalam laporan tahun mendatang.
B. Penyebab Masalah yang Terjadi pada SDM Indonesia
Kondisi sumber daya manusia kita cenderung rendah, hal ini tentu berkaitan dengan kondisi dunia pendidikan. Pendidikan yang semakin mahal menyebabkan anak putus sekolah, walaupun di negeri kita ada sebagian sekolah dasar dan sekolah lanjutan tengah pertama yang bebas dari biaya. Tetapi ada anak yang tidak bisa melanjutkan kejenjang selanjutnya karena tersangkut masalah biaya. Hal ini menyebabkan masih ada anak Indonesia yang mengecap pendididkan seadanya. Disisi lain pendidikan kita cendrung hanya bersifat akademis, yang hanya memperhitungkan kecerdasan intelektual denag kurang memperhatikan kecerdasan emosional dan kecerdasan spirirual. Sehingga terjadi spilit personality. Tidak ada keseimbangan antara akal dan batin yang menjunjung tinggi nilai keTuhanan yang menyebabkan tidak adanya integrasi antara otak dan hati.
Dari tingkat SD sampai perguruan tinggi pendidikan kita jarang sekali memberikan bobot kepada masalah kecerdasann emosi yang mengajarkan tentang integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreativitas, ketahanan mental kebijaksanan, keadilan, prinsip-prinsip kepercayan, pengasaan diri atau sinergi. Akibatnya seperti yang terjadi, mencuatnya kasus kecurangan dalan ujian nasional, kasus tawuran antar siswa, meningkatnya jumlah pemakaian narkoba, meningkatnya kasua aborsi, dan tindak kriminal lainnya yang melibatkan pelajar. Akibat system pendidikan sekarang wajar saja menghasilkan output yang kurang bisa dihandalkan, atau pun bisa diandalkan dari segi intelektual tetapi kurang dari segi moralitas.
Selain itu, salah satu hal yang merusak kualitas SDM yaitu maraknya penyalahgunaan IT. Informasi yang keliru atau berisi hal-hal negatif tenyata meruapakn senjata ampuh untuk merusak budaya bangsa, bahkan dapat merusak SDM kita secara fisik, mental, dan sosial. Karena itu, kita perlu merancang program kedepan untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya pengetahuan tentang akibat penyalahgunaan IT ini, serta menangani dampaknya secara bersama-sama.
C. Perlunya Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas SDM
Kualitas SDM mengandung 6 aspek, antara lain :
1. Spiritual
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (QS. Al Bayyinah :7)
2. Moral
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An Nahl: 90)
3. Intelektual
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al Mujadilah: 11)
4. Individual
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.(QS. Ali Imran: 200)
5. Fisikal
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.(QS. Al Baqarah: 247)
6. Sosial
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al Maidah:8)
Dari keenam aspek di atas, jelas bahwa Kualitas SDM Indonesia masih terpuruk. Baik dari segi moral, individual, sampai ke aspek sosial. Beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah agar kondisi SDM kita membaik, diantaranya:
1. Meningkatkan kualitas pendidikan
Dalam hal ini hendaknya pemerintah memberikan kemudahan untuk anak bangsa dalam memperoleh pendidikan yang tinggi dengan meringankan biaya pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan baik di SLTA maupun Perguruan tinggi menyebabkan ada anak Indonesia yang masih mengecap pendidikan yang seadanya.
Untuk meningkatkan indikator pendidikan, Pemerintah telah meningkatkan alokasi anggaran pendidikan hingga mencapai 20% dari APBN sesuai amanat konstitusi. Begitu pula sejumlah Pemimpin Daerah (baik Gubernur, Walikota dan Bupati) telah memprioritaskan dan melaksanakan program pendidikan yang murah (bahkan gratis).
Selain itu, hendaknya pemerintah menerapkan metode pembelajaran islami yang tidak hanya mempelajari mengenai sains dan teknologi keilmuan tetapi juga mempelajari tentang kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan yang berhubugan dengan fitrah manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yaitu kecerdasan spiritual (SQ), agar tercipta SDM yang berkualitas sehingga pencapaian peningkatan indeks pembangunan manusia di Indonesia dapat lebih baik dibandingkan pencapaian negara-negara lainnya.
2. Mengadakan pengawalan dalam pemanfaatan IT
Kemajuan sains dan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia sekaligus merupakan sarana bagi kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya krn Allah telah mengaruniakan anugerah kenikmatan kepada manusia yg bersifat saling melengkapi yaitu anugerah agama dan kenikmatan sains teknologi.
Tetapi sangat disayangkan bahwa kemajuan-kemajuan itu tidak sempat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya sehingga tanpa sadar masyarakat Indonesia menjadi pengikut dari teknologi barat yang cenderung jauh dari nilai-nilai islami. Maraknya pornografi, pornoaksi, narkotika, penyelewengan, korupsi serta berbagai kejahatan lainnya tidak lain adalah dampak kerusakan akhlak yang ditimbulkan oleh pengaruh dari media elektronik.
Menyikapi hal ini, hendaknya pemerintah mengadakan pengawalan dalam penggunaan media elektronik seperti lembaga sensor dalam dunia pertelevisian sehingga tayangan-tayangan yang tidak bermutu dan dapat merusak moral bangsa bisa diminimalisir. Juga pemerintah dapat melakukan pengawasan dalam penggunaan internet khususnya pada anak-anak usia sekolah, karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibina dan di didik untuk menciptakan SDM yang berkualitas.
Pengawalan terhadap pemanfaatan IT tentunya tidak terlepas dari pengenalan atau penyuluhan terhadap dampak penyalahgunaan IT kepada generasi muda supaya tercipta kesadaran moral dalam diri mereka sehingga lebih mengedepankan saitek islami dan tidak mengikuti gaya-gaya kaum barat. Dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan oleh pemerintah dan para ulama akan mengantar umat untuk mencapai taraf hidup iman dan takwa bagi pribadi dan masyarakat. Dalam Al Quran Surah Ali Imran ayat 110, Allah SWT berfirman :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kualitas SDM Indonesia masih terpuruk dibandingkan dengan negara-negara-negara lain di dunia.
2. Pemerintah dapat memperbaiki kualitas SDM salah satunya dengan cara memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia dan menerapkan metode pendidikan yang islami.
3. Selain itu, cara meningkatkan kualitas SDM ialah dengan melakukan pengawalan dalam penyalahgunaan saitek atau dengan merekonstruksi saitek islami demi terwujudnya SDM Indonesia yang berkualitas.
B. Saran
Indonesia merupakan negara kaya akan SDA dan SDM yang jumlahnya mencapai lebih dari 200 juta orang. SDM ini adalah potensi terbesar yang kita miliki sehingga tidak ada pilihan pilihan delain kita harus meningkatkan kemampuannya terutama kemampuan otaknya. Dengan berkembangnya sistem pendidikan yang islami serta pemanfaatan saitek yang islami, diharapkan dapat mempengaruhi kemampuan akademik, kecakapan hidup, perilaku, emosi, dan mental, sehingga kualitas SDM Indonesia akan meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Al Quran yang mulia.
Hidayat, Syamsul. 2009. The Secret of Spiritual Body. Rahasia Rukun Islam dan Gerbang Kesadaran Spiritual. Jakarta : Erlangga
Agustian , Ginanjar Ary. 2001. Rahasia Sukses Membangun kecerdasan Emosi dan Spiritual Berdasarkan 6 RukunIman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Arga
Kansil, CST.1985. Sistem Pemerintahan Indonesia. Jakarta : Aksara Baru.
Raziq, Ali Abdul. Terjemahan Afif Muhammad. 1985. Khilafah dan pemerintahan dalam Islam (Al-Islam wa Ushul Al-Hukm). Bandung : Pustaka
Usman, Wardi. 2007. Pembentukan Karakter Manusi menurut Al Qur’an.
Wadjadi, A.Farid. 1994. Islam dan Kualitas Sumber Daya Manusia. Jakarta : Mimbar Ulama.
Zamroni, Imam. 2008. Pendidikan Islam, Globalisasi dan Kemiskinan. PSAP.
More...